Tampilkan postingan dengan label syndrome Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syndrome Aneh. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Kok gak disebut?

Bapak: "Ini apa?"
Gw: "Kertas."
Bapak: MELOTOT dengan muka garang.
Gw: "Maksudnya itu kertas biodata, disuruh isi sama Bu Guru." menjawab dengan takut.


Disekolah....


Kelas ini tak pernah tak riuh, coletehan berbagai topik mengambang diudara, lalu hilang tertampar suara lengkingan Bu Guru yang sibuk mengabsen 40 orang murid lebih dalam kelas berukuran besar ini. Hingga abjad huruf "F" berlalu, nama gue tak juga kunjung disebut. Bahkan ketika semua orang yang ada dalam kelas ini ujuk tangan ketika namanya dipanggil, nama gue tak juga kunjung diperdengarkan.
Gw: "Kok nama saya gak di absen bu guru?" *kecil-kecil sudah pandai protes*
Bu Guru: "Tadi sudah toh? USMAN kan nama kamu?"
Gw: "Itu nama BAPAK saya bu guruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu."

Senin, 21 Mei 2012

Galau di Toilet

Posisi gw mulai gak tenang, jaket cordorai cokelat muda yang gw padankan dengan kemeja cokelat tua bermotif garis dan jeans cokelat kopi serta boots mulai membuat gw gerah sendiri. Dihadapan gw, sepotong steak dengan harga setengah juta rupiah ditambah sekerat rainbow cake hasil karya seorang chef yang katanya jebolan sebuah program masak-masak di tivi belom lagi gw tandaskan kedalam perut gw dan membuat gw sedikit enggan beranjak dari kursi kayu mahoni yang gw duduki siang ini. Tapi semakin lama, semakin gw tahan, semakin tak nyaman posisi duduk gw, seperti ada bisul di pantat yang mau pecah, duhhhhh dilema. Kenapa saat-saat seperti ini datang tidak pada moment yang tepat. keringat sebesar biji jagung mulai keluar dari pori-pori kulit jidat gw yang menandakan gw harus segera bangkit dari duduk gw, atau sesuatu yang tidak menggenakkan akan terjadi di cafe yang sedang happening ini. Tergesa gw beranjak dari meja gw, menuju pojok lain cafe minimalis ini. sebuah ruangan yang juga minimalis dengan cermin yang tertempel hampir disemua bagian dindingnya sehingga memberikan efek bangunan yang luas. beruntunglah hanya gw seorang diri dalam ruangan yang tak sebera besar ini, jika tidak entah kemana akan gw taruh muka gw ini ketika dengan sekonyong-konyongnya gw berlari ke arah kaca besar yang gw sangka masih lorong yang akan membawa gw ke sudut paling pojok. Gw terhantuk kaca kawan, dan meninggalkan suara "BUKKKKK" yang cukup keras. Seorang diri.... Yah....gw seorang diri duduk disana, nyaris beberapa lama mengeluarkan dan membuang semua yang harus dibuang dan membuat gw galau mampus beberapa menit lalu. Jemari gw mulai meraba-raba sesuatu, mencari-cari tuasnya. astagahhhh kemana dia? biasanya dia ada di sisi sebelah kanan, tapi ini kenapa gak ada? tangan kiri gw pun secara reflek ikut mencari di sisi kiri, tapi gw benar-benar tak menemukannya! Kali ini gw bukan lagi galau melainkan panik! Anjrittttttt, kemana keran toiletnya astagahhhhh moso gw gak cebok sih, arggggggghhhhhhhh Arsitek guoblok mana sih yang bangun cafe ini? loe kata disini Eropa, Amerika apah? bikin toilet gak ada keran airnya. moso gw harus cebok pakai tisu

Minggu, 01 April 2012

Huru Hara Asmara


Gw: "Terus maunya gimana?"
Si Kepo akut: "Yah kamu jangan nulis status gitu lagi."
Gw: "Kan aku dah minta maaf tadi, oke! kenapa jadi dibahas lagi sih?"
Si Kepo akut: "Aku sakit hati tauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu"


Ahhhh.....terjadi lagi! Huru hara asmara kali ini make me under control. Ingin rasanya menumpahkan semua gelembung-gelembung amarah, ketidak nyamanan, uneg-uneg atau apapun itu namanya ke dalam birahi amarah yang sudah terlanjur pecah malam ini jika saja tak memikirkan ada beberapa pasang telinga yang mungkin saja bisa curi-curi dengar dari bilik-bilik sebelah kamar gw.

Kata pamungkas sebenarnya sudah sampai di ujung lidah, hanya tinggal digelontorkan saja. Tapi disaat-saat genting seperti ini, gw terngiang-ngiang akan quotes Panda, teman gw : "Pertahankan jika kamu merasa itu cukup berharga" dan itu gw jadikan senjata ampuh untuk memberikan sedikit celah untuk logika gw mengikis emosi gw yang sedang meletup-letup.

Sungguh, dua kata: MERINDU MANTAN yang gw tulis sebagai status di Yahoo Massager gw menjadi biang keladi perseteruan asmara kami yang meletup sejak sore hingga lepas acara kencan malam minggu disebuah kedai kopi modern disekitar kompleks tempat gw tinggal

Selasa, 06 Maret 2012

Mengoprek ngoprek

"Gak bisa diem ya tangan loe?"

Itu mungkin sebaris kalimat yang paling sering gw dengar dari orang-orang yang sudah mengenal gw cukup lama. sebaris kalimat yang sebenarnya ditujukan untuk memprotes keras setiap kali jari-jari gw sudah mulai beraksi.

Gw akui ini sudah menjadi semacam habbit yang agak susah untuk dikendalikan apalagi ditinggalkan. Dan aksi tangan ini akan gw berikan julukan terhormat yaitu MENGOPREK NGOPREK, hahahahahaa......

Dalam kondisi diam, secara otomatis jari-jari tangan gw akan mulai menari-nari disemua bagian tubuh gw yang bisa gw jangkau. Dan daerah pertama yang akan jadi sasaran jari-jari tangan gw adalah muka! entah mengapa mengoprek-ngoprek komedo disekitar hidung gw adalah kegiatan yang sama asoynya dengan ngupil. Tapi jangan pernah berfikir kegiatan oprek mengoprek ini akan berakhir hanya disekitar hidung, karena setelah komedo disana sudah tidak bersisa, dan hidung gw sudah menjelma bak jambu air yang mengkal memerah, jari-jari gw pasti akan berpindah ke pangkal allis gw dan mulai mengoprek-oprek kulit-kulit mati yang mulai mengering dan terkelupas.

Apakah selesai hanya sampai disitu saja?

Owww, anda salah besar kawan kalau sempat memikirkan pertanyaan itu, karena kegiatan oprek mengoprek gw bisa gw pastikan terus berlanjut. Dan daerah sensitif selanjutnya yang akan gw jamah adalahhhhhhh......Belahan pantat! hahahahahahahahaha....eeeeiiitttssss tp tidak ada pembahasan soal urusan mengoprek oprek yang satu ini, karena memang tidak bisa dijabarkan dengan susunan kalimat, hanya bisa dinikmati.

Tapi yang pasti kegiatan mengoprek oprek yang berbuah kecaman keras dari orang-orang terdekat gw adalah kegiatan paling asoy dan menggelinjang di jagad raya ini. coba deh!!!!

Kamis, 27 Oktober 2011

Pipis dimana?


Gw lari terbirit-birit, ada sesuatu yang terus bergejolak di dalam kantung yang tersembunyi di bawah sana, minta segera dikeluarkan.

Balik pohon? ahhhhh terlalu banyak mata yang akan memandang, belum lagi cerita-cerita mistis yang intinya akan membuat "sesuatu" dibawah sana akan "membesar" dengan sendirinya jika jin iprit penunggu pohon merasa terusik dengan bau pesing yang dikeluarkan dari bawah sana.

Kemudian gw berlari kocar kacir lagi, karena sesuatu yang hendak keluar itu semakin mendesak, dan pilihan selanjutnya adalah tembok tinggi yang menjulang di depan sana dengan tulisan-tulisan grafity yang entah apa maknanya, tapi kemudian gw terhenti manakala membaca sederet tulisan besar-besar yang sangat menjengkelkan. "SELAIN ANJING DILARANG KENCING DISINI" ahhhhhhhh.....

Tak tertahankan sudah, sesuatu yang hendak keluar dari tadi, mancur dengan sendirinya tanpa bisa gw cegah, serrrrrrrr.........

Gw terbangun dengan gelagapan, kasur gw basah, boxer gw apalagi, bantal guling gw ikut benyek tersiram air seni, ahhhhhhh gw ngompol. asemik!

Rabu, 21 September 2011

Bau iler yang sexy



My Ex sedang menyetubuhi tuts-tuts keypad laptop di depannya, sambil sesekali tertegun membaca artikel yang sedang dicarinya, dengan tak lupa memonyong-monyongkan bibirnya agar terlihat serius.

Tak lama kemudian dia menghempaskan pantat montoknya di sisi gw, sambil ikut mencomot cemilan ketan bertabur kelapa parut yang tergeletak diatas kasur tempat kami berdua duduk kini.

My Ex: "Tau gak sih Bee, ternyata penyebab ileran kalau tidur itu adalah kondisi mulut yang gak sehat dan kurang bersih."

Gw: "Hehhhhhh.....Kamu nyindir aku nih?"

Makhluk unyu itu hanya tersenyum lebar, sembari memamerkan deretan giginya yang rapih dan putih.

My Ex: "Terus supaya gak ileran, kalau tidur itu sebaiknya terlentang, bukan tengkurep atau miring, itu supaya air liur yang ada di mulut gak tumpah."

Gw: "Mana aku bisa tidur sambil tetep jaga posisi biar gak kaya main bola, miring kiri miring kanan."

Ex: "Terus ada lagi bee, biar sedikit mengurangi iler yang tumpah ruah kalau tidur. sebelum tidur kumur-kumur pakai air sirih."

Gw: "Emang aku aki-aki disuruh kumur-kumur pakai aer sirih. lagian dari tadi bolak balik balik ngebahas ileran kalau tidur. Emang kamu pikir aku ileran kalau tidur?"

Dia tak menjawab melainkan menyodorkan bantal yang gw pakai tidur semalam.

My Ex: "Coba cium tuh ujung bantalnya."
Gw: "Uweeeeeeeeekkkkkkk....bau apaan neh, busuk macam tong sampah."
My Ex: "Bau iler kamu sayang. itukan bantal kamu."
Gw: "Fitnahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh #teutep ngeles#

Minggu, 02 Januari 2011

Ala-ala penari ronggeng


Gw duduk dibangku kayu panjang warna cokelat kopi, persis dekat jendela kaca bening dengan pemandangan lanscape pertokoan di luar sana. Bertiga gw duduk di sana, tapi tak ada kata diantara kita, masing2 sibuk dengan selembar kertas A4 putih yang ditulisi beberapa deret skenario pendek.

Gue sedikit menoleh ke arah suara yang datangnya dari depan pintu geser bertuliskan "RUANG CASTING" diujungsana. Perempuan cantik itu hanya mengenakan jeans biru belel dan blus putih yang dilpisi dengan cardigan merah cabe dan stilito merah klasik plus make up tipis yang membuatnya seperti buah ceri yang ranum dan siap dipetik.

Teman gw yang jangkug masuk ke ruang casting dengan santai sambil senyum2 ke arah gw dan temen gw yang kribo dan hitam pekat (gw rasa manusia satu ini sudah dihisap sari madunya sehingga yang tertinggal hanya ampas hitam pekatnya saja). Gw kemudian memastikan photo close up dengan senyum selebar tiga jari ala model-model sebuah majalah remaja sudah lengkap dan siap ditasbihkan pada Casting Director di dalam sana.

20 menit kemudian perempuan itu mucncul kembali kemudian dan kali ini meneriakkan nama gw dengan cukup sexy membuat gw horny seketika.

Diruang casting.......

Casting Director: "Gw lagi butuh actor untuk film laga, pengen lihat dong loe berantem."
Gw: *Dalam Hati sajah* "Mampussssssssssss.....seumur2 gw gak pernah berantem, gak pernah nabok orang, gak pernah nonjok orang gak pernah tendang orang, gak pernah nodong orang, gak pernah....gak pernahhhhhh....gak pernah......gw anak baik-baik sejak lahir"
Casting Director: "Woiiii..buruan dong, masih banyak yg antri tuh." kata Casting Director diikuti tawa cekikikan kedua teman gw yang masih terus berdiri dibelakang CD untuk melihat aksi gw.

Glekkkkkk.....hanya bisa menelan ludah yang terasa lebih pahit dari kopi pekat ketika melewati tenggorokan. Dengan sangat meyakinkan gw pasang kuda-kuda, kemudian mulai beraksi.

Gw: "Dasar bajingan kauu Suzanna......."
ciattttt....ciattttt...ciaaattttt....gedubrak #acting jatuh# bakkk...bukkkk...bakkkkk...bukkkkk....kempryanggggggggggggg.......

Casting Director: "CUTTTTTTTTTTTT...!!!!!!" teriaknya kencang. "Lo beranten apa nari ronggeng?"
Gw: ......#Benggong, pengen langsung ngilang ke kutub utara#

Hanya gelak tawa super duper kencang yang kemudian gw dengar membahana diruangan sempit ini.

Senin, 13 Desember 2010

Kasad Hidrolis


Mata masih belekkan, iler masih basah dan tergambar jelas di sudut bibir dengan aroma busuk yang menusuk indera penciuman gw sendiri. Tapi ada daya gw seret juga langkah gontai gw menuju kamar mandi dengan tubuh nyaris telanjang.

Byak byuk byakkkkk....
satu-satu butiran air yang dinginnya audzubilah mengalir ditubuh gw yang sawo mateng.

06.30 WIB Jakarta masih diselubungi kabut hitam bekas asap kendaraan hari kemarin, dengan desiran angin pagi yang lumayan dingin menerpa wajah gw yang masih beraroma bantal. kaki gw melangkah satu satu menyusuri flyover disekitar Taman Ria senayan menuju wima Lumba-Lumba diseberang Gatot Subroto.

Masih sepi, kemungkinan penghuni wisma ini masih terbuai mimpi hingga lupa bangun pagi dan apel di lapangan utama. Dipintu gerbang gw sempat berdiri sejenak, sambil mengatur nafas gw yang tersengal-sengal. Di depan sana, hanya berjarak beberapa depa dari tempat gw berdiri, seorang pria setengah baya dengan baju lorengnya duduk sambil terkantuk kantuk.

Gw: "Pagi pak."

Tentara: "Pagi." sahutnya sedingin salju. "Mau kemana?"
Gw: "Mau ke Apartementnya KASAD HIDROLIS."
Tentara: "Kasad Hidrolis?" sahutnya melonggo.
Gw: "Iya pak, KASAD HIDROLIS. Saya ada janji dengan putrinya.
Tentara: "Gak salah alamat mas?"

Gw: .....tak menjawab, hanya menggelang syahdu dengan senyum dibuat semanis mungkin, agar diloloskan masuk ke dalam.
Tentara: "Disini gak ada KASAD HIDROLIS!
Gw: "Saya sudah sering ke sini pak? ke lantai 3, di Apartementnya KASAD HIDROLIS."
ujar gw tetap ngotot.
Tentara: "Mas itu bukan lantainya KASAD HIDROLIS tapi KADIS HYDROS!"
Gw:.....Pasang muka se bloon mungkin.

Selasa, 26 Oktober 2010

De'Javu Kursi Bioskop


"Ting...tongggg
Perhatian....perhatian! pintu theater telah terbuka dari tadi, bagi anda yang belum memiliki tiket, buruan beli benconggggggggg!!!!!"

Mata gw melotot ke arah layar besar yang sedang mempertontonkan adegan-adegan syurrr, dengan mulut penuh popcorn, sambil kaki bersila di atas kursi empuk berwarna merah darah yang terbuat dari kain bulu halus dan menebarkan wangi sabun colek, Step up 3 is showing now.

"Dukkkk...."
Gw agak sedikit terhenyak sebenernya, tapi yah sudahlah. Sambil mata kembali melotot ke arah big screen di depan sana dan mulut menyeruput capuchino blanded.

"Dukkkk...."
Kepala yang ternyata milik seorang perempuan di depan gw berbalik arah dan memelototi gw tajam tanda tak suka. Dan kontan membuat gw hanya bisa tersenyum kecut.

"Dukkk...."
Nafas gw tertahan sejenak, dengan raut wajah mulai mengencang menahan emosi yang sedikit terpancing, sementara di belakang sana justru terdengar suara cekikikan milik seorang perempuan dan seorang lelaki.

"Dukkkkkk....."
Perempuan itu berbalik dan terlihat akan memaki, namun urung karena segera ditahan oleh laki-laki yang kemungkinan adalah pacarnya, perempuan itu berbalik lagi dan kembali menerjemahkan setiap adegan-adegan film Madagaskar 2 di layar putih keperakan beberapa meter di depan sana."

"Dukkkkkkkk....."
Tanpa ba bi bu lagi, gw langsung berbalik dengan raut wajah kencang pertanda tidak suka, mendapati sosok laki-laki jangkung persis di belakang gw dengan raut wajah tanpa dosa."

Nice! ternyata cukup ampuh, gw kembali mentelaah setiap scene demi scene film step up 3 yang telah lama gw nanti-nantikan.

"Dukkkkk....."
"Mas bisa gak sih nggak tendang-tendang! ganggu tau!" maki perempuan di depan gw.
"Sorry gw gak sengaja."

"Dukkkkkk......"
Kontan gw berbalik dan mengacungkan jari tengah gw persis di muka laki-laki kurus tengil dengan kaki panjang di belakang gw.
"Loe tendang sekali kursi gw GAMPAR loe."




sisanya tulis disini

Sabtu, 04 September 2010

Basahhhhhhhhhh...!!!!!!


Peluh mulai membasahi sekujur tubuh gw dan dia, nafas kami pun sudah tersengal-sengal. suhu badan juga mulai membara dan membakar libido kami

perlahan kurapatkan bibirku ke bibir ranumnya, mengecupnya perlahan, perlahan saja. tapi beberapa detik kemudian ciuman gue mulai liar. bibir ranumnya gw kulum, lidahnya gw hisap sedalm mungkin, langit-langitnya gw gelitik dengan ujung lidah gw, dan dia menggelinjang dasyat.

"Owwccchhhhh....." Erangnya semakin membakar dahaga gw.


Entah sudah berapa lama kami berpangutan, bibir gw sudah mulai mati rasa, tapi gw tetap menikmatinya. gw sangat suka berciuman masalahnya, jadi gw gak akan peduli walau mata sudah perih kelilipan keringat.

Baju di badan kami sudah tanggal entah kapan, mulus kulitnya semakin membuat gw bergairah. sejenak gw lirik putingnya mengeras dan berwarna nyaris merah jambu. gw hisap sejenak karena tak tahan melihatnya.

"Masukinnnnnn" bisiknya mesra dan mendesah membuat gw hilang kendali.

Arggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Gue terbangun dengan peluh yang membasahi sekujur tubuh, dan nafas tersengal-sengal. gw lrik jam di pergelangan tangan gw, masih jam 12 siang, masih jauh dari waktu berbuka puasa.
ada yang aneh rasanya di selangkangan gw, rasanya lengket, dan begitu gw teliti jiahhhhhhhh gw MIMPI BASAH, gw muncrat tengah hari bolong, jiahhh puasa gw gimana ini?


Sabtu, 21 Agustus 2010

Pura-Pura Lupa


"Makan atau minum dibulan puasa itu tidak akan membatalkan puasa jika seseorang yang makan dan minum lupa jika saat itu sedang menjalankan ibadah puasa"

Kira-kira begitulah kalimat yang tetap menancap diotak gw sejak gw kecil. Dan kalimat itu selalu menjadi penyejuk hati dan pembenaran setiap kali gw kelar mengendap-ngendap ke dapur dan meludeskan opor ayam sisa sahur.

Gue: "Oppssss.....LUPA!"



Atau menjadi penenang hati kala gundah dan merasa berdosa setelah menegak segelas sirup rasa melon dingin ditengah hari bolong.

Gue: "Yah, LUPA!


Selamat menunaikan Ibadah Puasa kawand-kawand tercinta.


PS: Main ke sini juga yah, ada yang baru, kali ajahmasih pada perlubajulebaran, heheheheheee.....


Selasa, 20 Juli 2010

Cara kentut yang elegant


"Brotttttttt.....perrrrtttttttt....."
Ahhh, lega nian perut ini, setelah beberapa detik lalu angin yang menyebabkan perut gue dilanda gonjang ganjing tak terkira sukses keluar dari "pintu belakang"

Kejadian bawah sadar ini (baca:Kentut) adalah aktifitas favorite gue yang sudah menjadi rahasia umum di apartemen gue manakala matahari menyingsing dari ufuk timur. Aktifitas kentut pagi adalah moment yang selalu gue tunggu-tunggu dan tidak boleh terlewatkan karena akan menjadi soundtrack hidup gue sepanjang hari. Rela dah gue gak sarapan asal bisa kentut tiap pagi dengan sukses.


Dulu, dulu banget cara gue kentut tidak sebesar dan sekencang beberapa tahun terakhir, masih agak malu-malu, sehingga bunyi yang dihasilkan tidak "Pretttttt....Bropptttttt" melainkan "Pssstttt" diseratai wangi yang tiada tara.

Kejadian ini berawal ketika gue dan bokap gue tengah duduk sore sambil menikmati teh dari cangkir masing-masing. Kami berdua duduk bersila, berhadap-hadapan, gue sedang asyik mahsyuk utak atik hape gue, sementara bokap asyik dengan sebatang rokok kretek yang terselip di sudut bibirnya sambil sesekali menghembuskan asap putih dari dalam paru-parunya. Tapi tiba-tiba, Bapak menunggingkan sedikit (sedikit saja) pantatnya lalu "Brottttttttttt" bersenandunglah simphoni memekakkan telinga itu disertai mimik wajah bokap yang penuh kepuasan.

Sejak itulah cara kentut malu-malu "Pssssttttt" gue berganti dengan cara yang lebih elegant "Prottttt.....Brottttttt"

Like Father Like Son

Sabtu, 03 Juli 2010

Lebay aja dibilang romantis!


Kalau nonton film cinta-cintaan apalagi film-film Indonesia, selalu bisa kita temui adegan-adegan romantis yang menyaksikannya bisa bikin meleleh dan ujung-ujungannya nangis bombay ala film india. Dan untuk orang-orang yang tengah dimabok cinta, adegan-adegan romantis itu bisa menjadi referensi yang bagus untuk dicontek habis-habisan demi bisa meluluh lantakkan hati sang pujaan hati.

Pernah ngelakuin adegan-adegan romantis dalam film di kehidupan nyata?

~GUE PERNAH!!!!!!~


Tapi cilakanya justru adegan-adegan romantis itu malah jadi malapetaka. Boro-boro diterima jadi pacar, yang ada justru gue dimusuhin sama orang-orang yang gue PeDeKaTe-In.

Here we go...

Zaman ketika baru menginjak usia 20-an, gue pernah sangat jatuh cinta sama seorang makhluk manis dan mengutarkan perasaan gue melalui SEX TAPE, upsssss.....maksud gue voice tape dengan menggunakan recorder yang boleh minjem dari temen, dimana diantara rayu-rayu gombal gue, gue melengkapinya dengan potongan lagu-lagu dari Dewa Bintang 5 (Dewa 19), dan kelakuan tolol ini bukannya membuat gue diterima sebagai pacar oleh Makhluk manis itu, melainkan jadi bulan-bulanan dan bahan celaan karena aksi itu rupanya tercium oleh teman-teman se-gank si makhluk manis, maka jadilah voice tape itu menjadi konsumsi publik. Untung kagak masuk infoTAIment, bisa berakhir dipenjara hidup gue.

Dan aksi romantis yang cukup lebay terjadi setahun lalu. Demi bisa meluluh lantakkan hati sang pujaan hati, ditengah malam buta gue rela berdiri depan kos-kosannya dengan tidak lupa mengirim sepotong sms kepada dia.
"Aku lagi berdiri depan kos kamu sekarang, please keluar ke balkon sebentar aja. Aku cuma ingin lihat wajah kamu, setelah itu aku akan pulang, aku kangen sekali sama kamu"

"Kok jadi lebay gini sih? aku gak mau keluar!"

"Kalau kamu nggak keluar, aku akan tunggu kamu disini sampai pagi."

Dua jam berlalu.....
dan entah berapa batang rokok yang gue sulut untuk menemani gue yang malam itu hampir beku menahan hawa dingin. sebenernya berharap malam itu turun hujan biar lengkap aksi sok romantis yang gue adptasi dari adegan-adegan di sinetron.

Tak lama kemudian seorang bapak lengkap dengan kumis tebalnya nonggol dari balik pagar.
Bapak berkumis: "Lagi nunggu siapa mas? mau curi mobil ya?!"
Gue: ~BENGONG~

SEE?
ternyata adegan-adegan romantis yang ada di film untuk meluluhkan hati sang pujaan hati adalah OMONG BESAR!

Sabtu, 12 Juni 2010

Klepto Cilik


Ketika gue cilik....
The Devil Inside me: "Ambilnya jangan dipinggir semua, 20 ribu di pinggir, 50 ribu ditengah-tengah, biar gak ketahuan"
Gue: "Baiklah!!!!"


Sleppp....sleeepppp....
selembar uang dua puluh ribuan dan selembar uang lima puluh ribuan secepat kilat berpindah dari peti harta karun nyokap gue ke saku baju gue. Setelah itu celingak celingku macam rampok kelas wahid, dan menggembok kembali peti kayu keramat itu.

Gue: "Amannnnnnnnnnn"


Esoknya......
Nyokap gue sedang duduk bersila di depan peti harta karunnya, sebuah kotak kecil kayu, semacam kotak amal di mesjid-mesjid yang gue t emui ketika sholat jumat bareng Bapak gue.
Nyokap gue tengah menaburkan sesuatu dalam peti harta karunnya dengan ekspresi entah marah, entah kesel entah apa.

Gue: "Ngapain sih Ma? itu apaan di taburin ditaburin disitu?"
Nyokap: "Ini lagi nebarin kacang ijo."
Gue: "Buat apa? enak juga kacang ijonya dibuat bubur kacang ijo."
Nyokap: "Ini buat penangkal tuyul, ada tuyul dalam rumah, duit mama ilang lagi 70 ribu."
Gue: ..........
#Benggong, lalu kabur sebelum ditimpuk sekarung kacang ijo#


SEKILAS INFO:

Ada yang baru juga di CRAZY NO PLAY, please check it out sebelum kehabisan


Jumat, 21 Mei 2010

Rasanya seperti terpotong


Gile ye diluar sana puanasnya macam direbus dalam tungku besar, membuat perjalanan (kaki) gue bersimbah keringet segede-gede buah semangka menuju PIM 2 untuk nebeng internet gratis dari temen gue yang jaga warnet disini.

Tejadilah percakapan singkat ini:

Gue: "Woiiiii"
Temen gue: "Halah mau nebeng internetan aja basa basi low ndcuk!"
Gue: ....Nyengir lebar banget....


Baiklah, tema kita hari ini adalah seputar titit. Jiakkkkkkk.....*sembunyi dalam karung sebelum diobok-obok forum pembela apalah itu*

Sudah pada sunnat belom? anggap aja belom! karen kisah goblok ini terjadi ketika gue masih imut-imutnya.

sore itu mak gue sudah teriak-teriak dengan syahdunya seperti biasa.
Mak gue: "Mandi sana, badan dah bau gorila tau."
gue: .......Ngesot menuju kamar mandi.......


Dan ketika sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menempel ditubuh imut ini, mulailah gue memegang si Junior dan Cueeeesssssss, pipis dengan indahnya. agak-agak geli gimana gitu.

kencing selesai, belingsatan selesai, iseng-iseng gue tarik kulup si junior kebelakang dan, wekkkkssssss, banyak amat smegmanya yang menempel di sana. gue colek aja dikit dan membauinya didepan idung gue, weeeekkssssss......baunya masya alloh.
tanpa mikir lagi segera gue ambil parfum yang ada dikotak perlengkapan mandi, dan cesssss......cesssss....cesssssss *gue menyempot kepala si Junior dengn pafume*
Huaaaaaaaaaaaaaaaaa........
Anjrit, perih banget. untung aja kepala si Junior tidak terpotong seketika.


Selasa, 20 April 2010

1/2 BackPacker: Jogja

Ambon manise: "Udah beli tiket bus mas?"
Gue : "Belom, skrng masih jam 8. Tar aja siangan!"
Ambon manise : "What???? Udah packing?"
Gue: "Belom, baju yang mau dibawa baru dicuci dan dijemur 5 menit lalu."
Ambon manise: "What??? GAK NIAT! Berangkatnya jam 4 sore ini kali mas."
Gue: *Senyum lebar banget*
Ambon manise: *KLIK* hape dia putus, dan langsung jedotin kepala ke tembok.

-------------------------------------------------------------------------------------

Pekik klakson metromini, angkot, ojek saling bersahutan membuat harmoni musik memekakan telinga ditambah teriakkan kernet yang saling berlomba mendapatkan penumpang membuat suasana terminal Lebak Bulus makin carut marut.

Calo tiket bus membuntuti gue lalu mensejajarkan langkahnya disebelah gue sambil merayu dan menyodorkan tiket bus executive kelas wahid. Sedangkan gue tetap cuek bebek sambil sesekali melambaikan tangan tanda "gue gak butuh"
Satu demi satu loket tiket gue sambangi dengan perasaan ketar ketir, ditambah pantat yang cenat cenut nahan kentut ketika semua loket memasang label ~SOLD OUT~ "Mampus tujuh turunan" batin gue sambil tetap pasang senyum manis demi menjaga harga diri dan martabat di depan calo yang setia membuntuti gue. ~pengen sentil tititnya deh~

Segera meraih ponsel dan googling dengan perasaan makin kedat kedut.
Pesawat S********A air 776rb, MAMPUS!
Pesawat GI 2juta something, MAMPUS!!
Pesawat ADAM AIR,no found, dah tutup bodoh!
KA bisnis class 290 sekian ~Sold Out~, MAMPUS!!!
KA ekonomi, 38ribu ~didalam jadi ikan sarden sangking penuhnya~, OGAHH!!!!
KA eksekutif, 300rb something, ~Sold Out~ MAMPUS!!!!

Huaaaaaaa.....pengen cakar-cakar orang deh rasanya, ada yg mau gue cakar gak?

Calo: "Habiskan tiketnya bang? Makanya beli tiket gue ajah. Bus eksekutif bang, ada toilet di dalam, smoking area, makan malam...
Gue: "Udah pernah NELEN sendok ama garpu gak?" Potong gue sambil ngeloyor pergi, takutnya gue yang dipaksa makan sendok ama garpu.


-------------------------------------------------------------------------------------

Bus eksekutif Ramayana meluncur membelah kemacetan jalur PANTURA, dengan kondisi AC yang mendadak tak berfungsi.
Diluar sana, dari balik kaca bus, gue bisa melihat perempuan-perempuan yang telah bersolek apik berdiri dipinggir jalan remang-remang macam manekin yang siap diangkut. "Boleh mampir gak pak sopir?" Kayanya dah lama gak buang lendir. Qiqiqiqiiii.....

Gue duduk tepat disebelah pria berbadan gempal, yang menggunakan jaket parasut macam pemain bulutangkis jaman baheula lengkap dengan ponsel yang terus menempel dikupingnya. Gue melirik si Jongos, temen seperjalanan gue yang telah terkapar dengan posisi yang enggak banget persis di sebelah sopir.

Price:
Bus Executive Ramayana, Terminal Lebak bulus jakarta Selatan - Terminal Giwangan Jogja Rp. 190.000, perjalanan 16 jam.
-------------------------------------------------------------------------------------
Rest area, tempat makan malam tepat jam 9, mendadak gelap gulita. Sorak sorai macam di kandang ayam segera membahana disetiap sudut ruangan. Bagussssssss....kali ini pengen cium sopirnya pake bakiak!
-------------------------------------------------------------------------------------
JOGJA, 1st Day

Satu-satu penumpang sudah turun, hanya menyisakan beberapa orang. Gue dan si jhongos saling pandang tak tahu harus berbuat apa. Kita berdua bakal hilang di Jogja, oh gosh! Ternyata kita berdua tidak tau apa2 tentang seluk beluk jogja, tanpa informasi tanpa peta. Hahahahahaa......
Muka belekkan ini semakin bertambah ancur gara2 panik, sedangkan Jhongos stay cool dengan wajah sok innocent, padahal panik juga. Wakakakakkk.......
-------------------------------------------------------------------------------------
Kali ini kami sudah bertiga menyusuri lorong-lorong Pasar Bringharjo. Si peranakan Ambon Manise dan NTT sudah gue temukan duduk benggong di bawah pohon beringin lengkap dengan backpack hitamnyanya yang penuh sesak macam orang diusir dari rumah.

Pasar Bringharjo bergejolak pagi itu, orang-orang lalu lalang macam pasukan semut, ditambah sebagian tengah asyik menyantap sarapan pagi mereka yang kesiangan diantara ibu-ibu pedagang yang duduk bederet-deret. Dan kami bertiga adalah diantaranya yang tengah asyik mahsyuk melahap kuliner kami.
si Jongos tengah melahap Nasi Pecel Mie plus bertusuk-tusuk sate telor puyuh, si Ambon Manise justru sibuk memotret gue yang tengah berjibaku dengan seporsi Cenil berbungkus daun pisang yang gue beli seharga 5 ribu rupiah dari Ibu tua berkebaya di sudut pasar terlengkap di kota Pelajar ini.

5 menit kemudian....
Ambon Manise: "Mas tanya dulu kali harganya! tar kita dikibulin loh."
gue: "Telat dodol, makanannya dah mau habis"

2 menit kemudian.....
Ambon Manise: "Pinten bu?
Si Ibu pedangan: "Pecel 3, es teh manis 3, sate telor 3, sate ati ampla 1, kerupuk 1, semuanya 47 ribu.
Ambon Manise: "Mahal tau mas, kita KETIPU nih!"
-------------------------------------------------------------------------------------
Malioboro penuh sesak, seolah berjubel2 orang telah ditumpahkan dari langit. Bule-bule innocent bertebaran disepanjang jalan lengkap dengan orang-orang lokal yang mendadak jadi turis

Semua gang disepanjang Malioboro telah kami jelajahi, penginapanan dan homestay khusus BackPacker PENUH sesak. Nihil. Tukang becak pun tetap setia silih berganti membuntuti kami.
Tukang Becak: "Becak mas! 5000 aja, diantar bolak balik dari toko Bakpia, sampai ke toko kaos Dagadu."

Koor: TIDAKKKKKKKK!!!!!!!!!! kami butuh penginapan!

-------------------------------------------------------------------------------------
Penginapan yang tampak etnik dan sedikit spoky di Jl. Sosrowijayan Malioboro menyelamatkan kami bertiga yang macam kucing kehilangan induk tengah keliaran ditengah hari bolong lengkap dengan Backpack di punggung.
kamar sumpek nan bau apek yang hanya dilengkapi TV 14 inch, ranjang dan pan seharga 100 ribu semalam menjadi istana kami selama beberapa hari di kota Gudeng ini.
-------------------------------------------------------------------------------------
Hampir pukul 2 siang ketika dua becak yang kami tumpangi dan ogah ditawar akhirnya tiba dengan selamat dikawasan Wijilan. Gudeg Yu Djum yang terkenal endang gurindang (baca;enak) menjadi menu makan siang paling poll.
Jongos: "Mbak gudeg paha atas satu lagi."
Ambon Manise: "Haduhhhh?! *Takjub*
Jongos: "Soal transport dan penginapan bolehlah ala Backpackeran, tapi soal makan, No way!!! gue LAPAR!!!!!!"
-------------------------------------------------------------------------------------
Gue: "Ngapain sih kita ke Museum?"
Ambon Manise: "Photo-Photo."
Gue: "Gubrak!!!"

Maka jadilah Benteng Vredeburg yang makin terlihat garang dibawah terik matahari kami explore habis-habisan. Berbagai pose dipragakan dengan cermat dan tepat. Pantang mati gaya itulah motto kami.

Price:
Tiket masuk benteng Vredeburg Rp. 750
-------------------------------------------------------------------------------------
Candi Prambanan berdiri angkuh dihadapan kami, fuihhhhh terbayar sudah perjalanan panjang selama nyaris 1.5 jam dari Malioboro menggunakan Trans Jogja. hanya dengan Rp. 17.500 saja kita sudah bisa menikmati keanggunan sekaligus keangkuhan Candi Loro Jongrang. Maksud hati ingin meyaksikan Ramayana Ballet yang kerap dipertontonkan di Candi ini namun sunghuh sayang di sayang ternyata pertunjukan tersebut digelar setiap selasa dan kamis dengan harga tiket Rp. 150.000 saja, sementara kami berkunjung ke Candi Prambanan dihari Sabtu ajah.

Pantang mate gaya memang quote paling mujarab yang harus diterapkan setiap backpacker gak niat macam kami, maka setelah puas ngider-ngider dan photo-photo dengan berbagai macam gaya dan aksi tibalah saatnya menutup piknik ini dengan menikmati es kelapa muda seharga 7000 perak dibawah temaran sunset yang indah.

--------------------------------------------------------------------------------------------------
JOGJA, 2nd day.

Hal yang paling menjengkelkan adalah harus menuggu di halte Trans Jogja, yang kecil dan sumpek. sementara trans jogja yang menjadi moda transportasi paling beken saat ini di kota gudeg ini tak kunjung datang. 15 menit menunggu bersama peluh yang bercucuran ditambah aroma keringat yang bau kecut menambah penderitaan ketika bus yang ditunggu2 ternyata penuh.

cuma perlu nyali nekad untuk ikut berjibaku bersama penumpang lain didalam mini bus, bergelantungan diantara rimbun bulu-bulu ketek yang berhamburan dari cela lengan baju penumpang lain. membuat perjalanan ke Kota Gede yang merupakan pusat kerajinan perak di Jogja. Bukan untuk beli kerajina perak tentunya, melainkan untuk photo-photo dengan gaya baru. qiqiqiqiqiqi.....

Sore hari kami habiskan dengan menikmati bergelas-gelas teh jahe beraroma daun sereh yang pekat di sebuah cafe di Kota Gede seharga +/- 15.000 ribu per poci *profil Backpacker gak niat*
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Satu kawan tepar dikamar setelah menikmati menu burung dara seharga 30.000 di lesehan Malioboro, alhasil malam minggu cuma gue lewatkan bersama si Ambon manise, numpak becak ke alun-alun selatan seharga 30.000 bolak balik, mencoba tantangan melewati dua pohon beringin dengan kain hitam (sewa kain 3000 ampe bego) sebagai penutup mata. hasilnya melenceng jauhhhhhhhhhhhh gak kira-kira.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
JOGJA-MAGELANG 3th day.

Harus merogoh kocek 3.000 perak naik trans jogja sampai ke terminal, lanjut dengan bis hanya dengan membayar 10.000 perak untuk perjalanan ke Magelang yang ditempuh sekitar 1,5 jam, disambung dengan naik delman seharga 15.000 untuk sampai ke kawasan desa Borobudur.

berhubung long weekend, Candi Borobudur penuhnya gak kira-kira, setelah antri dan berhasil mendapatkan tiket masuk seharga 17.500, saatnya mengeksplorasi gaya berfoto di kawasan candi yang masuk dalam 7 keajaiban dunia ini. so here we come beib.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Fakta yang mengukuhkan kami bertiga ternyata bukan 100% backpacker adalah menginap di hotel Ina Garuda di kawasan Malioboro yang harga per-kamarnya semalam suntuk nyaris sejuta rupiah pada malam penutup liburan kami bertiga kali ini, ditambah tiket kereta executive seharga 220.000 dari jogja ke stasiun gambir. Gubraaaaakkkkkkkk...........bener-bener 1/2 BackPacker.

PS: PHOTO2 MENYUSUL, MUSTI DIKECILIN DULU SIZENYA.


Sabtu, 17 April 2010

Pourquoi peut-on costume? Stupide!


Taxi yang gue tumpangi meluncur membelah Selatan Jakarta menuju sebuah pusat perbelanjaan kondang disekitar Senayan Jakarta.
Gue: "Ngebut pak, telat nih."

Mata gue masih sembab, ngantuk berat, kelopak mata gue ogah melek, seperti ada dua toket menggantung disana, ditambah perut yang bersimfoni dengan indah karena cacing-cacing dalam usus gue tengah berkukuruyuk pagi ini.
Sopir: "Kiri atau lurus mas?"
Gue: "lurus."

Dan baru 10 meter, macet menyambut dengan jumawa. Gosh ini weekend gitu.
Gue: "Pak kenapa gak ke kiri ajah sih tadi?"
Sopir: "Kan mas-nya yang suruh lurus?"
Gue: "Gue bilang KIRI kaleeee...."
Sopir: "Baru bangun tidur ya mas?"
Gue: ".........."


Suatu malam di kamar temen gue......

Gue: "Gue dapaet undangan nih ke festival cinema prancis. Dress codenya Fun Stripes. Apaan tuh gue gak mudeng."
Temen gue: "Ow, itu semacam dress kemben."
Gue: "Maksud lo gue pake Tubeless dress gitu? BIG NO."


@Cinemaplax......

Cia: "Sendirian?
Gue: "Ho-oh." kata gue sambil tersenyum selebar mungkin.
Cia: "Kok gak pake baju garis-garis?"
Gue: "Heh???????


Seketika pandangan gue berputar ke segala arah, dan gue berasa terjebak diantara puluhan orang yang ada ditempat itu dengan BAJU GARIS-GARIS beraneka bentuk dan warna. More so Fun Stripes yeah.
Sementara gue berdiri dengan anggun dalam Man In Black, gue hadir dengan balutan Army look, Mampus gue!!!!! Fashion Blogger yang SALAH COSTUME.
~Angkat sarung, dan siap-siap menghilang ke Antartika~




Sabtu, 03 April 2010

Loe pake? Gue pake!


Makan, makan sendiri
Cuci baju sendiri
............

Lagu Caca Handika ter-cut tiba-tiba waktu gue mendendangkannya sambil menjemur selusin underwear di depan apartement gue. Didalam sana, jerit sms diponsel gue memanggil untuk segera ditengok.


Benk: "Loe pake G-string gak?
yang beristri beranak dan tinggal di Tasikmalaya sms pertanyaan yang buat gue otomatis ngakak sejadi-jadinya.

Gue: PAKE!

Sambil melirik genit celana selip pantat A.K.A G-string item gue yang tergantung di jemuran.
Tentu dengan senyum nakal penuh arti.

Benk: "Gue juga pake"

Bwakakakakaaaaaaaaaaa....

Kamis, 18 Maret 2010

Gue Divermak!!!


Kau membuatku merasa indahnya jatuh cinta
Indahnya dicintai saat kau jadi milikku..
Oh takkan kulepaskan dirimu oh cintaku
Teruslah kau bersemi didalam lubuk hatikuuuuuuuuuuuuu.......


Begitulah senja itu suara gue yang cempreng-cempreng bechek ini mengalunkan lagu reffren Menghujam jantungku-nya Tompi.
Hihihii....dan gue rasa, gue sedikit beruntung karena penghuni kos yang lain gak datang ke kamar gue dan siram gue pakai air aki. Heheheee.....

Aihhh.....
Gue mematut diri gue didepan kaca retak yang gue cantolin seadanya pada sebuah paku yang tertanam ditembok tak lebih dari 5 cm dari bibir pintu.
Gue: "Beda-beda tipislah sama Indra L.Brugman" ~bathin gue~
*Gubrakkkkkkkkk......*


Ini adalah hari ter-error gue.
Error, because I have do nothing.
Arghhhhhhhhh...!!!!!!
Maka demi menjaga kestabilan mood gue yang kerap tumpang tindih, maka jadilah gue berdendang seperti tadi dengan hanya menggunakan underwear di depan kaca gue yang retak. *najis*

Tapi kok yo, masih ada yang kurang, hati gue masih berasa hampa gitu ~halah~
Oleh karena itu *sudah lama gak pake kosakata ini*
Gue mencoba mencari ide sambil khayang!

"Tokkkkkk.....tokkkkkk"
~pintu kamar gue di ketok, tapi gue tetep aja khayang~
*Bukkkk....bukkkkk.....buuukkkkk...."
~pintu kamar mulai di gampar dgn sadis~

Dengan sangat terpaksa, prosesi mikir gue berakhir dengan terlentang. Lalu nungging dan sempoyongan bangun ngebukain pintu si tamu tak di undang.
Ahaaaaaa......
Ternyata temen se-apartement gue, yang baru seminggu lalu gue racuni jadi blogger, ALDO AKIRA.
Gue: "Eh, elu! Gaya elu poll pisan euy! Dari mana?"
Aldo* "Shopping di Grand Indonesia, neh" celotehnya sembari memperlihatkan tentengannya.
Gue: "Buat gue?"
Aldo: "Mata loe tatoan!" Umpatnya centil. "Ini make up tauk. Harganya bisa beli blackberry onyx yang baru. "
Gue: "What? Cuma satu set blush on seharga blackberry?" ~gue langsung mules~
Aldo : "Ke kamar gue yuk Nek, capcus!"
Gue : "Emang gue nenek-nenek. Sontoloyo!"

~Kamar Aldo, beberapa menit kemudoan~

Gue: "Loe mau ada pemotretan? Mau ada make up?" Tanya gue ketika mendapati seperangkat alat sholat, eh maksudnya alat make up sudah tertata dengan rapi diatas meja di kamar tukang vermak muka artis-artis ini.
Aldo : "Kagak ada!"
Gue : "Lah, terus ini untuk apaan?"
Aldo: "Make up-in loe"
Gue: "Gue? what?" ~shock~

Setelah gue pikir-pikir sambil khayang, okelah! Anggap aja gue terima tantangan hari ini. Lagian yang vermak make up artis kondang ini. Pasti muka gue yang kocar kacir ini bakal dibuat 11-12 ama Indra L.Brugman.
Gue: "Dibuat ganteng ya! Awas kalau nggak gue kebiri loe!"
Aldo: "Beres nek!"
Gue : "Emang gue nenek loe. Sontoloyo!"
Aldo: "Jangan buka mata sebelum selesai. Merem aja."
Gue: "Mampus*




Aldo: "Well done! Open your eye's beib"
Gue: ........SHOCK.......

Mendapati sebelah muka gue lebih mirip Krisdayanti, wig girly, eyeshadow berkilatan, bulu mata palsu lapis tiga, eyeliner tebat, lengkap dengan alis yang nungging syahdu.
Gue: "Alis gue loe cukur sebelah?"
Aldo: "Heheheheheee......."
Gue : ......~GUBRAK~..........sukses pingsan, tapi sebelumnya photo2 biar afdol.

Kamis, 04 Maret 2010

Lewat pantat lebih afdol!


KISAH (CINTA) YANG TELAH USAI HARI MINGGU KEMARIN!!!!!!!

Dokter :"Emang sakit apa?"
Gue : "Sakit gigi. Gusi bengkak. Pipi bengkak sebelah"
Dokter : "Wew, sexy dong!"
Gue : "Sexy pala loe bau menyan! Ky habis di gebok preman terminal neh!"
Dokter : "Pasti bolong giginya?!"
Gue : "Graham belakang, kiri kanan bolong."
Dokter : "Dasar kebo jorok! Banyak belatungnya tuh. Tambel gih!"
Gue : "Dimana?"
Dokter : "Tambal Ban terdekat."
Gue : "Pala loe onta betanduk."


Pesan moral: Orang sakit gigi bawaannya sensi, jd jangan salahkan ibu mengandung, salahkan bapak yg pake sarung!


Ramuan Si Dokter manjur juga, Asam mafenamat tuntas memberantas si nyeri gusi dan pipi yg tembeb sebelah *halah* walhasil dua hari kemudian gue sudah bisa nyanyi-nyanyi lg dikamar mandi dengan riang gembira.
Tapi..........
Begitu bangun pagi dihari ketiga setelah sakit gigi, tenggorokan gue rasanya perih banget. Berasa ada biji kedondong nyangkut di tenggorokan. Jadi emosi jiwa.

Dokter : "Gusinya dah gak bengkak lg?"
Gue : "Nggak."
Dokter : "Bageusssssss......."
Gue : "Bagus kentut loe bau naga besaung! Sakitnya lanjut, skrng radang tenggorokan."
Dokter : "Aku kirimin rokok satu container mau gak!"
Gue : "MAU BENER. aku terima dengan tangan terbuka"
Dokter : "Plakkkkkkkkkkkk.......~tampar pake konde~"

Untugnya di depan apartemen gue ada apotik kecil, jadi tinggal ngesot dikit semua ramuan dr Dokter Beruang Kutub *nama panggilan sayang* sudah ditangan.

1X24 jam kemudian......

Dokter Beruang Kutub : "Mas kamu dimana?"
Gue : "Dijalan."
Dokter Beruang Kutub : "Kamu jalan kaki yah? Mas kamu itu masih sakit, masih demam. Kemang-pondok indah kan jauh, jalan kaki mau berapa lama? Tar kamu bisa ping....*TIT~Pause mode on~

PS: Berung kutub ini kalau dah berkicau *emang beruang berkicau?* suka lupa diri, dasar beruang kutub berkonde!

~Beberapa jam dr 1 x 24 jam~

Gue: "Jadi demam :( "
Dokter Beruang Kutub Berkonde : "Besok jalan kaki lagi yah. Kalau perlu perginya juga jalan kaki!"
Gue : "Jangan berkicau lagi deh, aku beneran lemes bgt skrng."
Dokter Kutub Berkonde : "Coba ukur suhu kamu pakai thermometer deh."

Tanpa menunggu perintah kali kedua, segera gue mengamblaskan thermometer kaca berisi air raksa on my ASS HOLE *Bless.......membuat gue merem melek* wakakakakkkkkk.......

Dokter Beruang Kutub Berkonde: "Udah belom mas?"
Gue : "Baru dimasukin."
Dokter Beruang Kutub Berkonde : "Dimasukin? Bukannya diselipin? Emang dimasukin kemana?"
Gue : "Lobang pantat!" ~senyum nyengir~
Dokter Beruang Kutub Berkonde : "Bwakakakakakkkkkkkk.......ORANG GILA.....wakakakakakkkkkkkk"
Gue : X( *emostion murka*
Dokter Beruang Kutub Berkonde : "Lagian iseng! Ukur suhu tubuh cukup diketek kali mas. Memang sih kl ngukurnya dr *pintu belakang* itu hasilnya lebih akurat."
Gue : "Nah itu dia, biar afdol!"

Gue rasa sebelum jadi dokter, neh bocah berasal dari keluarga penjual obat. Bayangin aja, ramuannya ampuh semua ama gue. Radang tenggorokan gue bablas dalam dua hari. Sehingga gue bisa lagi berkencan dengan syahdunya dengan rokok mild gue.

Senin kemarin, waktu Jakarta sedang di guyur hujan lebat, sore sekitar pukul 15.30.......
Gue : "Mau ke lab mbak."
Mbak2 admin Rs : "Ada surat pengantar dari dokternya kan mas?"
Gue : "Gak ada."
Mbak2 admin Rs : "Harus ada mas."
Gue : ~mulai emosi jiwa~ "mbak saya cuma mau cek typus, gak perlu deh pakai surat pengantar dokter! Orang labnya juga taukan!"
Mbak2 admin Rs : ~mulai pasang tampang jutek~ "tapi disini harus pakai pengantar dokter."
Gue : "Pacar gue dokter!
Mbak2 admin Rs : ~MURKA~ "trus ngapain mas ke rumah sakit kalau gitu?"
Gue : "Mau cek darah di lab! Pacar gue dokter bukan petugas laboratorium! Ngerti?!"
~sambil ngeloyor pergi dengan se-anggun mungkin menuju lab di lantai 2~

Rabu ~magrib~

Gue meringkung ditempat tidur, sekujur tubuh gue gemeter gak kira, gigi gemeletuk beradu. Gue berasa dicemplungin dalam bak berisi es balok. Jaket tebel plus sarung dua lapis gak kunjung membuat gue merasa hangat. Kali ini gue bener2 ketakutan. Apartemen sedang kosong melompong, gak ada orang yg bisa diminta tolong. Ketika thermometer gue cabut dr my ass hole, 39.5 derajat celcius.
Saat itu dikepala cuma ada Dokter Beruang Kutub Berkonde, tangan gue gemeteran sejadi-jadinya, susah payah mencoba hubungin dia, berharap dia sedang gak ngurusin pasien.

Dokter Beruang Kutub Berkonde : "Kamu kenapa mas?" ~sangat panik~
Gue : "Aku kedinginan, sakit banget."
Dokter Beruang Kutub Berkonde : "Kamu demam tinggi, kamu meriang gitu. Ada paracetamol kan? Kunyah sekarang yah."
Gue : "Sakit bgt."
~mulai nangis, asli sakitnya luar biasa, gue gak main-main. Baru kali ini gue demam setinggi ini~
Paracetamol gue kunyah mentah-mentah, jangan tanya pahitnya! Audzubilah!
Gue : "Pahitttttttttttttttttttt........"
Dokter Beruang Kutub Berkonde : "Memang, pencet idung yah, biar gak berasa."
*ajaran sesat neh, wong berasa pahitnya dilidah, kenapa suruh pencet idung? Dimana hubungannya? Dan parahnya gue ikutin pula, dasar aneh! Kebo ketemu beruang bekonde klop deh! Sama-sama aneh*