Senin, 27 Februari 2017

Brothers Date di The Lodge Maribaya Lembang

Bandung itu kalau diibaratkan seperti rupa artis mungkin mirip sama Dian Sastro kali ya, cantik, elok, rupawan, menarik, bikin gemes seperti dedek-dedek gemes yang lagi banyak diburu ama om-om centil haahhahahaha.....

Setelah beberapa tahun ini semua account instagram dijejali dengan berbagai angle photo di Tebing Kraton yang heits itu, baru-baru ini muncul lagi destinasi wisata keceh di Bandung yang letaknya di sekitaran Lembang, The Lodge Maribaya. Katanya, tempat wisata baru ini adalah hasil perkawinan silang antara Kali Biru di Kulon Progo dan Tebing Kraton bandung, jadi untuk membuktikan keabsahannya  maka berangklah gw ke TKP bareng adik bontot gw yang sedang berkunjung ke Jakarta. jadi biasanya kalau gw ngetrip selalu sendirian, maka kali ini judul trip singkatnya adalah Brothers Date!




Brothers Date, Lakik olahraganya Anti Mainstream.
Spot ini berbayar 20ribu per orang. Lumayan bikin Jeper.



Bandung, Di siang hari yang mulai rintik-rintik..........

Kehadiran Ojek dan Mobil online membuat segalanya menjadi sangat mudah, termasuk ketika harus berkunjung ke The Lodge Maribaya dari hotel gw menginap di sekitaran Cimbeleuit, perjalanan seharusnya hanya ditempuh plus minus se-jam-an, tapi karena si AA driver ngikutin jalur yang diarahkan oleh Google Map dan jadi muter-muter maka perjalan yang seharusnya singkat itu malah jadi molor jadi kurang lebih dua jam. Jadi gw sarankan kalau ingin berkunjung ke The Lodge Maribaya akan lebih menghemat waktu kalau loe berangkat dari arah Dago. Lupakan saja si Google Map itu, sungguh gak guna!!!

Lalu apa yang ditawarkan The Lodge Maribaya sehingga gaungnya terdengar kemana-mana dan membuat orang rela datang jauh-jauh ke tempat ini?

Jauh-jauh nyari jodoh ke mari teutep aja gak nemu. ahhh mungkin saja jodoh buat gw belom lahir!


Bangunan ini sepertinya Kafe deh, gw gak sempet turun kesitu. kelamaan antri di spot photo.

Jurus tapak seribu bayangan (bayang-bayang semu, kebanyak di PHP-in).

Klasik sih, tempatnya lagi happening di social media, letaknya di antara lereng perbukitan dengan hamparan pohon pinus macam di film twilligth sungguh membuatnya terlihat seksi dan memanggil untuk dijamah. seperti kebanyakan tempat wisata di Indonesia, memang daya jual tempat ini adalah spot photo yang disediakan oleh pengelola. Dengan hanya membayar 15 ribu rupiah utuk kemudian ditukarkan dengan gelang sebagai tanda masuk loe semua akan disambut ngarai dengan pemandangan pohon pinus dan itu semua loe bisa nikmati dari semacam teras beton campur kekayuan yang sengaja di bangun persisi di depan tangga masuk. Ada 4 spot photo kekinian yng disiapkan oleh panitia untuk mengabadikan moment liburan loe disini. pertama ada sky tree (Persis di Kali Biru, makanya tempat ini dibilang mirip kali biru) lalu ada ayunan yang akan membuat loe merasa melayang-layang diudara karena memang di buat berdiri kokoh diatas jurang, sehingga dari manapun angle photonya loe akan bisa melihat diri loe bermain ayunan di atas pohon pinus, lalu ada semacam seni instalasi bambu serupa Toa dan loe bisa duduk manis di tepiannya untuk kemudian mengabdikan diri loe disana. Dari semua spot yang ada di The Lodge Maribaya, Berspeda diatas bentangan sling kawat dari ketinggian sekitaran 15-20 meter dari permukaan jurang adalah yang paling menantang adrenalin, dan gw pun tak melewatkan kesempatan ini. mungkin gw adalah orang dengan phobia ketinggian berani menantang diri gw untuk bersepeda di spot ini karena pengen di photo dengan kecehnyaaaaaaaaa....



Spot bambu mirip Toa yang berbayar 15K per orang.



Ayunan ini Gratisan, letaknya dekat restoran. Biar hemat eiymmm.


Tapi jangan pikir loe akan bisa photo di ke empat spot ini dengan gratis, karena ini spot berbayar saudara! rangenya mulai dari 15-30ribu rupiah saja per spot PLUS mengantri berjam-jam untuk dapat giliran.  Selain loe bisa mengabadikan semua pose kenarsisan loe dari balik lensa kamera ponsel loe, para photographer proffesional yang di siapkan oleh pengelola juga akan membidik aksi loe, tapiiiiiiii hasil photonya pun tak akan diberikan secara cuma-cuma kawan!!!!! hei ingatlah tak ada yang gratis di dunia ini selain kentut. hahahahaha....

Lagi-lagi spot gratisan, depannya toilet, belakangnya area privte camping.


10 ribu rupiah per photo akan loe bayarkan kepada mereka jika ingin mendapatkan soft coppy photo loe. gak perlu risau tak membawa flash disc karena semua file photo loe akan dikirimkan secara langsung melalui semacam aplikasi berbagi photo yang bisa loe unduh ke ponsel loe. Kalau loe ingin merasakan sensasi yang lebih jauh lagi, loe bisa menginap di area private campnya dengan membayar 1.750.000 per malam  dan loe akan merasakan menginap dalam tenda serupa wujud labu berwarna orange. 








Senin, 20 Februari 2017

Olivers Hostelry, hotel keceh buat Instagramers

Seingat gw, 2 tahun lalu rasanya menjadi kali terakhir gw menginjakkan kaki ke Bandung, tepatnya di pernikahan seorang kawan yang diselenggarakan di Kedai Teko Cimbeluit. Sebuah pernikahan maha minimalis untuk ukuran seorang Fashion Stylist majalah perempuan kenamaan di Jakarta. Akad nikah yang diadakan sore-sore menjelang senja dengan hanya dihadiri oleh teman-teman terdekat dan keluarga inti dari kedua belah pihak membuat pernikahan sore itu terasa jauh lebih khidmat. Dan after wedding party yang kemudian di helat setelah Insya dengan undangan yang lebih super minimalis sekitaran 25 orang saja membuat suasana terasa lebih intimate. 
Dentuman musik kekinian yang dimainkan oleh dua orang Disc Jockey dan belasan botol alkohol sukses membuat sebagian besar undangan jalan sempoyongan dengan berbagai macam gerakan absrud dilantai dansa. Puncaknya manakala sang mempelai wanita sukses tidur di lantai kamar mandi hotel setelah berhasil menghabiskan seekor ayam panggang yang dituanginya dengan sebotol Vodca sembari terus merancau: "Aku gak Mabok tauuuuuuuuu!!!!"

Mulai Tipsy

Wokeh....ngomongin soal hotel di bandung, rasanya bukan perkara sulit jika ingin mencari peyempuan tempat menginap, karena disetiap sudut berjejer berbagai pilhan menginap dengan tawaran harga dari paling murah hingga yang paling fantastis harganya. Tapi untuk kali ini, gw di inapkan di salah satu hotel yang letaknya gak begitu jauh dari arena pernikahan muda-mudi gesrek ini, Olivers Hostelry. Tempatnya memang bukan dipinggir jalan utama Bandung, melainkan menjorok ke dalam, yang menyatu dengan komplek perumahan warga, tapi tetap dapat bersanding dengan harmonisnya. Bangunannya tidak begitu besar, minimalis dengan sentuhan tembok batu bata warna oranye kemerah-merahan. Interior yang di dominasi warna hijau dan kekayuan, membuatnya jumawa sebagai salah satu hotel dengan desain modern architectural. Dengan jumlah kamar yang tidak begitu banyak, membuat hotel yang nge-Art banget ini tetap bisa membuat penghuninya feels like at home, cozy dan tenang. Yang gak kalah penting, Olivers Hostelry menawarkan ambience kamar yang berbeda-beda dan sangat Instagramers banget. Jadi yang demen photo-photo, Olivers adalah pilihan yang sangat tepat buat loe yang sedang dan berencana akan trip-trip cantik ke Bandung, BTW harga yang di tawarkan pun sangat reassonable bgt! dengan 600rb-an permalam kamu bisa merasakan Breakfast di atas kasur, tidak di resto sebagaimana umumnya yang diberikan oleh semua hotel di Indonesia. Tapi kalau loe beruntung, loe akan ngedapatin harga menginap di hotel keceh dan kekinian ini hanya dengan 300 ribu-an sajah. seperti kemarin ketika untuk kali keduanya gw menginap di hotel ini.

Yang kurang cuma temen boboknya
















Kamis, 16 Februari 2017

Smart Kreatif Talk Show


Radio Producer : "Kak malam ini sibuk gak?"


Gw: "Ada meeting sih siang nanti, mungkin sampai sore. Kenapakah?"

Radio Producer: "Malam ini kamu jadi Narasumber talkshow di Smart Radio ya kak! Bahas fashion linemu?"

Gw: "SERIUSAN???! Yuk mare-mareeeeeee

***
6.30PM  tepat, ketika gw mendarat dengan sukses di Gedung Perintis Gramedia Kompas di Bilangan GajahMada setelah berjam-jam terjebak macet yang bikin snewen karena talk show yg akan gw hadiri live pukul 7.00 PM gak kurang gak lebih. Dan disepanjang perjalanan jari-jari gw terus menjamah tuts handohone untuk berkabar-kabar dengan Ibu Producer dan membuat kedua telunjuk dan kedua ibu jari gw berasa keram. 

Oke, masih 30 menit lagi, masih ada jeda untuk ngumpulin nyawa sembari mereguk segelas air mineral yg sudah disiapkan oleh mbak-mbak semok yg sedang magang di radio bisnis ini, juga sembari obrol-obrol ringan dengan mbak producer yg juga merangkap announcer yang akan nge-poin gw sejam kedepan. 

Sejujur-jujurnya malam ini agak grogi juga ketika pintu studio terbuka dan peralatan siaran ini menyambut gw dr dalam dengan jumawa. Walau ini bukan kali pertama curhat depan microphone tapi ini kali pertama gw live talkshow yang didengerin pendengar di 10 kota besar di Indonesia. Gokssssssssss! 

Tetep memastikan ke temen-temen kalau mereka ngedengerin gw, hahaha

Manusiawi loh kalau ada perasaan jiper menyeruak di diri gw, sumpah gw masih berasa belum layak duduk di tempat ini untuk berbicara soal bisnis. Gw yakin diluar sana ada jutaan orang yang punya cerita pahit getir manis soal industri kreatif. Gw mungkin hanya beruntung bisa duduk disini dan sedikit berbagi pengalaman. 



Dan Supaya gw berasa ada yg dengerin, sejak sore gw udah nodong temen-temen gw untuk duduk cantik depan radio mereka dan dengerin gw di interview sang announcer. Hahahaha....


Yaaaaayyyy.....jumpa dgn Billy Boen! 

PS: talkshownya tar gw upload yess.