Rabu, 07 Juni 2017

New York Fashion Blogger



Sejujurnya page postingan ini membuat gw binggung harus memulai darimana, gw mau posting photo yg gw capture beberapa hari lalu dari account Instagram dua orang Fashion Blogger di Amerika. Mungkin karena terlalu senang hingga gw kehilangan kosakata untuk memulai paragraf pertama postingan hari ini. 

Tadi, beberapa jam yang lalu, saat tengah menikmati lembar demi lembar buku Karya Tere Liye gw menyempatkan menengok Instagram store nya Koji dan menemukan postingan salah satu Fashion Designer Khusus baju muslim yang tengah melesat namanya di industri fashion Tanah Air. Dia menulis "Mimpi itu harus tinggi, ketika satu mimpi kita terwujud buatlah mimpi baru yang lebih tinggi sehingga kita punya semangat dalam melakukan yg kita cintai. Go international adalah salah satu tantangan dan mimpi besarku bersama team, bukan hanya sekedar fashion show diluar negeri tapi juga menjadi Brand yg diperhitungkan"  - Ria Miranda-

Lalu setelah itu gw teringat untuk posting photo ini, lalu blank kehilangan kata, raib semua, dan perlu sedikit lebih lama untuk menulis kata pertama.

Well, Koji sudah memulai langkah pertama untuk menyebrang ke Benua lain, dan dua orang fashion blogger yg ada diphoto itu tengah mengenakan baju saya, they both wears KOJI DAILY WEAR. masih jauh dari "MENJADI BRAND YANG DIPERHITUNGKAN"  tapi Nothing is Impossible. Sama ketika kali pertama tumpukan baju gw berlabuh di Indonesia Fashion Gallery_New York, awalnya juga sebuah kemustahilan buat gw. So?! Wait and see. 

Minggu, 04 Juni 2017

BAJU LEBARAN, UDAH BELI?

Ramadhan sudah memasuki hari ke 9, gak terasa sisa 20 hari lagi menuju Lebaran. Hahahhahaa....masih jauh maleh.
Eh, tapi 20 hari itu gak akan berasa loh, sumpah! ini puasa dah hari ke 9 aja rasanya baru kemarin grasak grusuk nyari makanan buat sahur. Dan karena malas mondar mandir subuh-subuh buta buat nyari makanan walhasil sudah 9 hari ini gw sahur dengan NASI PADANG!!! ampe nasi padang yang full bumbu full rempah full lemak sudah gak ada bedanya seperti gw makan nasi putih + ikan + sayur bening. Rasanya Samakkkkkkk!!!!!

By the way, selama 8 hari ramadhan yang telah terlewati dah bukber kemana aja kuy? gw mah belom ada yang ngajakin bukber, hahahaha...tapi nda apa-apa ding, bukber bikin gak bisa hemat, apalagi kalau diajak bukbernya di Mall. KELARRRR! semua makanan kek mau dimakan, ditambah ngantri yang panjangnya amit-amit berasa lagi NGANTRI JODOH, eeehhhhh.

Nah, ngomongin mall, biasanya menjelang Lebaran penuhnya dah ngalah-ngalahin pasar impres. antri sana, antri sini. Tujuannya cuma satu, BERBURU BAJU LEBARAN dan tetek bengeknya. Duhhh, idup jangan dibuat susah kuy! tiap detik megang smart phone, jangan kalah pinter sama ponsel pinternya. Sekarang belanja kebutuhan Premier, kebutuhan sekunder sampe kebutuhan Tersier tinggal mengandalkan ujung jari ama jempol doang. Tadaaaaaaa semua bisa teratasi tanpa perlu ngerasain betis kondean karena kelamaan antri dan mondar mandir sana sini diantara kerumunan ribuan orang. 

Nihhhhh, coba mampir ke mari -----> SHOPEE atau YUK BELANJA PINTAR  loe bisa menemukan apa yang loe cari disana buat tampil makin keceh saat bersilaturahim di moment lebaran besok. selamat menghabisakan gajih bulan ini kuy! Tenang aja, Gajih habis, THR masih ada. AMANKAN kuy?!





Model by Nisfi & Via.
MUA by Fei (saya sendiri)
Fashion Stylist by Fei (saya sendiri juga)
Photographer by Riza Toha & David from MatteBox Studio but this photo taken at Mataram Photo Studio Fatmawati.
Photo Editing by Fei (saya sendiri lagi kuy)


Selasa, 23 Mei 2017

Antara Ulangtahun, Pernikahan dan NEW YORK

April tahun ini terasa jauh lebih istimewa dan penuh kejutan buatan gw. Terkejut karena usia gw telah menginjak 35 taon which is udah cukup tua untuk pria segera menikah. Tapi hilal jodoh belum juga menampakan semburatnya walau hanya setitik. Hahahaa....

Lalu bulan ini gw juga dikejutkan oleh short message service adik kedua gw disore hari saat gw sedang adu rembuk membahas beberapa project bersama kawan.

"Assalamualaikum bro. Maaf ya, aku duluan bro. Tadi aku habis lamaran. Semoga saat hari km juga segera menyusul."

Demmmnnn!!!! Bikin shock, bulir-bulir lembut bubble dr green tea late yg sedang gw seruput nyaris tersangkut ditenggorokan. Well, adik gw akan kembali melangkahi gw menuju pelaminan, dan seperti sebelumnya gw adalah orang terakhir dikeluarga inti yg dpt info bahagia sekaligus bikin sesek ini. Sesek bukan karena akan kembali didahului menikah oleh adik gw,  tapi nelangsa karena sebagai abang yg dilangkahi permohonan ijin itu justru datang setelah lamaran terjadi. My Godddd gw gak penting-penting amat rupanya di keluarga ini. Hahahahahaha.

Tapi satu hal yg bikin gw sumringah. Tunggu!!! Tersenyum lebar tepatnya, karena April kmrn adalah bulan penting dlm kemajuan karier yg jatuh bangun gw usahakan bertahun-tahun lamanya. Koji Daily Wear, second brand gw pada akhirnya terbang jauh dan mendarat di Indonesia Fashion Gallery NEW YORK. 

Sebuah pencapaian yg gak mudah untuk bisa sejauh ini, dimana tahun lalu sempat berada dititik nol. 




Photo edited by my self.

Kamis, 04 Mei 2017

Keranjingan

Flash back ke 15 tahun lalu, saat era milenium baru saja menginjak usia 1 tahun, dan disaat kelulusan gw dari bangku SMA juga baru seumur jagung, rasanya perkembangan teknologi saat itu berjalan lamban selambat siput yg sedang lomba lari marathon dgn kancil. Punya Handphone Nokia 3310 serasa sudah mevah bgt saat itu, ya gak sih? Yekan?!

Tapi coba tengok sekarang, perkembangan teknologi disemua bidang seperti saling menyalip satu sama lain. Hidup berasa makin canggih. Semua ada dalam genggaman. Cuma perlu ujung telunjuk, kita bisa membuka cakrawala dunia. Aihh sedap!

Suka nyanyi?
Biasa nyanyi dimana? Kamar mandi atau ruang karoke?
Kalau mau jujur gw lebih sering memacu urat leher dan suara sumbang gw dikamar mandi. Sering-sering berkunjung ke tempat karoke bisa bikin rekening jungkir balik! Muahal. Kecuali ada yg bayarin, itu beda perkara.

Well, sekarang itu hidup betul-betul dimanjakan dgn teknologi. Seperti halnya pengen ketemu dgn pacar yg nun jauh disana tinggal buka aplikasi chat, geser ke menu video call, voilaaaaaa.....real time sudah bisa bertatap wajah walau jarak ribuan mil memisahkan. Lalu kelaperan tengah malam, tinggal buka aplikasi penyedia panganan 24 jam online habis perkara, pemadam kelaparan datang, lapar teratasi. Nah pengen nyanyi-nyanyi cantik tinggal unduh aplikasi Smule di smart phone loe dan taraaaaaaaaaa....loe bisa tendem dgn penyanyi-penyanyi dadakan yg tersebar diseantero jagat. Mau yg bersuara empuk nan renyah dengan paras rupawan atau yg bersuara sember dgn liukan tubuh ora genah. Tinggal pikih sob.

Jadi CONCLUSION dr postingan gw kali ini, gw cuma mau bilang:
GW LAGI KERANJINGAM SMULEAN 😆😆😆😆


                  






-SEKIAN-

Selasa, 25 April 2017

Kawin silang Dangdut & Pop

Multitasking itu sebuah kewajiban sih menurut gue. walaupun gak semua orang di hadiahi kemampuan untuk mengerjakan banyak hal. Banyak diantaranya yang hanya bisa mengerjakan satu hal saja demi alasan FOKUS, tapi buat gw pribadi Multitasking itu berkah yang bisa membuat gue mendapatkan lebih banyak rejeki. Rejeki itu gak hanya berupa uang, tapi NETWORKING yang pada saatnya akan sangat berguna untuk mendukung pekerjaan. Mennnnnn, gak semua hal yang dikerjakan itu harus berujung uang walaupun pada kenyataannya semua hal di Jakarta ini perlu uang. Lalu bagaimana itu urusannya kalau begitu?

Ahhhhh, lu atur aja idup loe! biar gak drama, yekannnnnn.

Anyway baru-baru ini gw baru saja mengerjakan sebuah project styling untuk pembuatan video cover sebuah group vocal jebolan ajang pencarian bakat. Dua diantaranya adalah Alumnus KDI 2015 MNC TV dan Dua orang lagi dari ajang yang sama pula I CAN SEE YOUR VOICE INDONESIA MNC TV. Ini unik! 4 member bergabung dalam sebuah label yang mereka namai THE WAVE dengan mengawinsilangkan dua genre yang berbeda dalam satu harmoni musik yang ciamik. Yang bikin unik justru karena didalamnya terselip sedikit-sedikit nafas dangdut berupa cengkok yang justru bikin perpaduan suara dari 4 orang pria-pria belia ini dalam bernyanyi.  




This Art Work made by me.
The Waves in Crazy No Play, Koji Daily Wear, Cultura & Oline Workrobe

Senin, 10 April 2017

35, Episode Surprise yang GAGAL TOTAL

April itu terkenal bukan hanya karena kebiasaan April MOP saban tanggal 1, masih ada gak sih kebiasaan boongin orang secara massal ini?
Lalu, April itu istimewa karena ini bulan kelahiran gw. Oh my God, i was 35th this year. Tuak yah?! semoga jodoh gw sudah terlahir ke dunia biar makin gak kelamaan jadi jomblo bapuknya. 

Well, April ini berasa jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya. PERTAMA karena diawal april ini gw mendapat kabar bahwa adik gw yang ketiga baru saja melangsungkan prosesi Lamarannya yang artinya gw akan di 'langkahin" kawin lagi. KEDUA akan ada peningkatan luar biasa di karier gw yang nyaris padam, awal april pun gw menandatangin kontrak untuk sebuah kerjasama di bidang fashion, and im so blasedddddddddd. Ini masih rahasia, As Soon As Possible gw posting!!!!

Tadinya, gw berencana merayakan ulangtahun gw kecil-kecilan saja bersama beberapa sahabat. piknik ala-ala di Ragunan sambil makan nasi liwet, tapi Batal karena lagi bokek. belom gajihan kawan. hahahahhaa. Lalu, seseorang yang sudah tidak layak disebut sebagai sahabat melainkan SAUDARA berniat memberikan kejutan. Pertama di tgl 9 dia tlp gw untuk tanya size baju sama size sepatu (happy bakal di beliin kado), lalu kedua di hari ulangtahun, gw meluncur ke rumahnya yang sebelumnya kami dahului dengan ngobrol-ngobrol ringan melalui aplikasi chat.

Uttie: "Nanti kalau udah sampai kasih tau ya, aku lagi di kamar, Acil lagi gak ada."
Gw: "Ok"

Dan terlalu asyik ngobrol sama seseorang di mobil, maka terabaikanlah chat itu, dan sampailah gw dirumah Uttie disambut si kecil Enzo.

Enzo: "Uncleeeeeeeeeeeeeee......(dengan senyum mengembang) acukkk yookkk uncleeeeee.

Dannnnnnnnn  gw mendapati seonggok Fruit cake di meja makan dengan manjanya, dan mendapati Si Inces sedang nge-blow cantik di kamarnya.

Uttie: "Laaaaaaaahhhhhhhh udah sampe ajaaaaa. kenapa gak bilang? kan jadi gagal surprisenyaaaaaaaa."
Gw: "Hahahahahahahahahaa anda tak bakat ngasih kejutan. Jadi makan sushi?"
Uttie: "Kagak!!!!! udah tutup tau jam segini."
Gw: "Ih restoran macam apa ini jam 1 siang udah tutup."
Uttie: "Kita nonton aja."
Gw: "Nonton aposeh?"
Uttie: "Danur."
Gw: "Hasyemmmmmmm baru juga tadi liat itu postingan orang-orang di IG, dan skrng malah diajakin nontonnnnn. kan itu film horrorrrrrrrr, yg main aktris yg gak aku sukaaaaa."
Uttie: "Ayolaaaaahhh temeninnnn. Agung gak mau, jadi kamu yg kudu temenin nonton."

Fruite cake, birthday surprise yang gagal total dr Inces Uttie. 


Dark Choclate cake dr Bebeb Rya sehari setelahnya yang juga gagal total karena ngirimnya pas saya lagi tidur dan abang Grab gak nemu alamat rumah gw, hahahahaha kalian ga bakat bikin orang terkejut.

Nyaris lumer karena dikirim bolak balik dari Bintaro ke Pondok Pinang.


Hokeh, dari semua kejutan yang di rencanain si Inces dan ternyata SEMUA GAGAL TOTAL. cuma ini kejutan yg bikin terkejut. Nonton film horror! genre film yang paling gak pernah gw suka, karena pasti gak akan bisa bikin tidur setelahnya. Dan benar saja, waktu nonton dia yg histeris, nonton film sambil ngintip dari sela-sela jari yang menutupi wajah, sementara gw ketawa-ketawa sepanjang film. Bukan menikmati acting si Prisi latuconsina si ratu dramak infotaiment! lebih karena berusaha relax sama actingnya si Asih (Shareefa Daanish) yang bikin bulu kuduk naik semua, Kamfrettttt itu orang.

In the end, happy birthday to me. im so proud to be me. semoga di usia yang makin bertambah (sekaligus berkurang) senantiasa diberi kesehatan oleh sang  pemilik Hidup, Allah SWT. diberikan hati yang bersih biar gak iri dengki sama orang lain, bermanfaat di sisa usia. Amin Ya Rabbalalamin.

Minggu, 26 Maret 2017

Perkara Tawar Menawar

Suka shooping?
Shooping apa biasanya?
Lebih suka shooping di mall, Bazaar, Onlineshoop di webstore or Instagram?
pertanyaan terakhir, SUKA NAWAR?

Sebagai pedagang, bertemu dan menghadapi costumer yang doyan nawar bukan hal baru lagi buat gw maupun pedagang-pedagang lain. Tipe mereka pun berbeda-beda. Dari yang nawarnya malu-malu, nawar secara saklek dengan memotong harga nyaris setengahnya dan kalau gak di kasih kemudian sok acting pura-pura pergi berharap di panggil lagi (Tipe penawar seperti ini sudah dipastikan lebih sering shooping di ITC), nawar dengan membanding-bandingkan brand yang sedang di tawar dengan brand besar seperti Zara, Top Shop, Top Men and the bleh and the bleh.

Contoh kasus costumer suka nawar yang pernah gw hadepin waktu lagi berdagang di pop up store reguler gw di Citos saban Hari selasa.

Costumer: "Diskon dong masssss, buat hadiah ulang tahun temen nih."
Gw: "Kasihan banget temennya di kadoin barang diskonan mbak. Harganya gak seberapa loh ini di bandingkan sama ongkos sampyen ngopi-ngopi 3 jam di Starbucks"
Costumer: "Hahahahahaaa.....bisa aja nih masnya. Tapi diskon yah, Temen kita pengen banget nih dress yang ini. Tar kita bantuin doa-in deh biar  laris manis dagangannya."
Gw: "Duhhhh sayang mbak PANITIA BAZAARNYA GAK MAU DI BAYAR PAKE DOA, MAUNYA DIBAYAR PAKE UANG CASH."
Costumer: "Ha...haaa.haaaa...Iya bener-bener, yaweis deh. Bungkus deh yang ini."
Gw: "Nah gitu dong cantikkkkk."

Lalu, di lain waktu gw juga menemukan tipe pembeli dengan tipe menawar yang nyakitin hati.

Costumer: "Bagus-bagus bajunya. nyontek modelnya di mana nih mas? Zara?"
Gw: SENYUMIN AJA
Costumer: "Yang ini berapa mas?"
Gw: "185ribu mbak."
Costumer: "Gak 50rb aja?
Gw: "Gimana kalau baju yang lagi ibu pake sekarang saya beli 50ribu mau?"
Costumer: BERLALU DARI BOOTH GW DAN BELI BAJUNYA DI BOOTH YANG LETAKNYA PERSIS DEPAN BOOTH GW.

Pesan gw buat tipe pembeli macam ini: Sebelum loe nawar dagangan orang loe cari tahu dulu tuh barang yang dijual produksi sendiri atau boleh ngambil di supplier yang bisa loe tawar seenak dengkul loe.







New Arrivals from Koji Daily Wear for this week. 




Minggu, 12 Maret 2017

Jogja Istimewa, semakin istimewa di Hutan Pinus Imogiri

Jogja dan Bandung, saat ini pasti menjadi dua kota yang menempati TOP LIST sebagai destinasi wisata dalam negeri yang banyak diburu oleh pelancong Dalam Negeri dan Mancanegra, yah walaupun bukan menjadi kota destinasi liburan Raja Salman dan Pangeran-Pangeran gantengnya yang belakangan bikin pecah semua media di Indonesia, bikin histeris warga Indonesia dan menjadi trading topic di semua sosial media. Kalau kemarin gw sempat plesiran singkat ke The Lodge Maribaya Lembang Bandung yang menjadi destinasi terbilang baru dan sedang Hip di kalangan instagramers, beberapa waktu lalu sebetulnya gw sudah juga menyambangi Hutan Pinus Imogiri di Desa Manguna, Bantul Jogja. Di spot wisata ini suguhan utamanya adalah hamparan hutan pinus yang berdiri jumawa seolah menantang langit. Berada disini akan membawa kita serasa berdiri di tengah-tengah set film Twiligth, duhhhh pengen jadi Manusia Srigala dehhh! Aummmmmmmmm.



Mungkin ada beberapa fakta yang tidak diketahui oleh para penikmat wisata alam yang sudah berkunjung ke hamparan hutan pinus ini. Pertama, bahwa sesungguhnya secara Administratif Hutan Pinus Imogiri itu tidak masuk ke dalam wilayah Imogiri melainkan Kawasan Resort Pengelolaan Hutan Mangunan. Kedua, hamparan hutan pinus Imogiri dulunya bukan tempat heitsss dan merupakan area gersang dan tandus yang kemudian di Reboisasi dengan luas mencapai 500Ha. Ketiga, Hutan Pinus Imogiri berada diatas makam Raja-Raja Imogiri.



Dengan area seluas itu, Hutan Pinus Imogiri menjadi salah satu tempat berphoto yang banyak di buru oleh para juru kamera, dari yg pro beneran sampai yang juga hanya pro membidik moment dengan menggunakan lensa kamera ponsel (Sperti gw!!!!!). Photo disini gak perlu punya keahlian khusus kok, its only about taste dan angel yang tepat, karena semua titiknya sudah cuamikkkkkk bos.




Pose-Pose menanti jodoh

Lalu bagaimana cara mengunjungi tempat ini? silahkan CEK TOKO SEBELAH! (beberapa data juga gw comot di lapak ini)

Senin, 27 Februari 2017

Brothers Date di The Lodge Maribaya Lembang

Bandung itu kalau diibaratkan seperti rupa artis mungkin mirip sama Dian Sastro kali ya, cantik, elok, rupawan, menarik, bikin gemes seperti dedek-dedek gemes yang lagi banyak diburu ama om-om centil haahhahahaha.....

Setelah beberapa tahun ini semua account instagram dijejali dengan berbagai angle photo di Tebing Kraton yang heits itu, baru-baru ini muncul lagi destinasi wisata keceh di Bandung yang letaknya di sekitaran Lembang, The Lodge Maribaya. Katanya, tempat wisata baru ini adalah hasil perkawinan silang antara Kali Biru di Kulon Progo dan Tebing Kraton bandung, jadi untuk membuktikan keabsahannya  maka berangklah gw ke TKP bareng adik bontot gw yang sedang berkunjung ke Jakarta. jadi biasanya kalau gw ngetrip selalu sendirian, maka kali ini judul trip singkatnya adalah Brothers Date!




Brothers Date, Lakik olahraganya Anti Mainstream.
Spot ini berbayar 20ribu per orang. Lumayan bikin Jeper.



Bandung, Di siang hari yang mulai rintik-rintik..........

Kehadiran Ojek dan Mobil online membuat segalanya menjadi sangat mudah, termasuk ketika harus berkunjung ke The Lodge Maribaya dari hotel gw menginap di sekitaran Cimbeleuit, perjalanan seharusnya hanya ditempuh plus minus se-jam-an, tapi karena si AA driver ngikutin jalur yang diarahkan oleh Google Map dan jadi muter-muter maka perjalan yang seharusnya singkat itu malah jadi molor jadi kurang lebih dua jam. Jadi gw sarankan kalau ingin berkunjung ke The Lodge Maribaya akan lebih menghemat waktu kalau loe berangkat dari arah Dago. Lupakan saja si Google Map itu, sungguh gak guna!!!

Lalu apa yang ditawarkan The Lodge Maribaya sehingga gaungnya terdengar kemana-mana dan membuat orang rela datang jauh-jauh ke tempat ini?

Jauh-jauh nyari jodoh ke mari teutep aja gak nemu. ahhh mungkin saja jodoh buat gw belom lahir!


Bangunan ini sepertinya Kafe deh, gw gak sempet turun kesitu. kelamaan antri di spot photo.

Jurus tapak seribu bayangan (bayang-bayang semu, kebanyak di PHP-in).

Klasik sih, tempatnya lagi happening di social media, letaknya di antara lereng perbukitan dengan hamparan pohon pinus macam di film twilligth sungguh membuatnya terlihat seksi dan memanggil untuk dijamah. seperti kebanyakan tempat wisata di Indonesia, memang daya jual tempat ini adalah spot photo yang disediakan oleh pengelola. Dengan hanya membayar 15 ribu rupiah utuk kemudian ditukarkan dengan gelang sebagai tanda masuk loe semua akan disambut ngarai dengan pemandangan pohon pinus dan itu semua loe bisa nikmati dari semacam teras beton campur kekayuan yang sengaja di bangun persisi di depan tangga masuk. Ada 4 spot photo kekinian yng disiapkan oleh panitia untuk mengabadikan moment liburan loe disini. pertama ada sky tree (Persis di Kali Biru, makanya tempat ini dibilang mirip kali biru) lalu ada ayunan yang akan membuat loe merasa melayang-layang diudara karena memang di buat berdiri kokoh diatas jurang, sehingga dari manapun angle photonya loe akan bisa melihat diri loe bermain ayunan di atas pohon pinus, lalu ada semacam seni instalasi bambu serupa Toa dan loe bisa duduk manis di tepiannya untuk kemudian mengabdikan diri loe disana. Dari semua spot yang ada di The Lodge Maribaya, Berspeda diatas bentangan sling kawat dari ketinggian sekitaran 15-20 meter dari permukaan jurang adalah yang paling menantang adrenalin, dan gw pun tak melewatkan kesempatan ini. mungkin gw adalah orang dengan phobia ketinggian berani menantang diri gw untuk bersepeda di spot ini karena pengen di photo dengan kecehnyaaaaaaaaa....



Spot bambu mirip Toa yang berbayar 15K per orang.



Ayunan ini Gratisan, letaknya dekat restoran. Biar hemat eiymmm.


Tapi jangan pikir loe akan bisa photo di ke empat spot ini dengan gratis, karena ini spot berbayar saudara! rangenya mulai dari 15-30ribu rupiah saja per spot PLUS mengantri berjam-jam untuk dapat giliran.  Selain loe bisa mengabadikan semua pose kenarsisan loe dari balik lensa kamera ponsel loe, para photographer proffesional yang di siapkan oleh pengelola juga akan membidik aksi loe, tapiiiiiiii hasil photonya pun tak akan diberikan secara cuma-cuma kawan!!!!! hei ingatlah tak ada yang gratis di dunia ini selain kentut. hahahahaha....

Lagi-lagi spot gratisan, depannya toilet, belakangnya area privte camping.


10 ribu rupiah per photo akan loe bayarkan kepada mereka jika ingin mendapatkan soft coppy photo loe. gak perlu risau tak membawa flash disc karena semua file photo loe akan dikirimkan secara langsung melalui semacam aplikasi berbagi photo yang bisa loe unduh ke ponsel loe. Kalau loe ingin merasakan sensasi yang lebih jauh lagi, loe bisa menginap di area private campnya dengan membayar 1.750.000 per malam  dan loe akan merasakan menginap dalam tenda serupa wujud labu berwarna orange. 








Senin, 20 Februari 2017

Olivers Hostelry, hotel keceh buat Instagramers

Seingat gw, 2 tahun lalu rasanya menjadi kali terakhir gw menginjakkan kaki ke Bandung, tepatnya di pernikahan seorang kawan yang diselenggarakan di Kedai Teko Cimbeluit. Sebuah pernikahan maha minimalis untuk ukuran seorang Fashion Stylist majalah perempuan kenamaan di Jakarta. Akad nikah yang diadakan sore-sore menjelang senja dengan hanya dihadiri oleh teman-teman terdekat dan keluarga inti dari kedua belah pihak membuat pernikahan sore itu terasa jauh lebih khidmat. Dan after wedding party yang kemudian di helat setelah Insya dengan undangan yang lebih super minimalis sekitaran 25 orang saja membuat suasana terasa lebih intimate. 
Dentuman musik kekinian yang dimainkan oleh dua orang Disc Jockey dan belasan botol alkohol sukses membuat sebagian besar undangan jalan sempoyongan dengan berbagai macam gerakan absrud dilantai dansa. Puncaknya manakala sang mempelai wanita sukses tidur di lantai kamar mandi hotel setelah berhasil menghabiskan seekor ayam panggang yang dituanginya dengan sebotol Vodca sembari terus merancau: "Aku gak Mabok tauuuuuuuuu!!!!"

Mulai Tipsy

Wokeh....ngomongin soal hotel di bandung, rasanya bukan perkara sulit jika ingin mencari peyempuan tempat menginap, karena disetiap sudut berjejer berbagai pilhan menginap dengan tawaran harga dari paling murah hingga yang paling fantastis harganya. Tapi untuk kali ini, gw di inapkan di salah satu hotel yang letaknya gak begitu jauh dari arena pernikahan muda-mudi gesrek ini, Olivers Hostelry. Tempatnya memang bukan dipinggir jalan utama Bandung, melainkan menjorok ke dalam, yang menyatu dengan komplek perumahan warga, tapi tetap dapat bersanding dengan harmonisnya. Bangunannya tidak begitu besar, minimalis dengan sentuhan tembok batu bata warna oranye kemerah-merahan. Interior yang di dominasi warna hijau dan kekayuan, membuatnya jumawa sebagai salah satu hotel dengan desain modern architectural. Dengan jumlah kamar yang tidak begitu banyak, membuat hotel yang nge-Art banget ini tetap bisa membuat penghuninya feels like at home, cozy dan tenang. Yang gak kalah penting, Olivers Hostelry menawarkan ambience kamar yang berbeda-beda dan sangat Instagramers banget. Jadi yang demen photo-photo, Olivers adalah pilihan yang sangat tepat buat loe yang sedang dan berencana akan trip-trip cantik ke Bandung, BTW harga yang di tawarkan pun sangat reassonable bgt! dengan 600rb-an permalam kamu bisa merasakan Breakfast di atas kasur, tidak di resto sebagaimana umumnya yang diberikan oleh semua hotel di Indonesia. Tapi kalau loe beruntung, loe akan ngedapatin harga menginap di hotel keceh dan kekinian ini hanya dengan 300 ribu-an sajah. seperti kemarin ketika untuk kali keduanya gw menginap di hotel ini.

Yang kurang cuma temen boboknya
















Kamis, 16 Februari 2017

Smart Kreatif Talk Show


Radio Producer : "Kak malam ini sibuk gak?"


Gw: "Ada meeting sih siang nanti, mungkin sampai sore. Kenapakah?"

Radio Producer: "Malam ini kamu jadi Narasumber talkshow di Smart Radio ya kak! Bahas fashion linemu?"

Gw: "SERIUSAN???! Yuk mare-mareeeeeee

***
6.30PM  tepat, ketika gw mendarat dengan sukses di Gedung Perintis Gramedia Kompas di Bilangan GajahMada setelah berjam-jam terjebak macet yang bikin snewen karena talk show yg akan gw hadiri live pukul 7.00 PM gak kurang gak lebih. Dan disepanjang perjalanan jari-jari gw terus menjamah tuts handohone untuk berkabar-kabar dengan Ibu Producer dan membuat kedua telunjuk dan kedua ibu jari gw berasa keram. 

Oke, masih 30 menit lagi, masih ada jeda untuk ngumpulin nyawa sembari mereguk segelas air mineral yg sudah disiapkan oleh mbak-mbak semok yg sedang magang di radio bisnis ini, juga sembari obrol-obrol ringan dengan mbak producer yg juga merangkap announcer yang akan nge-poin gw sejam kedepan. 

Sejujur-jujurnya malam ini agak grogi juga ketika pintu studio terbuka dan peralatan siaran ini menyambut gw dr dalam dengan jumawa. Walau ini bukan kali pertama curhat depan microphone tapi ini kali pertama gw live talkshow yang didengerin pendengar di 10 kota besar di Indonesia. Gokssssssssss! 

Tetep memastikan ke temen-temen kalau mereka ngedengerin gw, hahaha

Manusiawi loh kalau ada perasaan jiper menyeruak di diri gw, sumpah gw masih berasa belum layak duduk di tempat ini untuk berbicara soal bisnis. Gw yakin diluar sana ada jutaan orang yang punya cerita pahit getir manis soal industri kreatif. Gw mungkin hanya beruntung bisa duduk disini dan sedikit berbagi pengalaman. 



Dan Supaya gw berasa ada yg dengerin, sejak sore gw udah nodong temen-temen gw untuk duduk cantik depan radio mereka dan dengerin gw di interview sang announcer. Hahahaha....


Yaaaaayyyy.....jumpa dgn Billy Boen! 

PS: talkshownya tar gw upload yess. 



Selasa, 24 Januari 2017

Pop Up Market

Dulu sih sebelum GELOMBANG KEKINIAN melanda Negeri ini, disaat belum bermunculannya selebritis-selebritis social media dan saat belum ada anak-anak Alay yg saban pagi, siang, sore malam teriak-terial "La...la... Yeee...yeee...." Di semua stasiun televevisi swasta, orang-orang menyebut aktifitas berdagang musiman ini dengan "Bazaar" tapi, karena kata "Bazaar" atau "Pameran" terdengar Old school or so Last Year dan biar terdengar lebih kekinian, orang-orang skrng mahfum menyebutnya dengan "Pop Up Market". 


Munculnya berbagai jenis Pop Up Market di jakarta sebetulnya membantu roda perekonomian di kalangan pebisnis pemula loh, dan ini artinya para pelaku industri kreatif mendapatkan tempat yg tepat untuk memasarkan produk-produk hasil karya mereka. Tak terkecuali gw tentunya. 



Sebut saja Brigth Spot yg kerap diadakan dia pusat-pusat perbelanjaan ternama dan berkelas di seputaran Jakarta yg setiap kali penyelenggaraannya menyedot animo masyarakat Urban. Lalu ada Museum Market, Jakcloth Festival yg awal pelaksanaannya menggunakan plaza tenggara Gelora Bung Karno dan pada akhirnya meluas hingga ke pelataran Istora dan belakangan ini sedang melakukan tournya kebeberapa kota besar di Indonesia. Dan yang gak boleh dilupakan adalah Fashion Tuesday Bazaar Citos yg sudah lebih dari 1 dekade bertahan dijagad perbazaaran Ibu kota dan ttp menjadi barometer berbagai penyelenggaraan Pop Up Market di Ibu Kota. Jadi kesimpulannya, sudah semakin banyak orang, anak muda khususnya yang melek untuk menjadi pengusaha. 




Pergi ke Pop Up Market untuk sebagian anak-anak kekinian adalah wajib hukumnya, karena di event ini mereka bisa menemukan fashion stuff dan pritilan-pritilan untuk menunjang kekecean mereka dengan sangat mudahnya. Jadi Pelaku Industri Kreatif, Pop Up Market (yg menjamur) dan anak-anak kekinian ibrat setali tiga uang. 


Jumat, 20 Januari 2017

Pempek, Pasar Traditional dan Sungai Musi

Ini bukan kali pertama buat gw menyantap Pempek, tapi memakan kudapan yg salah satu ingrediannya adalah Ikan Gabus di kota asalanya, merupakan perkara baru buat gw. So, mari lupakan keriwehan pelayan restoran Pempek Pak Raden, kita cuss bergerak ke salah satu pasar traditional di Palembang yg menjadi spot event promo sampling shampoo yang akan kita liput untuk keperluan Digital Media promo mereka. 

Seperti pada umumnya, pasar-pasar traditional di seantero Indonesia, ambience pasar traditional yah kalau gak buecek, bau yah crowded! Dan pagi ini setelah matahari semakin naik dengan sinarnya yg menyegat ditambah suara klakson angkot yang mangkal di pelataran pasar ditambah pengunjung yang lalu lalang dengan pelbagai tentengan ditangannya membuat suasana jadi semakin sempurna, sempurna bikin keliyengan! Hahahahaa. 

Crew kami sudah mulai mengeluarkan peralatan tempur, Sutradara gw lirik-lirik angel, Producer gw ngobrol santai dengan mas-mas PIC event ini, dan gw sibukkkkkkkkk menonton semua keriwehan itu. Hahahaha. 

Gw: "Langsung shooting banget ini?"
Sutradara: "Yoiiiiii!!!! Mumpung ligthing alamnya lagi bagus."
Gw: "Lahhhhhh....bukannya tadi kemari cuma buat survey lokasi?" 
Sutradara: "Lupakannnnn!"

Jadi, sementara mereka sibuk ambil gambar dari berbagai angle, gw melarikan diri berteduh dibelakang mobil box yang sedang parkir bongkar muat berdus-dus rokok kretek. 
Abang2 distributor rokok: "Syuting film ya bang?"
Gw: "Bukan, cuma dokumentasi event."
Abang2 distributor rokok: "Dari Jakarta ya?"
Gw: "Iya."
Abang2 Distributor Rokok: "Nginep dimana bang?"
Gw: "Dihotel R**Planet
Abang2 Distributor: "Tar malam kalau mau cewek buat temen bobok tlp gw aja bang."
Gw: KEMUDIAN NOLEH KE SI ABANG2 DAN BENGGONG. "Situ distributor rokok atau Mucikari bang?"
Abang2 distributor rokok: NGAKAK. 

Pengambilan stock shoot hari pertama berlangsung hanya beberapa jam, gw, Sutradara, producer dan crew sudah meleleh karena teriknya matahari siang ini. Dan lumayanlah hari ini gw gak didapuk jadi pemeran figuran seperti biasanya, yg artinya gw terbebas dari menggunakan Wig rambut panjang yg pasti gatal dan bikin gerah. 

Oke, Next Destination.....




Matahari sudah sedikit lebih ramah, si Raja siang sudah mulai tergelincir ke Barat, angin sore sudah mulai sepoi-sepoi dengan bau yang lumayan absrud! Bagaimana tidak kami sudah berada di tepian Sungai Musi yg tersohor itu. Dan dari sini kami ber-enam bisa menikmati jembatan Ampera dengan cat merah menyala berdiri kokoh menyatukan dua area yg terbelah oleh Sungai Musi. 

Dari obrolan-obrolan ringan gw dengan salah satu Kapten (Driver), gw akhirnya tahu bahwa jembatan ini rampung dibangun tahun 1960-an. Dulu masyarakat Palembang menamai Jembatan ini dengan nama JEMBATAN PROYEK, dan di puncak jembatan jaman dahulu difungsikan sebagai kantor pemerintahan, keceh!!!! 


Dari dua ruang kosong berdinding kaca transparan di kedua puncak jembatan Ampera, Perhatian gw kemudian beralih pada seonggok kapal kayu yg tengah berayun-ayun diatas permukaan keruhnya sungai Musi, ABKnya tengah sibuk menarik-natik selang dengan diameter se-betis kaki pria dewasa. 

Gw: "Itu mereka ngapain? Nyari ikan gabus buat pempek?"
Kapten: "Nyari harta karun?"
Gw: "Huahahahahahhaa, nyari harta karun kok di sungai yg butek."
Kapten: "Lah serius mas, itu orangnya nyelam. Pakai compresor."
Gw: "ORANG GILA!"
Kapten: "Didasar sungai itu banyak harta karun jaman penjajahan belanda, dan itu mereka bisa nemu harta karun ini nilainya Miliaran loh."
Gw: ANTARA TAKJUB DAN GAK PERCAYA. 


To be continue again.......