Rabu, 16 Agustus 2017

Take A Breath

After three week doing my job, finally its time to take a breath for a while and enjoy me time with this lady before i got back my busy time until september. We spend our time at cozy korean restaurant around PIK named GAMSUL. 

Why her?
Its because She always stand by me in any condition. When im happy, when im fall into fucking deep hole. So for me, she is not only a closer friend, she is my lovely sister. 




Kamis, 10 Agustus 2017

Sheza Idris Menikah, Sejarah 7 Tahun Lalu Berulang

Tahun 2011 gw pernah POSTING INI. Saat itu menjadi titik lompatan besar karier gw di industri fashion yang baru gw geluti sekitar 5 tahunan. Shezy Idris adalah selebritis indonesia pertama yang mempercayakan kebaya pernikahannya kepada gw yang terbilang masih anak kemarin sore. Hari ini Sang adik, Sheza Idris membuat sejarah itu berulang. 




Hari ini serasa balik lagi ke moment 7 tahun lalu, semua masih nyaris sama. Di tempat yang sama, di keluarga yang sama, dengan prosesi yang sama. 



Shezy Idris after siraman di tahun 2011 (kiri) // Sheza Idris after siraman 2017 (kanan)

Satu hal yang gak pernah berubah dari anak ini adalah, dia tau banget apa yang mau dia pakai. so kebaya yang pernah gw buat untuk dia gak pernah bias bias kasih A.K.A biasa-biasa aja.


7 tahun lalu saat dia mengenakan kebaya sunda yang gw modifikasi di prosesi lamaran Shezy Idris, lalu kebaya kutu baru yang nampak kekinian di prosesi siramannya hari ini.

7 tahun lalu Shezy Idris mengenakan kebaya rancangan gw dengan label Crazy No Play dan hari ini Sheza Idris mengenakan kebaya hasil rancangan gw dengan label yang telah berganti menjadi FASHION ETHNIC INDONESIA a.k.a F.E.I ( my name for sure)












Senin, 24 Juli 2017

Merasa Turis Di Kampung Halaman Sendiri

Mudik, satu kata yang sangat familir ditelinga terlebih saat Ramadhan nyaris mencapai pucaknya. Tapi sebetulnya pernah gak sih loe coba mencari tau arti kata ini secara khusus?
Sepengetahuan gue, Mudik itu berasal dari kata "Muleh Ndisik" yang merupakan bahasa jawa yang artinya adalah "Pulang dulu". Mungkin karena banyaknya orang-orang Jawa yang merantau ke berbagai daerah di seluruh pelosok Negeri dan akan pulang ke kampung halaman saat Lebaran tiba, menjadikan sepenggal kata ini menjadi kata yang banyak digunakan oleh orang-orang perantauan.

Ngomongin soal mudik, Lebaran kemarin gue menghabiskan 21 Hari di kampung halaman yang berjarak 2262 Km dari Ibu Kota Jakarta. almost a month! Secara Pulang ke Bontang itu adalah moment langka buat gw di tambah ongkos mudiknya bikin kantong kering kerontang, jadi sayang aja kalau pulang kampungnya cuma beberapa hari, MUBAZIR.

Pulang ke Bontang itu, gue selalu mengatasnamakan diri gue ini adalah turis. Karena dengan begini gue akan selalu mencari hal-hal baru di Kota gue ini. Kedengeran rada aneh ya? MEMANG.  Walau ini adalah kampung halaman sendiri, tapi tak mengunjunginya dalam rentan waktu satu sampai dua tahun pasti akan banyak hal yang berubah dan baru. Ditambah sekian tahun hijrah dari kota ini membuat gue kehilangan banyak teman di Kota ini, Nyaris gak punya teman. Jadi untuk membuat 21 hari liburan gue di kampung halaman tetap hangat dan berkesan, maka gw pasti akan blusukan sana sini buat cari-cari hal baru. And you know what? I found it!! sebuah area eksotis berpasir dan gersang nyaris di ujung kota Bontang.


Loe gak akan menemukan langit seindah ini di Jakarta

Pusing mikirin jodoh yang gak kunjung datang

Three Mas Ketar Ketir

Pose wajib!!!

Gersang kek idup gw

Lagi nyari teman jalan yang bisa di gandeng

Lelah

Yang Motoin:
Jordan - Saiy - Bogel


How to go to there:

Dari Jakarta ( Naik pesawat ke Balikpapan ) Dari Balikpapan naik Travel atau bus ke Bontang melewati Samarinda -/+ 6 Jam. Nyampe Bontang istirahat dulu lempengin punggung sama pantat yang panas. lalu setelah itu dari Pusat kota Bontang ke Arah Bontang Lestari ( Area pemerintahan Bontang berpusat) melewati kantor Walikota, lalu Stadion Sepak Bola Bontang kemudian arah Lapas/ Penjara Bontang, nah maju dikit lagi dari Lapas, area ini ada di sebelah kiri. Saran gw kalau mau kesana bawa cemilan dan air minum.








Selasa, 27 Juni 2017

Mudik, Lebaran dan pertanyaan HORROR

Ramadhan 1438H /2017 Masehi berlalu dengan cepat. Dulu, saat masih kecil. Puasa dibulan Ramadhan itu ibarat penyiksaan, karena harus menahan lapar dan haus sepanjang hari. Dari Imsyak ke Maghrib rasanya laaaaamaaaaaaa banget. Jadi terpaksa nyolong icip-icip makanan sisa sahur pas Mama atau Bapak lagi lengah. Biar kuat puasa sampai sore, Hahahaha *pengakuan dosa*. Jadi kalau puasa sehari aja rasa sungguh menyiksa, maka menunggu lebaran tiba sering kali membuat putus asa. Tapi itu dulu, dan rasanya semua anak usia under 10 yo mengalami hal yang sama. Lain cerita diusia matang seperti sekarang, rasanya puasa baru mulai ehhhh...tau-tau sudah tiba di penghujung Ramadhan. Dan itu artinya waktu mudik ke kampung halaman pun sudah diujung mata. 
Ramadhan tahun ini penuh berkah, pekerjaan tak berhenti, justru kian bertambah diminggu terakhir jelang ramadhan dan artinya tahun ini benar-benar bisa mudik setelah tahun lalu ngerasain lebaran di Jakarta sorang diri, gak bisa kemana-mana juga karena sebagian teman pasti mudik dan tarif mobil online mendadak naik berpuluh puluh kali lipat dr harga normal, gak bisa makan buras dan ayam bumbu lengkuas karena gak ada yg masak dan gak ngerti cara masaknya selain mama, gak bisa pake baju koko kembaran sama saudara dan Bapak, walhasil cuma mewek sendirian, dan baru bisa makan setelah mall buka jam 12 siang.
P.E.D.I.H

Seperti yg gw bilang, di minggu terakhir semakin banyak pekerjaan yg harus gw selesaikan demi mengumpulkan rupiah demi rupiah buat ongkos mudik, seragam lebaran keluarga baru bisa gw kerjakan -9 jam sebelum mudik dan belum benar-benar rampung saat jarum jam sudah tepat berada diangka 3 dini hari. Dan hanya punya waktu -/+ 30 menit untuk packing dan segera meluncur ke bandara.

Nyaris ditinggal pesawat karena proses check in yg mengular

2 jam snewen di pesawat karena cuaca gak begitu bagus.

Mati gaya di mobil yg harus menempuh 6-7 jam perjalanan Balikpapan - Bontang

Nyempetin photo-photo keceh di Jembatan Mahakam Samarinda, lumayan mulihin pantat yg keram.

Dan ceritanya lagi mau mengejar sunset di tanjakan tersohor seantero kaltim. Disebut Gunung menangis dan diatas gw sana sedang terjadi kecelakan hebat, sebuah mobil menabrak pembatas jalan mobilnya tertancap si besi baja pembatas jalan

I took 15 hours to travel 1412 miles from Jakarta to Bontang (East Borneo). Pantat dan punggung berasa panas ditambah isi perut yang teraduk-aduk karena kondisi jalan raya Samarinda Bontang yg sebagaian besar kacau balau. 

Eid Mubarak Al Fitr 1438H

The Usman's squad wearing Koji

Buat gw pribadi lebaran itu mengandung dua unsur: SENANG & HOROR. Seneng karena bisa sholat eid bareng keluarga, makan panganan khas lebaran yg dibuat setahun sekali, dan bisa pake baju kembaran sama keluarga. Horror karena akan dihadapkan pada pertanyaan keramat saat silaturahim bersama keluarga: KAPAN KAWIN? mereka-mereka itu pada gak bosan mengulang pertanyaan yg sama ya setiap tahun kalau ketemu gw? Kan gak mungkin juga gw jawab GW DAH MAHIR KAWIN, Gak mungkin kaaaaaaan? Alemong berakhir ditiang bendera gw.