Tampilkan postingan dengan label Fei's Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fei's Project. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 April 2017

Kawin silang Dangdut & Pop

Multitasking itu sebuah kewajiban sih menurut gue. walaupun gak semua orang di hadiahi kemampuan untuk mengerjakan banyak hal. Banyak diantaranya yang hanya bisa mengerjakan satu hal saja demi alasan FOKUS, tapi buat gw pribadi Multitasking itu berkah yang bisa membuat gue mendapatkan lebih banyak rejeki. Rejeki itu gak hanya berupa uang, tapi NETWORKING yang pada saatnya akan sangat berguna untuk mendukung pekerjaan. Mennnnnn, gak semua hal yang dikerjakan itu harus berujung uang walaupun pada kenyataannya semua hal di Jakarta ini perlu uang. Lalu bagaimana itu urusannya kalau begitu?

Ahhhhh, lu atur aja idup loe! biar gak drama, yekannnnnn.

Anyway baru-baru ini gw baru saja mengerjakan sebuah project styling untuk pembuatan video cover sebuah group vocal jebolan ajang pencarian bakat. Dua diantaranya adalah Alumnus KDI 2015 MNC TV dan Dua orang lagi dari ajang yang sama pula I CAN SEE YOUR VOICE INDONESIA MNC TV. Ini unik! 4 member bergabung dalam sebuah label yang mereka namai THE WAVE dengan mengawinsilangkan dua genre yang berbeda dalam satu harmoni musik yang ciamik. Yang bikin unik justru karena didalamnya terselip sedikit-sedikit nafas dangdut berupa cengkok yang justru bikin perpaduan suara dari 4 orang pria-pria belia ini dalam bernyanyi.  




This Art Work made by me.
The Waves in Crazy No Play, Koji Daily Wear, Cultura & Oline Workrobe

Sabtu, 22 Oktober 2016

Wiro Sableng



Wiro Sableng, sebuah novel yang pernah sangat heits di jamannya dengan tokoh yang gak pernah lekang di makan jaman. Bahkan anak-anak sekarang yang melebeli dirinya dengan generasi Kekinian tetep saja mengenal sosok pemilik tato 212 di dadanya ini. Novel yang ditulis oleh mendiang ayah aktor kawakan Tanah Air Vino. G Bastian ini bahkan pernah menjadi bacaan wajib gw di jaman puber. Wiro Sableng boleh jadi salah satu tokoh rekaan yang melegenda di Indonesia, tidak saja buku-buku dengan pelbagai judulnya yang laris di pasaran, karakter ini pun pernah hilir mudik di layar televisi, layar perak bahkan feeling gw juga mengatakan bahwa film kolasal ini pun wara wiri di layar-layar tancap.

Nah, supaya tetap melegenda, si pendekar sableng yang di asuh dan dibesarkan oleh Guru silatnya: Sinto Gendeng kembali diangkat oleh teman-teman gw di MATTEBOXSTUDIO untuk #FESTIVALIKLANBUKALAPAK

Bang Wiro


Wiro Sableng by David
Sinto Gendeng by Fei
Raja Lemak by Ius
Wanita di goda by Nisfi
Director by Riza Toha
DOP by Akmal
Crew by Fikri
Make up by Mitha
Hair do by Dhika
Producer by Shita

Dannnnnnnnnnnnnnnnnnn
gw kebagian peran sebagai Sinto Gendeng aja kawan dalam video ini. Sah gw di tasbihkan jadi aktor figuran sejati. dimana-mana kebagian jadi figuran. Bahkan di arena percintaan pun gw tetep sebagai figuran!!!!!

Lebih mirip Mbah gayung daripada Sinto Gendeng

Pertama kalinya dalam hidup gw pake Konde dan di Sasak rambutnya.


But im happy to join this project. Sebagai orang yang cinta mati sama animation, bisa gabung di project yang ada sentuhan animasinya itu keceh luar biasa kawan. dan jujur aja mulai dari Pre Production, Production, sampai Post Production project kali ini cukup memakan energi. Gw rela Melek semalaman suntuk untuk bikin wardrobe Sinto Gendeng, walhasil pergi syuting dengan kondisi belom tidur, ditambah harus nelangsa kala di usir paksa dari kawasan Universitas Indonesia karena selain mahasiswa dan komunitas film mereka DILARANG KERAS melakukan pengambilan gambar dikawasan kampus sejuta umat itu. Dari Kawasan Depok team kami mengarah ke satu situ yang gw lupa namanya dan menemukan bahwa disana tak ada hutan selain danau yang cuma ada perahu bebek-bebekannya. Pilihan terakhir adalah mengarahkan teman-teman yang nyaris putus asa ini ke kawasan satu villa di daerah Cinere yang pernah gw jadikan sebagai lokasi photoshoot kali kedua ready to wear fashion brand gw dan kami pun harus mengelus dada manakala mendapati bahwa lokasi yang gw maksud telah berubah wujud menjadi perumahan mewah. Thanks God, tak ada pilihan lain selain melakukan pengambilan gambar di taman rumah DOP (Director Of Photography alias kameramen) tentu saja dengan derai air hujan yang mulai tumpah ruah dari langit disaat menjelang scene-scene terakhir. 

Jangan sedih, kemalangan tak sampai disitu saja teman, masuk ke tahap Post Prodoction yang gak kalah ribet dan membutuhkan ketenangan jiwa lahir dan bathin, Mattebox, kebanjiran project deadline. jadi bisa ditebak kalau ending dari semua ini adalah submit yang mendadak dangdut dengan tenggat waktu yang diberikan oleh buka lapak. 


So wish us very luck on this competition.

Sabtu, 17 September 2016

InaInu VLOG


Gak ngikutin trend yang lagi happening di dunia per-social media-an itu kok rasanya kurang afdol yah, bukan ngerasa gak gaul gitu juga sih, cuma ngerasa kurang #KEKINIAN aja. Sepakat toh?!

Waktu awal-awal julukan blogger mewabah medio 2008-an, gw adalah orang yang paling sering mangkal di warnet deket kosan di bilangan Pondok Pinang. Mulai saat matahari masih sepenggalan dari atas permukaan tanah, hingga bulan nyaris lengser dari peraduannya. Pun begitu ketika Instagram menjadi media paling heits untuk pamer photo merajai dunia maya, gw pun terlibat aktif didalamnya sehingga dunia perblogingan mulai terabaikan. Yap, tahun 2015 adalah puncak dimana Blog gw mati suri. Hanya ada beberapa postingan disepanjang tahun itu. Alasannya klasik, GAK ADA WAKTU. Gak ada waktu buat nulis postingan, but i have 24 hours to uploaded much photos on my instagram. Terlebih saat itu adalah saat dimana trend #OOTD (Outfit Of The Day) sedang pecah dan semua orang memproklamirkan diri sebagai fashion blogger walau kenyataannya lebih banyak posting di Instagram bukan di Blog yang mereka punya. As long as you know, they do not even have a blog account!

Well, after the fashion blogger on instagram phenomenon subsided, VLOG became a byword in cyberspace. Everyone trying to record their activity and showed to the public. Although the content of the videos made not so important, but it is fun to do. So, agar supaya gw tetap dalam konteks anak kekinian, maka gw pun merelakan diri gw menjadi figuran di Vlog Channel berikut ini. Lemme to show you.




Rabu, 14 September 2016

Bromo Dan Hal Romantis-nya


Menyambangi Bromo itu ibarat masuk kedalam sebuah lukisan panorama, hasil goresan tangan Tuhan pemilik semesta alam. Walaupun sudah beberapa kali menyambangi tempat Suku Tengger ini bermukim tak habis rasanya decak kagum yang terus terlontar dari mulai memijakkan kaki, hingga angkat kaki dari sana. Tak akan cukup kata-kata untuk menggambarkannya.

Well, kalau  sebelumnya gw mengunjungi Bromo melalui Jalur Surabaya - Probolinggo yang menempuh perjalan plus minus 5 jam dengan menggunkan mini Elf, kali ini untuk sebuah pekerjan dengan meeting point dengan team yang berdomisili di kota Apple sehingga mengharuskan rombongan kecil gw bergerak dari Surabaya menuju Malang, berisitirahat sehari di Kota asalnya Andhika Pratama lalu melanjutkan perjalan ke Bromo keesokan harinya dengan menumpangi mobil Jeep dari jalur Tumpang. Ada sedikit kekecewaan sebetulnya yang terbersit di lubuk sanubari gw kala harus melewati jalur ini, walau tidak memakan waktu sebanyak yang harus kita lalui ketika melewati jalur probolinggo, tapi gw harus merelakan untuk tidak bisa menikmati hawa dan pemandangan pedesaan dilereng-lereng gunung dengan pohon pinus yang menjulang tinggi dan tersebar di berbagai area yang menyatu dengan rumah warga, perkebunan kubis, dan tetanaman sayur mayur lainnya. tapi yah sudahlah, melewati jalur ini pun sesungguhnya menyenangkan karena gw bisa merasakan adrenalin yang memuncak di ubun-ubun manakala Jeep kami berjalan pelan melewati jalan aspal setapak di puncak gunung dengan jurang di kiri kanan jalan yang dibingkai oleh Bunga Baby breath yang aduai cantiknya. Memutih sepanjang jalan. 

Melewati jalur Tumpang hampir memotong sebagian jalur panjang yang gw lalui ketika melewati jalur probolinggo, sehingga mobil Jeep yang membawa rombongan kami bisa langsung tembus memasuki area Savana Teletubies yang ciamik itu. Sayang Romantisme Bromo harus berakhir tepat saat Sang Raja Siang tergelincir keperaduannya dengan semburat Jingga yang memayungi langit.

Negeri diatas awan.

Ga tahan gak pose liat spot bagus.

oversize tee nya kek daster mamak-mamak.

Hal wajib yang kudu dilakuin, pose ama kuda.

Jalan nunduk, kali ada jodoh yang kececer.

Abang lelah dek!

No need caption.

Ini gak lagi pipis berdiri loh, sungguh!


Outer by Cultura
Oversize Tie unbrand
Pants by XSML
Shoes by Gucci


Rabu, 24 Agustus 2016

Figuran


Glasses by Rayban
Jacket by Samuel & Kevin
Sleeveless Tie unbranded
Tote bag Unbranded
Strips joger pants unbranded
Shoes by Nike Original

Menjadi orang terkenal bisa jadi impian banyak orang, coba liat deh semakin hari semakin banyak tallent show yang menjamur di televisi. Dari yang kelas ecek-ecek sampai tallent show paling spektakuler yang hanya dengan satu kali jentikan tangan "Krik" berubahlah nasib seseorang, menjadi tersohor dan nonggol di hampir semua program infotaiment yang lebih banyak membahas soal background keluarga yang rata-rata dibawah garis kemiskinan.

Ngomong punya ngomong, soal "Menjadi orang Terkenal" dulu juga pernah menjadi bagian hidup gw, setidaknya dalam usia gw yang sudah cukup tua ini, gw pernah dua kali mengikuti Audsi tallent show yang mengharuskan gw rela ikut antrian panjang sedari subuh menjelang dan berakhir ditengah malam buta. Dari yang keceh kinyis-kinyis hingga lepek tak beraturan. Tapi gak cuma seputar tallent show doang, jaman masih brondong dulu sempet icip-icip main sinetron walau hanya sebatas figuran yang keliatan kaki dan punggungnya doang itu juga melalui proses casting. Jadi pas sinetronnya tayang, gw harus announce ke temen-temen dan sanak famili via sms kalau sebentar lagi punggung dan kaki gw akan keliatan dilayar kaca. hahahaha mesakne!!! Tapi gw pernah ngerasain mujur juga kok, karena bisa satu frame sama Reza Rahadian di FTV Cinta Si Kembar. lumayan bisa dapet beberapa scene dengan karakter sebagai dancer coach yang bisa keliatan full badan tapi tetep penampakannya dari belakang. Tapi dari semua deretan judul sinetron dan iklan yang pernah gw bintangi dengan karakter FIGURAN yang cuma kaki, punggung atau full badan (tapi di blur), Sinetron DISINI ADA SETAN pernah dengan suka rela memasang gw sebagai supporting talent  bersanding dipelaminan dengan Dude Herlino. Lumayanlah kali ini penampakan gw kali ini 3 dimensi dengan karakter sebagai provokator yang diuber-uber pocong di kuburan. hahahahha....

Baydewehhhh, gw sudah lama meninggalkan dan menanggalkan gelar FIGURAN di iklan dan sinetron. Gw gak sanggup di call-ing jam 4 pagi tapi baru shooting di jam 4 pagi berikutnya dengan cuma adegan punggung atau kaki yang keliatan lalu menerima honor 25ribu yang bahkan buat bayar transport pun gak bakal cukup. 

As you know, gw ini adalah paket komplit. urusan perbajuan itu diluar kepalalah, urusan kreatif itu makanan gw lah, urusan per-make up-an gw juga bisa, bahkan gw bisa jadi kuli angkat disaat yang bersamaan, hahahhaaa....jadi, disela-sela pekerjaan gw sebagai fashion designer, gw acap kali menerima project sebagai wardrobe stylist, nah ini adalah video campaign Nivea dimana gw bekerja sebagai fashion dan wardrobe stylist dengan bonus sebagai FIGURAN!!!!!!! fineeeeeee, gw ternyata gak bisa pensiun dari karakter sebagai Figuran.









Senin, 08 Agustus 2016

The Power Of Kepepet



Kepepet itu beda-beda tipis sama kebelet. Seriusan. Bayangin kalau loe lagi kebelet dilokasi yang gak memungkinkan cari toilet, pasti insting kreatif secara langsung membuncah dikepala. Hal-hal mustahil yang biasanya gak mungkin dipikirin apalagi dilakuin, bisa jadi loe langsung kerjakaan tanpa pikir dua kali. Semisal kencing dalam botol bekas air mineral manakala sedang konsentrasi nyetir dikemacetan dalam TOl, atau bisa jadi ngegali lubang alakadarnya dibawah pohon pisang saat "sampah" dalam usus besar sudah tidak bisa lagi diajak kompromi saat loe sedang jalan-jalan sore di perkebunan. Walhasil tengok kiri tengok kanan kalau-kalau ada orang yg gak sengaja lewat mergokin loe yang sedang jongkok sambil pasang status di social media, ngadu kalau lagi boker tapi binggung ceboknya pake apaan. Yekan!?

Nah, sama ama kondisi gw beberapa bulan lalu yang kebinggungan saat tukang jahit gw memutuskan resign. Keadaan itu ngebuat bathin kesiksa, sama tersiksanya saat pacar gak balas chat loe di whatsapp atau line. Berkali-kali pasang iklan lowongan kerja di Internet hasilnya NOL BESAR, dan keadaan itu pula yg membuat gw memutuskan ngejahit sendiri daripada diomelin klien karena bajunya gak kelar atau bahkan terusir dari rumah karena gak sanggup bayar uang sewa. 

Takjub!!! Untuk ukuran orang yang selama ngejalanin usaha bikin jual beli baju yang cuma ngelihat tukang bikin pola dan tukang jahit ngegeber mesin jahit bisa nyelesaiin satu croped jaket hanya dalam waktu 12 jam saja. Benar memang kata orang-orang diluar sana : loe cuma perlu kebulatan tekad selain niat! 

Rabu, 16 Maret 2016

Erie Suzan, Aku dan Dangdut


Dangdut itu katanya musik kelas bawah dari masyarakat pinggiran, gak high end, gak #KEKINIAN, musik pengundang syahwat karena penyanyi-penyanyinya yang lebih mementingkan goyang sensual penuh birahi ketimbang teknik vokal yang mumpuni. Jangan pernah bilang itu semua stigma-stigma dari masa lalu, karena nyatanya hingga saat ini pun, di era yang katanya serba #KEKINIAN anggapan-anggapan itu pun masih merajalalela disana sini! Gw mungkin sebagian dari seabreng manusia-manusia penikmat dan pencinta dangdut yg kerap dicibir kawan dari golongan penikmat genre musik lain kala sedang bercengkrama dan tetiba dari bibir seksi gw ini mengalun senandung irama dangdut. 

Satu ketika di awal malam, disatu pojok warung pinggir jalan.....

Klien: "Ketemu loe ye, gak pernah gw absen denger loe bersenandung dangdut. NORAK LU AH!"

Gw: "Idihhhhh, kenapa deh." Kemudian berlalu. 

Apa yang salah dengan Dangdut?
Gak ada!!! Ini cuma persepsi dari selera seseorang tentang caranya menikmati musik. Ada memang sebagian penyanyi dangdut yg tenar tiba-tiba karena goyang ina inu ina inu tanpa juntrungan, ada pula dipelosok-pelosok daerah tertentu dimana biduan dangdutnya tetiba nyaris telanjang ditengah-tengah panggung demi menuai rupiah walau urat malu jadi taruhan utama, yekaaaaaannnn???? Nda usah naif!!!

Tapi, coba luangkan sedikit waktu untuk menonton tv dgn logo IKAN TERBANG fenomenal itu, acara pencarian bakat khusus penyanyi-penyanyi berpita suara keriting yg selalu jadi bahan cemooh sejuta umat di Tanah Air mampu memperdengarkan suara-suara menggelegar dgn permainan dinamika, tabuhan gendang, minim goyang birahi, dan wardrobe ciamik memanjakan mata. Masih mau bilang dangdut itu NORAK DAN MUSIK KELAS PINGGIRAN? 

Krisdayanti gak mungkin gak kenal dong? Diva Indonesia loh, jawara ASIA BAGUS yg merupakan festival pencarian bakat dalam bidang tarik suara jaman baheula yg sangat boombastis di eranya. Gak malu tuh nyanyi Dangdut walau cengkok dangdutnya gak mungkin ditandingin sama Erie Suzan (Diva nya Dangdut) ditandingin sama teknik cengkoknya Lesti penyanyi dangdut kemarin sore aja gak mungkin nyamain, gak usah Lesti deh, kebagusan! Tandingin sama cengkok gw yg cuma penyanyi kelas kamar mandi, masih bagusan gw kemana-mana. Dan KD aja gak pernah menilai dangdut serendah itu. So, kalau loe cuma segelintir manusia yg jadi Fansnya KD, Rossa, Syahrini and the bleh and the bleh yg kentut aja Fals! Do not underestimate Dangdut like a shit!!!! 

Btw, rasanya loe harus mengalihkan sejenak tatapan mata loe dari penyanyi-penyanyi dangdut berpantat bohai, berpayudara implan bersuara gak karu-karuan biar penilaian loe tentang carut marutnya genre musik kami ini bisa berubah setidaknya 10% menjadi musik yg layak untuk dinikmati. ERIE SUZAN kenal dong? Kalau gak kenal gih googling, percuma punya smartphone tapi loe-nya gak pinter! 

Erie, salah seorang penyanyi yang lihai melantunkan lagu dangdut dgn style R&B. Nyaris tanpa gossip miring karena merupakan sosok penghibur dengan good attitude yg lebih ingin menonjolkan karyanya ketibang sensasi busuk yang menipu publik, disertai taste of fashion yang ciamik. Gak percaya? Have take a look. 











Heyyy semua baju-baju ini karya saya. Crazy No Play by Fei never feild isn't it?
Hahahaaa









Sabtu, 27 Februari 2016

Batik #KEKINIAN

Batik dahulu hanya kepunyaan orang-orang Jawa. semua sentra pengerajin batik ada di pulau jawa, tapi itu dulu. Ketika industri fashion kita sudah menjadi tuan di Negeri sendiri, dan saat industri tekstil kita sudah bisa mencuri perhatian khalayak luas, batik tidak lagi menjadi kepunyaan segelintir orang, tidak hanya terbatas pada orang-orang berdarah Jawa, pengerajin batik sudah bertaburan dari ujung Aceh sampai ujung Papua. Keceh yah!!!

Gw bukanlah pengerajin batik, gw sama sekali tidak terampil melukis kain mori dengan Malam (Lilin untuk membatik) gw juga bukan seseorang yang mengerti semua filosofi di balik goresan-goresan motif batik yang kita punyai. tapi satu hal, gw mencoba melestarikannya dengan menghadirkan design-design batik ready to wear yang kekinian agar bisa mencuri perhatian kalangan muda. Sehingga Batik tidak hanya digunakan oleh Pak Camat, Pak Lurah, Pak Kades, Pak RT, beserta isteri-isterinya, tapi kalangan muda juga bangga menggunakannya sebagai Outfit Of The Day (OOTD).





Jumat, 05 Februari 2016

KEKINIAN


#kekinian sepertinya menjadi salah satu hastag terpopuler belakangan ini, sungguh!!! Coba saja berseluncur di Instagram loe akan menemukan jutaan photo dengan bubuhan tanda pagar ini. 


Orang-orang Indonesia emang jago banget bikin jargon yang akhirnya menjadi populer. Masih inget beberapa tahun lalu, eh wait i think it was long time ago ketika Eko Patrio mungkin secara gak sengaja mengeluarkan statment "emang GP --> Emang Gue Pikirin" yg akhirnya petjahhhh bgt saat itu. Emang GP menjadi kosakata yg harus dilontarkan anak-anak gaul. 

Sekarang #KEKINIAN juga menjadi buah bibir dikalangan anak-anak Hipster. Upload photo lagi nongkrong-nongkrong cantik di kafe yang sedang happening, pakai baju yg stylenya hipster bgt, makan makanan yg aneh bentuk dan rasanya, selfie diujung tebing dan seabreg kegiatan lainnya pasti diujung captionnya ada hastag #KEKINIAN. 

Ngomongin soal #KEKINIAN, gw baru aja terlibat dalam satu project secara gak sengaja! Bukan gw nya sih sejujur-jujurnya, tapi brand baju gw #CRAZYNOPLAY yang menjadi salah satu outfit di Video Klip terbaru seorang penyanyi R&;B tanah air, JFLOW. Sebuah project yang menurut gw pecah bgt karena didalamnya diisi oleh karya-karya dari fashion designer #KEKINIAN saat ini. Duileeeehhhh. 




Music Video milik Jflow kali ini adalah kawin silang antara Music, segala aktifitas  dari urban life belakangan yang sangat kekinian daaaaaaaan juga FASHION. Trust me, you must to see it!!!! KEKINIAN

Rabu, 20 Januari 2016

Buka Lapak


Zalora, OLX, Buka Lapak, Blibli, dan seabreg market place yang sedang hip belakangan ini bisa jadi adalah dewa penolong bagi para enterpreneur dunia online dan menjadi surga nya para shopholic yang sudah terlalu malas pergi ke pusat perbelanjaan dengan ragam alasan. Yess, kecanggihan dunia teknologi memang membuat segala urusan menjadi semudah menjentikkan tangan. 

Tapi yang namanya berdagang memang tak semudah menjentikan jari jemari, perlu usaha yang sangat keras untuk memperkenalkan produk yg kita jual kepada khalayak luas. Diluar sana ada jutaan pedagang dan seabreg barang dagangan yang dipamerkan di berbagai etalase sosial media dengan harapan nge-grab costumer sebanyak-banyaknya tentu saja dibarengi dengan penawaran yang membuat orang tergiur untuk membelinya. 

Bertahun-tahun lalu, ketika masih berstatus "Newbi" di Industri fashion gw juga memulainya dari social media, lalu berkembang dengan sistem mouth to mouth dan ini sangat efektif untuk merangkul klien-klien baru. Tapi serbuan Market Place membuat pedagang sebetulnya dimudahkan untuk menggelar dagangannya di dunia maya. Salah satunya adalah gw. Buka Lapak dot com menjadi pilihan gw untuk memperjual belikan 3 brand yang saat ini tengah gw kelola : Crazy No Play, Koji Daily Wear & Lemomo. 


So. Buat loe yang ingin intip-intip barang dagangan gw, cusss meluncur ke www.bukalapak.com/kojidailywear 

Minggu, 10 Januari 2016

Bola Salju


Fashion Industri dalam Negeri saat ini gw ibaratkan seperti Bola Salju yang tengah menggelinding dari puncak gunung es menuju kaki gunung yang penuh dengan serpihan-serpihan es. Makin lama makin membesar dengan segala fenomena didalamnya. Orang-orang yang telah lama berkecimpung dalam industri ini tentu saja happy dengan segala kemudahan yang ada sekarang, tidak terkecuali para penggila belanja! Gak perlu merasakan betis berkonde untuk ngider-ngider mall atau berpeluh ria dilapak-lapak penjual baju pinggir jalan, tinggal sekali klik, laman-laman penjualan online ada dalam genggaman dan sekejap mata paket pesanan datang ke rengkuhan melalui jasa ojek online. Easy way to find it!

                Model by Lita Chan
                Make up by her self
                Fashion Stylist by Fei
     Photographer by Aditya Wardhana
         She wears Owl Mocca Dress
                Price IDR. 250K

Gw mungkin belum cukup lama terlibat dalam ranah industri ini, baru terbilang 11 tahun, dan 1/2 tahun belakangan ikut menjamah pahit getirnya industri fashion retail dibawah label kedua gw KOJI DAILY WEAR yang gw bangun bersama teman seperjuangan. Kendala terberatnya bukan soal menekan ego gw dalam-dalam agar tidak terlalu idealis dalam menelurkan karya, melainkan sisi sales dan marketing. Bukan perkara mudah untuk meyakinkan seseorang untuk mengenakan produk yang notabene adalah Local brand, kecenderungan market kita adalah bangga mengenakan International Brand yang konon katanya bisa mendongkrak level derajat kehidupan sosialnya. Gak ada yang salah memang dengan itu, selama punya cukup uang untuk beli why not? Yang kemudian salah adalah beli produk tiruannya, lalu pamer sana sini di social media. Mending pakai merek lokal tapi 95% original, iya gak sih? 


        Hippie-hippie outer, IDR. 250K


Selasa, 05 Januari 2016

Koji

         Shirt by Olineworkrobe // Pants by Crazy No Play // Tote bag by Eyyo// Accessories by Rumah Ratu // Shoes by Gucci // Location at Artotel Jakarta. 

Fashionable itu gak melulu harus menggunakan barang-barang International branded from head to toe, sepakat?

HARUS SEPAKAT!!!

Kenapa? 
Karena menurut gw, fashion industri dalam negeri sekarang sedang gencar-gencarnya bersolek diri, setiap hari ada saja lokal brand yang muncul dengan menawarkan berbagai rupa design yang memanjakan mata. 

International brand memang menawarkan level derajat yg mumpuni, kesannya High End, tergolong ke dalam pergaulan Jetset. Tapi, perkara fashionable itu tergantung dr cara orang meng-styling dirinya, bagaimana mix and match yang benar, betul?

Kecanggihan teknologi juga membuat segalanya menjadi jauh lebih mudah, hanya perlu ujung telunjuk untuk menggeser layar ponsel pintar loe, maka sekejap mata akan terpampang nyata ratusan bahkan ribuan tips and trick: how to wear your fashion item. Familiar dong dengan istilah Fashion Blogger? Nah, mereka-mereka yg menyandang status ini sangat memungkinkan untuk loe jadikan referensi berpakaian. Belum lagi hastag #OOTD yang menjamur di Instagram yang bisa loe tiru dan contek. Easy, right? 

Fashion item yang ditawarkan oleh local brand yg ada saat ini juga beragam, mau tampil ala street style? Adaaaaa!!! Atau loe adalah tipikal orang yang demen dgn style tabrak warna tabrak motif? Buanyaaaaaaakkkk! Suka yg flawless dan cenderung konvensional style? Ada benerrrrrrrrrrr! Mau apa mau apa?? Kita punya semua kok. Sekarang semua tergantung loe. Dan menurut gw, slogan MARI CINTAI PRODUK-PRODUK DALAM NEGERI hanya akan sebatas slogan saja, kalau kita justru masyarakatnya masih terlalu gengsi untuk mengenakan merek-merek lokal. 

I present to all of you, my 2nd line for daily wear with good design, good material and GOOD PRICE. 

KOJI DAILY WEAR. 

Koji in japanesse language means KEEP HAPPY, i want you feeling happy all the time when you wear our collection. 
More information you only need to chat me up by line: crazynoplay or visit my official instagram: @officialofcrazynoplay 


         Model by Lita Chan
         Make up and hair do by Lita 
         Chan
         Fashion Stylist by My self
         Photographer by Aditya 
         Wardhana. 
         Price starting from 175K to 300K



Selasa, 04 November 2014

How to begin? started!!!!




Yap, kebanyakan keluhan atau yg menurut gw sebenernya lebih ke PEMBENARAN Dr opini kesulitan memulai usaha adalah UANG!

You are totally rights! Apapun bentuk usaha yang akan kita jalankan sudah bisa dipastikan membutuhkan uang untuk permodalan. Tapi, sebagai orang yg memulai usaha di industri fashion tanpa uang sepeserpun, bolehlah gw berbagi sedikit advice. 

4 tahun lalu ketika gw mengambil keputusan sinting untuk keluar dari pekerjaan sebagai Fashion Designer disalah satu butik di kawasan Kemang, Selatan Jakarta, sejujur-jujurnya gak ada sepeserpun rupiah dalam Bank accounts gw. Gak ada pula niatan untuk kembali bekerja diperusahaan Lain. Saat itu gw cm teringat satu kalimat teman kos gw 4 tahun sebelum gw berada diposisi itu.

"Usaha konveksi gw emang terbilang kecil, tapi gw owner-nya men."

Yess. I want to be owner on my company!
Caranya?

YAH BIKIN USAHA BRO!!!

Lalu kenyataannya:

Gw ini cuma lulusan SMA dr sekolah negeri dipelosok Kalimantan, gw gak punya modal, gw anak kos yg masih sering nunggak bayar sewa kos, makan cuma bisa diwarteg itu juga pakai acara ngutang di minggu-minggu terakhir gajian. Kesimpulannya MIRIS! 

Niat gw sudah bulat, I will change my mind. No more jadi kacung, no more dimaki-maki bos didepan client.

So, ditengah-tengah trip gw ke Jogja untuk kali pertama dlm rangka menghambur-hamburkan gaji terakhir tercetuslah ide untuk membuat Online Shop yg saat itu baru booming.

Kemudian gw dihadapkan satu pertanyaan yg cukup masuk logika oleh teman backpacker gw saat itu.

"Are you kidding me? Online shop? Loe yakin bisa idup di Jakarta hanya dgn online shop?"

"Totally yes! For sure." 

Entah kesambet setan apa saat itu, that's guy menggelontorkan 9juta rupiah untuk gw memulai usaha gw.

Its fucking Crazy! 

That's why I named my fashion line with CRAZY NO PLAY

That's not easy to started this business, dgn gempuran online shop yg menjual produk bangkok hanya 80ribu sampai kisaran 100ribuan orng2 sdh bisa dpt produk yg oke, sementara gw begitu Kali pertama muncul dgn produk 249-349 ribu per pieces. Mennnnnnnn, sebulan kejual 1 baju itu sukur alhamdullilah.

Gak cm itu, gw ini apalah! Jahit gak bisa, bikin pola gak bisa, workshop gak ada, bisanya cuma Mengkhayal dan Menggambar. Lalu bagaimana gw menjalankan usaha ini?

BE SMART PERSON!! 
Yes, it must.

Cari ide--> tuangkan dlm sketch--> hunting bahan ke Tanabang--> bawa ke penjahit-penjahit rumahan (mereka akan Sgt bahagia mendapatkan order-an partai besar)--> jgn lupa bikin brand (ini penting untuk identitas)--> baju jadi--> bikin look book/katalog (kolaborasi dgn photographer baru yg jg ingin punya portfolio, model bisa pakai temen yg lumayan good looking biar ada nilai jualnya)--> PASARKAN!!!!

Hidup kita sudah sgt dimudahkan dgn kemajuan teknologi yg edan. Social media bertebaran, gedget sdh semakin Pinter, jgn sampai loe kalah pinter dr smartphone yg loe punya. 

Saat gw memulai blm ada path, blm ada instagram, dan temen-temennya yg cangih itu. Hanya ada Facebook dan twitter, biar lebih kece gw bikin account Blog sebagai pengganti website, Dan gratis!!!! 

You know what? When I'm started I use Warnet! Karena HP gw blm canggih, PC gak punya, boro2 laptop atau IPad.





See? 
It not too difficult, you only need STARTED!!! 

Jgn cuma niat, niat doang gk akan bikin loe move kemana-mana. Cm jalan ditempat. 

Rumusnya= DREAMS--> WAKE UP--> DO SOMETHING

easy!!!


So what you waiting for? 















































Selasa, 09 September 2014

Afternoon Tea
















AFTERNOON TEA, bercerita soal persahabatan 3 orang yang bekerja didunia fashion dengan spesifikasi bidang pekerjaan yg berbeda. Ketiga sahabat ini punya agenda rutin dipenghujung minggu yakni: Afternoon Tea sembari bercerita satu sama lain mengenai segala masalah yg terjadi dalam pekerjaan mereka.

Henry Habayahan, Sutradara muda jebolan sebuah program di TV swasta nasional berkolaborasi dengan Fei (Fashion Designer), Wiwit Sebrina (Fashion Stylist), Aditya Wardhana (Fashion Photographer) serta Alexandra Aubrey (Make up artist) serta menggandeng pemain Sinetron kawakan Shezy Idris dan Presenter handal Shita Destya akan menyuguhkan cinematography yg ciamik dengan setting Kawah Putih Ciwidey dan romantisnya suasana Sinou Kaffee Resto Panglima Polim. 

Film pendek berdurasi 7menit 25detik ini akan release setelah mengikuti beberapa short movie festival di Inggris dan Belanda.