Tampilkan postingan dengan label CrazyNoPlay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CrazyNoPlay. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2019

Dulu Dikatain Baju Office Boy, Sekarang Dikatain Baju Badut!

Crazy No Play by Fei yang menjadi anak sulung gue di industri fashion, tahun 2019 memasuki usia 9 tahun Mei mendatang.  Seperti yang sudah pernah gue ceritakan di Blog ini,  bahwa tujuan gue membuat brand fesyen sendiri tentu saja karena gue gak kepengen jadi penggangguran yang pada akhirnya berujung menjadi sampah masyarakat.

Well, setelah 9 tahun apa yang sudah gue dapatkan dari merek baju gue ini? 

PENGALAMAN!

Yess, Sebagai pengusaha yang memulai semua dari nol dengan modal khayal-khayal babu,  gue bersyukur bisa memiliki banyak pengalaman dari usaha gue ini. Pengalaman pernah gemeteran memasuki rumah dinas Panglima Besar TNI saat isteri dan anaknya mempercayakan gue membuatkan baju mereka,  Pengalaman saat harus bikin kebaya pengantin dan keluarganya dari kalangan selebritis,  Pengalaman bisa ngerasain Fashion show untuk kali pertama di Indonesia Fashion Week, Pengalaman ketika bisa membuatkan baju untuk keperluan manggung beberapa artis terkenal Indonesia, Pengalaman harus bolak balik dari satu tukang jahit satu ke tukang jahit lain karena saat itu belum punya workshop sendiri dan blm bisa jahit dan bikin pola Sendiri, Pengalaman dimaki maki klien,  dan berderet pengalaman lain yang gak akan cukup jadi satu postingan kl gue jabarkan satu-satu. 

Tapi dari semua pengalaman yg pernah gue dapat, hal yang paling membekas saat baju yang gw buat di awal-awal karier gue dikatain Baju Office Boy oleh seseorang yang bahkan tidak gue kenal. Hinaan itu membuat gue mendendam dan menjadi cambuk untuk gw supaya punya karya yang lebih bagus dari sebelumnya. Tahun berganti gue kembali mendapatkan sebuah penghinaan yang cukup mengganggu pikiran dan hati gw saat baju yang gue buat dikatain baju Badut,  pelakunya tentu saja gue kenal dan itu yang membuat gue merasa terhina. 

Tapi apapun itu, sebagai pekerja seni,  gue gak mungkin membungkam semua mulut orang dengan dua tangan gue. 

9 tahun cuma dapet seabreg pengalaman? Lalu bagaimana dengan uang? 

Insha Allah semua akan terbayar pada waktunya. Seperti kata pepatah:
"Usaha tidak membohongi hasil".

Rabu, 10 Januari 2018

Monas, Rumput & Biduan Dangdut

2018 masih wangi semerbak, semua keriaan dlm perayaan pergantian tahun masih lekat diingatan di pekan awal 2018. 
Hey kelian, kemana menghabiskan libur panjang akhir tahun? 

WELL, GUE MAH KERJAK!!!


Area Monas menjadi tempat kerja gw di detik-detik penghujung tahun 2017. Sebuah pesta besar diadakan di area iconnya kota Jakarta, untuk kali pertama setelah beberapa tahun terakhir area sakral ini TERTUTUP untuk perayaan semacam ini. 

Rhoma Irama dan Soneta group menggelar konsernya disini, di gawangi sebuah stasiun tv yang baru saja menasbihkan dirinya sebagai house of dangdut!

Rhoma Irama & Soneta group itu ibarat dua sisi mata uang, gak akan kepisah, kemana mana ya bareng. Dua-dua nya Legenda untuk musik dangdut. Dan malam itu meriah karena Rhoma Irama tak hanya bersama Soneta, ada sederet biduan dangdut kenamaan yg menemani. Dr yg kawakan sampai yg baru lahir dr ajang pencarian bakat di TV berlogo ikan terbang ini. 

Lalu, apa yg gw lakuin disini? Nyanyi dangdut juga? Hahahahaha. Gak mungkin! Seperti biasa gw adalah team hore. 
Erie Suzan adalah client gw yang ikut ambil bagian di konser penghujung tahun ini, dan kalau ada Erie ada gw artinya dia akan perform menggunakan karya gw 😜


Karena persoalan copyright jadi man teman bisa langsung meluncur ke youtube buat liat videonya yakksss. 

Gw tiba jam 2 siang, beberapa menit setelah semua akses ke backstage melalui gerbang enterance disamping stasiun gambir ditutup, walhasil kudu pereus-pereus ke security supaya diperbolehkan masuk. Gw pun kemudian disambut lautan manusia yang sudah tumpah ruah didepan stage besar yang sedang menggelar proses GR (gladi resik) Rita Sugiarto. Wihhhhhh nih manusia manusia berkerubung semacam semut. Lalu tiba tiba hujan badai datang, semua kocar kacir, artis pengisi acara berhamburan memasuki tenda mereka masing-masing. Namun naas, badai sedang murka siang itu, 10 tenda artis ambruk diamuk hujan badai, satu orang penyanyi dangdut tertimpa besi konstruksi tenda yang menaunginya, mujur hanya lebam dikaki. Sementara lainnya basah kuyup karena tetiba tenda yg menaunginya raib diterjang angin.

Bagaimana nasib penonton yg sudah terlanjur datang dan memenuhi area depan panggung? Gak ada pilihan selain tetap bertahan disana, membiarkan air yg tumpah dari langit membelai sekujur tubuh. Mereka kuyup, Mereka warbiyasakkkkkkkk. 

Hujan reda menjelang bedug magrib, penonton semakin membeludak, dan speaker dipanggung mulai meraung menjelang pukul 7 malam.
Pria yg tak gw kenal: "Buat teman-teman penonton jangan injak rumput yah, biar gak rusak" 
Bagian ini gw apresiasi, dan terus mereka koar-koarkan disela comercial break konser yang dipertontonkan secara live di televisi. 

Malam, kian merambat, hujan sudah benar-benar hilang, bersama semilir angin yangbjuga seokah ter-pause, membuat area backstage gerah bukan kepalang, ditambah liukan pinggul Bintang Pantura yg lagi menghentak panggung konser dan membakar semangat jutaan manusia yg datang dr berbagai kota, hadirin riuh, dibackstage tak kalah semarak, semua ngedumel karena signal handphone mendadak hilang, mereka lalu berasumsi ini perkara karena hujan badai tadi, lalu sebagian lain berkata 
"Signalnya emang sengaja di block tau, ini depan Istana Negara coy, dan tar ada Gubernur mau dateng malam tahun baru-an disini." 

Oke, masuk diakal, walau ngedumel karena gak bisa update sama sekali ke social media. Ini semacam deket sama orang, tapi cuma deket, jadian mah kagak! 



Kemana raungan pengumuman "dilarang injak - injak rumput"

Hahahahaha mereka pasti pasrah, karena menjelang tengah malam, sudah tidak ada lagi rumput yg terlihat diantara tugu Monas yg menjulang perkasa. Semua cela diisi lautan manusia. Bye bye rumput, riwayatmu tamat sudah dipenghujung 2017!!!  

Jumat, 14 Oktober 2016

Geulis


Katanya, dari obrolan yg gw cerna dari beberapa pelaku mode di Indonesia, beberapa Fashion Designer kerap melakukan ritual-ritual khusus ketika akan menentukan sebuah tema yang akan diangkat pada presentasi koleksi teranyar mereka. Puasa, misalnya. Mungkin tujuannya supaya karya terbarunya bisa diterima dengan baik oleh khalayak luas yang berujung pada terkumpulnya pundi-pundi dalam bank account nya. 

Tapi, gw pribadi, sebagai orang yang gak sengaja bersinggungan dengan dunia mode yang kemudian memutuskan untuk nyemplung sekalian ke industri ini, malah gak pernah kepikiran untuk melakukan hal-hal seperti itu. Boro-boro mikirin ritual pendukung seperti itu, kebanyakan persiapan untuk mengeluarkan koleksi baru justru prosesnya lebih sering secara random. Gw bisa memulainya dengan membuat design lalu berburu material dan peritilan-peritilannya kemudian meramu konsep photoshoot untuk keperluan campaign dan tahap terakhir memutuskan tema apa yg sesuai dengan semua outfit yg ada untuk kemudian gw terjemahkan ke dalam bentuk tulisan semacam product knowledge-nya. Tapi proses itu semua gak melulu harus seperti itu. Terkadang proses diatas malah gw jungkir balikkan urutannya. 

Seperti koleksi perdana ready to wear gw yang presentasinya dilakukan 2015 lalu. Kata "Geulis" yang tiba-tiba terlintas dibenak gw kala photoshoot sedang berlangsung di tengah malam buta di satu spot populer tempat mangkalnya manusia-manusia urban Ibu Kota akhirnya gw tasbihkan menjadi tema untuk koleksi baju siap pakai gw ini.

               



   
Secara garis besar, koleksi ini adalah refleksi gw pada teman-teman Fashion Blogger dan Fashion Stylist yang cara berpakaiannya tidak pernah biasa-biasa saja, always edge, ra'umum. Lalu, kesukaan gw pada seni Grafiti dan Mural pun juga gw tambahkan disana untuk pattern materialnya. Sehingga mencapai satu kesimpulan untuk total looknya yakni CANTIK a.k.a Geulis dalam bahasa sunda. 







Video Campaign:


Video Fashion Show






Rabu, 16 Maret 2016

Erie Suzan, Aku dan Dangdut


Dangdut itu katanya musik kelas bawah dari masyarakat pinggiran, gak high end, gak #KEKINIAN, musik pengundang syahwat karena penyanyi-penyanyinya yang lebih mementingkan goyang sensual penuh birahi ketimbang teknik vokal yang mumpuni. Jangan pernah bilang itu semua stigma-stigma dari masa lalu, karena nyatanya hingga saat ini pun, di era yang katanya serba #KEKINIAN anggapan-anggapan itu pun masih merajalalela disana sini! Gw mungkin sebagian dari seabreng manusia-manusia penikmat dan pencinta dangdut yg kerap dicibir kawan dari golongan penikmat genre musik lain kala sedang bercengkrama dan tetiba dari bibir seksi gw ini mengalun senandung irama dangdut. 

Satu ketika di awal malam, disatu pojok warung pinggir jalan.....

Klien: "Ketemu loe ye, gak pernah gw absen denger loe bersenandung dangdut. NORAK LU AH!"

Gw: "Idihhhhh, kenapa deh." Kemudian berlalu. 

Apa yang salah dengan Dangdut?
Gak ada!!! Ini cuma persepsi dari selera seseorang tentang caranya menikmati musik. Ada memang sebagian penyanyi dangdut yg tenar tiba-tiba karena goyang ina inu ina inu tanpa juntrungan, ada pula dipelosok-pelosok daerah tertentu dimana biduan dangdutnya tetiba nyaris telanjang ditengah-tengah panggung demi menuai rupiah walau urat malu jadi taruhan utama, yekaaaaaannnn???? Nda usah naif!!!

Tapi, coba luangkan sedikit waktu untuk menonton tv dgn logo IKAN TERBANG fenomenal itu, acara pencarian bakat khusus penyanyi-penyanyi berpita suara keriting yg selalu jadi bahan cemooh sejuta umat di Tanah Air mampu memperdengarkan suara-suara menggelegar dgn permainan dinamika, tabuhan gendang, minim goyang birahi, dan wardrobe ciamik memanjakan mata. Masih mau bilang dangdut itu NORAK DAN MUSIK KELAS PINGGIRAN? 

Krisdayanti gak mungkin gak kenal dong? Diva Indonesia loh, jawara ASIA BAGUS yg merupakan festival pencarian bakat dalam bidang tarik suara jaman baheula yg sangat boombastis di eranya. Gak malu tuh nyanyi Dangdut walau cengkok dangdutnya gak mungkin ditandingin sama Erie Suzan (Diva nya Dangdut) ditandingin sama teknik cengkoknya Lesti penyanyi dangdut kemarin sore aja gak mungkin nyamain, gak usah Lesti deh, kebagusan! Tandingin sama cengkok gw yg cuma penyanyi kelas kamar mandi, masih bagusan gw kemana-mana. Dan KD aja gak pernah menilai dangdut serendah itu. So, kalau loe cuma segelintir manusia yg jadi Fansnya KD, Rossa, Syahrini and the bleh and the bleh yg kentut aja Fals! Do not underestimate Dangdut like a shit!!!! 

Btw, rasanya loe harus mengalihkan sejenak tatapan mata loe dari penyanyi-penyanyi dangdut berpantat bohai, berpayudara implan bersuara gak karu-karuan biar penilaian loe tentang carut marutnya genre musik kami ini bisa berubah setidaknya 10% menjadi musik yg layak untuk dinikmati. ERIE SUZAN kenal dong? Kalau gak kenal gih googling, percuma punya smartphone tapi loe-nya gak pinter! 

Erie, salah seorang penyanyi yang lihai melantunkan lagu dangdut dgn style R&B. Nyaris tanpa gossip miring karena merupakan sosok penghibur dengan good attitude yg lebih ingin menonjolkan karyanya ketibang sensasi busuk yang menipu publik, disertai taste of fashion yang ciamik. Gak percaya? Have take a look. 











Heyyy semua baju-baju ini karya saya. Crazy No Play by Fei never feild isn't it?
Hahahaaa









Sabtu, 27 Februari 2016

Batik #KEKINIAN

Batik dahulu hanya kepunyaan orang-orang Jawa. semua sentra pengerajin batik ada di pulau jawa, tapi itu dulu. Ketika industri fashion kita sudah menjadi tuan di Negeri sendiri, dan saat industri tekstil kita sudah bisa mencuri perhatian khalayak luas, batik tidak lagi menjadi kepunyaan segelintir orang, tidak hanya terbatas pada orang-orang berdarah Jawa, pengerajin batik sudah bertaburan dari ujung Aceh sampai ujung Papua. Keceh yah!!!

Gw bukanlah pengerajin batik, gw sama sekali tidak terampil melukis kain mori dengan Malam (Lilin untuk membatik) gw juga bukan seseorang yang mengerti semua filosofi di balik goresan-goresan motif batik yang kita punyai. tapi satu hal, gw mencoba melestarikannya dengan menghadirkan design-design batik ready to wear yang kekinian agar bisa mencuri perhatian kalangan muda. Sehingga Batik tidak hanya digunakan oleh Pak Camat, Pak Lurah, Pak Kades, Pak RT, beserta isteri-isterinya, tapi kalangan muda juga bangga menggunakannya sebagai Outfit Of The Day (OOTD).





Jumat, 05 Februari 2016

KEKINIAN


#kekinian sepertinya menjadi salah satu hastag terpopuler belakangan ini, sungguh!!! Coba saja berseluncur di Instagram loe akan menemukan jutaan photo dengan bubuhan tanda pagar ini. 


Orang-orang Indonesia emang jago banget bikin jargon yang akhirnya menjadi populer. Masih inget beberapa tahun lalu, eh wait i think it was long time ago ketika Eko Patrio mungkin secara gak sengaja mengeluarkan statment "emang GP --> Emang Gue Pikirin" yg akhirnya petjahhhh bgt saat itu. Emang GP menjadi kosakata yg harus dilontarkan anak-anak gaul. 

Sekarang #KEKINIAN juga menjadi buah bibir dikalangan anak-anak Hipster. Upload photo lagi nongkrong-nongkrong cantik di kafe yang sedang happening, pakai baju yg stylenya hipster bgt, makan makanan yg aneh bentuk dan rasanya, selfie diujung tebing dan seabreg kegiatan lainnya pasti diujung captionnya ada hastag #KEKINIAN. 

Ngomongin soal #KEKINIAN, gw baru aja terlibat dalam satu project secara gak sengaja! Bukan gw nya sih sejujur-jujurnya, tapi brand baju gw #CRAZYNOPLAY yang menjadi salah satu outfit di Video Klip terbaru seorang penyanyi R&;B tanah air, JFLOW. Sebuah project yang menurut gw pecah bgt karena didalamnya diisi oleh karya-karya dari fashion designer #KEKINIAN saat ini. Duileeeehhhh. 




Music Video milik Jflow kali ini adalah kawin silang antara Music, segala aktifitas  dari urban life belakangan yang sangat kekinian daaaaaaaan juga FASHION. Trust me, you must to see it!!!! KEKINIAN

Rabu, 20 Januari 2016

Buka Lapak


Zalora, OLX, Buka Lapak, Blibli, dan seabreg market place yang sedang hip belakangan ini bisa jadi adalah dewa penolong bagi para enterpreneur dunia online dan menjadi surga nya para shopholic yang sudah terlalu malas pergi ke pusat perbelanjaan dengan ragam alasan. Yess, kecanggihan dunia teknologi memang membuat segala urusan menjadi semudah menjentikkan tangan. 

Tapi yang namanya berdagang memang tak semudah menjentikan jari jemari, perlu usaha yang sangat keras untuk memperkenalkan produk yg kita jual kepada khalayak luas. Diluar sana ada jutaan pedagang dan seabreg barang dagangan yang dipamerkan di berbagai etalase sosial media dengan harapan nge-grab costumer sebanyak-banyaknya tentu saja dibarengi dengan penawaran yang membuat orang tergiur untuk membelinya. 

Bertahun-tahun lalu, ketika masih berstatus "Newbi" di Industri fashion gw juga memulainya dari social media, lalu berkembang dengan sistem mouth to mouth dan ini sangat efektif untuk merangkul klien-klien baru. Tapi serbuan Market Place membuat pedagang sebetulnya dimudahkan untuk menggelar dagangannya di dunia maya. Salah satunya adalah gw. Buka Lapak dot com menjadi pilihan gw untuk memperjual belikan 3 brand yang saat ini tengah gw kelola : Crazy No Play, Koji Daily Wear & Lemomo. 


So. Buat loe yang ingin intip-intip barang dagangan gw, cusss meluncur ke www.bukalapak.com/kojidailywear