Tampilkan postingan dengan label FashionStory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FashionStory. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2019

Perbedaan, Persamaan : Wardrobe Stylist Dan Fashion Stylist


Saat Jadi Fashion Stylist
untuk Video Commercial Working Space 
Pernah denger profesi "Wardrobe Stylist" dan "Fashion Stylist"?

I will tell you somethin...

Perbedaan besar ketika hidup di kota besar dan hidup di daerah, adalah BIDANG PEKERJAAN. Serius!!! sebagai anak daerah yang besar di pelosok Kalimantan yang kemudian hijrah ke Jakarta 16 tahun lalu, gw bisa merasakan perbedaan ini.
Sebagian besar orang-orang daerah yang tidak pernah keluar dari kota tempat dia bertumbuh, beranggapan bahwa bidang pekerjaan yang mempunyai gengsi besar, cuma terbagi menjadi dua :

Pertama, loe kerja di pemerintahan.
kedua loe kerja di Pabrik.

Yess, it's all about mindset!!!.

Nah, sebagai orang yang sejak kecil sudah tau apa yang gue mau, gue sangat tidak ingin mencemplungkan diri ke dua bidang pekerjaan itu. im not intrested at all!

So, that's why i moved to Jakarta in 16 years ago. mencoba mencari jalan untuk lebih dekat dengan bidang pekerjaan yang gue impikan. But its not easy, Never! terlebih sebagai anak daerah dengan tingkat pendidikan yang biasa-biasa aja ditambah koneksi yang nyaris tak ada, membuat gue merasakan bagaimana beratnya bersaing di Kota Besar ini.

Well, setelah bertahun-tahun merangkak dan akhirnya berada di titik dimana gue bisa menggeluti bidang pekerjaan yang sama sekali tak terfikirkan sebelumnya dan pada akhirnya gue bisa membenarkan pepatah legendaris "Ada seribu jalan menuju Roma"

Here i am.

Lalu, apa hubungannya antara kisah klasik diatas dengan profesi Wardrobe Stylist dan Fashion Stylist?

Anggap saja itu sebagai intermezo seputar bidang pekerjaan yang saat ini gue geluti. Dua profesi itu adalah dua bidang pekerjaan yang sangat lumrah ditemui bagi orang-orang yang bekerja dibalik layar industri media, baik media cetak, media online, media pertelevisian, serta industri kreatif yang tengah naik daun belakangan ini.

Pada dasarnya inti dari profesi sebagai Wardrobe Stylist dan Fashion Stylist memiliki kesamaan yakni : Siapin baju! Ini adalah kunci utama yang harus digaris bawahi besar-besar,  kalau perlu bikin underlinenya pakai tinta merah dan dibuat Bold. Tapi tetap aja terdapat perbedaan yang setipis kulit ari. Kalau Wardrobe Stylist biasanya cakupannya lebih besar, Fashion Styist menurut  gue lebih personal.


Gue saat berkolaborasi dengan seorang Fashion Blogger (Titaz). kami menjadi Fashion Stylist dan Wardrobe Stylist Konser 17 Tahun THE RAIN BAND.


Contoh kasus:

Sebuah program TV yang sedang di persiapkan untuk menjadi sebuah tayangan menarik di televisi, tentu saja memiliki banyak team yang akan membantu team produksi untuk mewujudkan ide-ide liar program itu menjadi sebuah bentuk visual yang sedap dipandang mata dan layak diterima oleh penonton. Nah, salah satu Departement yang ada dalam team ini adalah Wardrobe Stylist, dimana tugas besar mereka adalah mempersiapkan baju-baju yang dibutuhkan untuk membuat ide program TV itu menjadi lebih nyata.  Dari sini, team wardrobe akan mulai mencari-cari baju dan Fashion Designer yang sesuai dengan brief pakaian yang harus mereka persiapkan. Sampai sini ngerti dong? kalau gak ngerti baca lagi dari awal, hahahahhaa.....

Lalu, bagaimana dengan keberadaan Fashion Stylist yang kini juga  banyak berseliweran di berbagai program TV yang sedang tayang di televisi?

Lemme know you somethin.

Jauh sebelum profesi Fashion Stylist berjaya seperti sekarang,  sebetulnya profesi ini lebih dulu dikenal sebagai PENGARAH GAYA. Lingkup pekerjaannya lumrah ditemukan di media cetak,  khususnya majalah fesyen. Pekerjaan mereka adalah membuat konsep pakaian untuk keperluan pemotretan halaman mode. Job desk seorang Fashion Stylist sama persis dengan apa yang dilakukan oleh seorang Wardrobe Stylist. Hanya berbeda lingkup pekerjaan saja.

Ennnaaahhhh, semakin jelas yah perbedaannya.

Terlebih dijaman milenial seperti sekarang, dimana kemajuan teknologi sudah sangat-sangat berkembang pesat, gaya hidup orang-orang juga semakin beraneka rupa, dan kebutuhan akan visual yang menarik sudah tidak terbendung lagi, serta kemajuan industri entertaiment yang semakin besar, membuat seorang Wardrobe Stylist dan seorang Fashion Stylist memungkinkan untuk semakin sering berkolaborasi dalam sebuah project. Thats why semakin banyak Fashion Stylist yang dipekerjakan oleh seorang Wardrobe Stylist maupun sebaliknya.

Ruwet ya perkara ini?

Nggak juga sih, hahahahaha...gw akan membawa loe  ke contoh kasus berikutnya.

Sebuah Program Televisi sedang tayang, dimana di dalam program itu melibatkan banyak pengisi acara (Artis) yang memiliki kecenderungan kesukaan terhadap satu gaya tertentu. untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan, gak jarang seorang Wardrobe Stylist mempekerjaan seorang Fashion Stylist untuk meng-handle seorang atau beberapa artist sekaligus. Dan dalam kasus ini sang Wardrobe Stylist sudah menjabarkan gaya berpakaian seperti apa yang perlu di persiapkan oleh Fashion Stylist tersebut untuk dikenakan oleh Artist yang dia pegang.
Kenapa harus sampai meng-hire seorang Fashion Stylist?
karena  Fashion Stylist yang gw jelaskan diawal sifatnya lebih personal, gak jarang lingkup pertemenan seorang Fashion Stylist lebih dekat dengan profesi lain yang dibutuhkan dalam program ini. Let say, Banyak Fashion Stylist yang berteman dekat dengan seorang Fashion Designer, lalu kecenderungan ide mix and match seorang Fashion Stylist yang out of the box. Selain itu, karena kebanyakan Fashion Stylist adalah pekerja paruh waktu, mereka memiliki cukup banyak waktu untuk hunting baju kebeberapa Butik, pertokoan, dan pusat perbelanjaan. Sementara seorang Wardrobe Stylist memiliki keterbatasan waktu, karena disaat yang bersamaan juga harus mempersipkan program TV lain yang mungkin sedang running secara bersamaan.

Bersama Bintang Iklan, Saat Jadi Fashion Stylist untuk Video Commercial First Media


Sooooooooo.......kenapa menjadi seorang Fashion Stylist itu menyenangkan.
Pertama, jika loe seorang fashion stylist yang dipekerjakan oleh seorang penampil, A.K.A Arstis atau Public Figure, gak jarang loe akan ketiban rejeki ikutan populer. Let Say Caren Delano (Fashion Stylist kenamaan Dalam Negeri) yang belakangan semakin populer dan wara wiri di berbagai program TV setelah cukup lama menjadi personal stylist nya Syahrini (Sekarang udah Nggak) lalu sekarang menjadi Personal Stylist nya Angez Mo. dari Mancanegara ada Rachel Zoe yang pada akhirnya punya program TV sendiri di Hollywood.

Kedua, Seorang Fashion Stylist itu juga bisa merangkap sebagai personal shopper klien yang sedang loe handle. loe bisa shooping barang bagus (walaupun gak bisa ikut make, karena itu barang yang loe beli buat klien loe! hahhahhaa...), gak keluar duit, dan dibayar!

Ketiga, punya banyak hal yang bisa dikerjakan. contoh, dipekerjakan seorang photographer untuk pemotretan (pra wedding, fashion aditorial, fashion cataloque, profile photo, photo personal), bisa jadi Fashion Stylist untuk penggarapan video music, video commercial A.K.A iklan

Keempat, ini yang paling penting! loe bisa mendapatkan banyak networking! voilaaaaaa......pundi-pundi rupiah lagi tuh.

Dan apa yang membuat pekerjaan seorang Wardrobe Stylist itu menyenangkan?
Loe kerja di TV, ketemu banyak artist, bisa selfi bareng artist buat di upload di social media, kalau beruntung bisa jadi teman akrab beberapa artist. hahahahahaha.....

Hasil styling gue saat jadi fashion stylist untuk cover single terbaru Duo R
Photographer by Aditya Wardhana



CONCLUSION:
Bergayalah, karena kalau loe gaya loe sedep dipandang mata, asal jangan kebanyakan gaya!!!! hahahaaahahahahahah *KETAWA SETAN

Sabtu, 27 Agustus 2016

Pria dan kebiasaan standartnya


                     
Jacket by Cultura
Pants, Unbrand
Tote Bag, Unbrand
Shoes by Wayout

Color blocking adalah perpaduan lebih dari dua warna yang sangat kontras. Pernah menjadi trend di dunia mode pada tahun 60-an, gaya tabrak warna ini kembali hip di medio 2011/2012 lalu. Yap, seperti nasib manusia, tren fashion juga memang selalu berputar, tinggal nunggu giliran aja buat dicintai dan dipake. 

Nah, gaya berpakaian seperti ini memang lebih sering dikenakan oleh kaum hawa, karena tampilannya yang mencolok membutuhkan tingkat kepercayaan diri yang warbiyasakk. Sementara kaum adam kecenderungan berpakaiannya hanya di-skala main aman. Yah kalau nda Jeans sama T-Shirt yah Jeans sama kemeja flanel. Paling banter paduin 3 fashion items itu, ditambah boots atau sneekers dan topi. KELAR!!! 

Selasa, 23 Agustus 2016

Gembel Naik Kelas

Sleveless jeans shirt Unbrend
Strips shirt by Tira Jeans
Short harem pants by XSML
Boots by Eyyo


Bagaimana loe mendandani diri loe sehari-hari? Smart Casual? Street Wear? Harajuku? Conservatif style? SWAG? Weird look? atau loe punya style sendiri yang cuma loe sendiri yang ngerti kemana kiblat fashion loe mengarah?! Gw pribadi adalah pencinta harajuku style, cenderung urakan sih lebih tepatnya. Menurut gw, kunci untuk tampil kece itu cuma perlu pakai outfit YANG PALING NYAMAN dan biarkan orang lain yang terintimidasi sama total look yang pakai.

Pernah denger tentang istilah "beauty is pain" dong?
slogan ini adalah hal biasa dikalangan cewek-cewek yang menomorsatukan penampilan. Bener loh!! menyakiti diri sendiri itu seperti hal yang biasa aja buat makhluk yang bernama perempuan. Memakai Stilito 17 centi yang sebetulnya lebih mirip engrang dan keliatan bikin ngilu buat yang ngeliat bisa jadi adalah hal yang sangat biasaaaaaaa buat mereka, walau sebetulnya mereka harus mengompres betis mereka ketika sampai dirumah.

Tapi, perihnya menanggung penderitaan karena pengen tampil kece juga beberapa kali gw lakuin. Mennnnnn, jangan pikir menggunakan boots sepanjang hari itu adalah hal mudah, rasa nyamannya cuma di 30 menit pertama, menit-menit berikutnya adalah penyiksaan, betis berasa berkonde. PERTANYAANNYA, kenapa beberapa orang (atau mungkin banyak orang) rela menahan rasa sakit berjam-jam menggunakan fashion stuff yang tidak nyaman sama sekali?

JAWABANNYA: 

It's just about pay attention from others.

Bener loh!!! mulai dari Potters, Sales, Kasir hingga Store Manager toko kain langganan gw di pasar Maystik mengeluarkan statment yang sama tiap berpasan sama gw diatara hiruk pikuknya aktifitas jual beli di toko berlantai 3 ini.

Mereka: "Sewa dimana bajunya? keren bener hari ini, biasanya nge-gembel"







Kan Bab*k yaaa!!!!!!

Senin, 08 Agustus 2016

The Power Of Kepepet



Kepepet itu beda-beda tipis sama kebelet. Seriusan. Bayangin kalau loe lagi kebelet dilokasi yang gak memungkinkan cari toilet, pasti insting kreatif secara langsung membuncah dikepala. Hal-hal mustahil yang biasanya gak mungkin dipikirin apalagi dilakuin, bisa jadi loe langsung kerjakaan tanpa pikir dua kali. Semisal kencing dalam botol bekas air mineral manakala sedang konsentrasi nyetir dikemacetan dalam TOl, atau bisa jadi ngegali lubang alakadarnya dibawah pohon pisang saat "sampah" dalam usus besar sudah tidak bisa lagi diajak kompromi saat loe sedang jalan-jalan sore di perkebunan. Walhasil tengok kiri tengok kanan kalau-kalau ada orang yg gak sengaja lewat mergokin loe yang sedang jongkok sambil pasang status di social media, ngadu kalau lagi boker tapi binggung ceboknya pake apaan. Yekan!?

Nah, sama ama kondisi gw beberapa bulan lalu yang kebinggungan saat tukang jahit gw memutuskan resign. Keadaan itu ngebuat bathin kesiksa, sama tersiksanya saat pacar gak balas chat loe di whatsapp atau line. Berkali-kali pasang iklan lowongan kerja di Internet hasilnya NOL BESAR, dan keadaan itu pula yg membuat gw memutuskan ngejahit sendiri daripada diomelin klien karena bajunya gak kelar atau bahkan terusir dari rumah karena gak sanggup bayar uang sewa. 

Takjub!!! Untuk ukuran orang yang selama ngejalanin usaha bikin jual beli baju yang cuma ngelihat tukang bikin pola dan tukang jahit ngegeber mesin jahit bisa nyelesaiin satu croped jaket hanya dalam waktu 12 jam saja. Benar memang kata orang-orang diluar sana : loe cuma perlu kebulatan tekad selain niat! 

Rabu, 16 Maret 2016

Erie Suzan, Aku dan Dangdut


Dangdut itu katanya musik kelas bawah dari masyarakat pinggiran, gak high end, gak #KEKINIAN, musik pengundang syahwat karena penyanyi-penyanyinya yang lebih mementingkan goyang sensual penuh birahi ketimbang teknik vokal yang mumpuni. Jangan pernah bilang itu semua stigma-stigma dari masa lalu, karena nyatanya hingga saat ini pun, di era yang katanya serba #KEKINIAN anggapan-anggapan itu pun masih merajalalela disana sini! Gw mungkin sebagian dari seabreng manusia-manusia penikmat dan pencinta dangdut yg kerap dicibir kawan dari golongan penikmat genre musik lain kala sedang bercengkrama dan tetiba dari bibir seksi gw ini mengalun senandung irama dangdut. 

Satu ketika di awal malam, disatu pojok warung pinggir jalan.....

Klien: "Ketemu loe ye, gak pernah gw absen denger loe bersenandung dangdut. NORAK LU AH!"

Gw: "Idihhhhh, kenapa deh." Kemudian berlalu. 

Apa yang salah dengan Dangdut?
Gak ada!!! Ini cuma persepsi dari selera seseorang tentang caranya menikmati musik. Ada memang sebagian penyanyi dangdut yg tenar tiba-tiba karena goyang ina inu ina inu tanpa juntrungan, ada pula dipelosok-pelosok daerah tertentu dimana biduan dangdutnya tetiba nyaris telanjang ditengah-tengah panggung demi menuai rupiah walau urat malu jadi taruhan utama, yekaaaaaannnn???? Nda usah naif!!!

Tapi, coba luangkan sedikit waktu untuk menonton tv dgn logo IKAN TERBANG fenomenal itu, acara pencarian bakat khusus penyanyi-penyanyi berpita suara keriting yg selalu jadi bahan cemooh sejuta umat di Tanah Air mampu memperdengarkan suara-suara menggelegar dgn permainan dinamika, tabuhan gendang, minim goyang birahi, dan wardrobe ciamik memanjakan mata. Masih mau bilang dangdut itu NORAK DAN MUSIK KELAS PINGGIRAN? 

Krisdayanti gak mungkin gak kenal dong? Diva Indonesia loh, jawara ASIA BAGUS yg merupakan festival pencarian bakat dalam bidang tarik suara jaman baheula yg sangat boombastis di eranya. Gak malu tuh nyanyi Dangdut walau cengkok dangdutnya gak mungkin ditandingin sama Erie Suzan (Diva nya Dangdut) ditandingin sama teknik cengkoknya Lesti penyanyi dangdut kemarin sore aja gak mungkin nyamain, gak usah Lesti deh, kebagusan! Tandingin sama cengkok gw yg cuma penyanyi kelas kamar mandi, masih bagusan gw kemana-mana. Dan KD aja gak pernah menilai dangdut serendah itu. So, kalau loe cuma segelintir manusia yg jadi Fansnya KD, Rossa, Syahrini and the bleh and the bleh yg kentut aja Fals! Do not underestimate Dangdut like a shit!!!! 

Btw, rasanya loe harus mengalihkan sejenak tatapan mata loe dari penyanyi-penyanyi dangdut berpantat bohai, berpayudara implan bersuara gak karu-karuan biar penilaian loe tentang carut marutnya genre musik kami ini bisa berubah setidaknya 10% menjadi musik yg layak untuk dinikmati. ERIE SUZAN kenal dong? Kalau gak kenal gih googling, percuma punya smartphone tapi loe-nya gak pinter! 

Erie, salah seorang penyanyi yang lihai melantunkan lagu dangdut dgn style R&B. Nyaris tanpa gossip miring karena merupakan sosok penghibur dengan good attitude yg lebih ingin menonjolkan karyanya ketibang sensasi busuk yang menipu publik, disertai taste of fashion yang ciamik. Gak percaya? Have take a look. 











Heyyy semua baju-baju ini karya saya. Crazy No Play by Fei never feild isn't it?
Hahahaaa









Sabtu, 27 Februari 2016

Batik #KEKINIAN

Batik dahulu hanya kepunyaan orang-orang Jawa. semua sentra pengerajin batik ada di pulau jawa, tapi itu dulu. Ketika industri fashion kita sudah menjadi tuan di Negeri sendiri, dan saat industri tekstil kita sudah bisa mencuri perhatian khalayak luas, batik tidak lagi menjadi kepunyaan segelintir orang, tidak hanya terbatas pada orang-orang berdarah Jawa, pengerajin batik sudah bertaburan dari ujung Aceh sampai ujung Papua. Keceh yah!!!

Gw bukanlah pengerajin batik, gw sama sekali tidak terampil melukis kain mori dengan Malam (Lilin untuk membatik) gw juga bukan seseorang yang mengerti semua filosofi di balik goresan-goresan motif batik yang kita punyai. tapi satu hal, gw mencoba melestarikannya dengan menghadirkan design-design batik ready to wear yang kekinian agar bisa mencuri perhatian kalangan muda. Sehingga Batik tidak hanya digunakan oleh Pak Camat, Pak Lurah, Pak Kades, Pak RT, beserta isteri-isterinya, tapi kalangan muda juga bangga menggunakannya sebagai Outfit Of The Day (OOTD).





Minggu, 21 Februari 2016

KULIT LUAR

Seseorang itu bisa berubah kapan saja dan dimana saja, tidak hanya dari segi cara berfikir tapi juga perubahan dalam penampilan. Dulu sekali, ketika masih naif, gw pasti akan sangat lantang menolak setiap perkataan orang-orang yang meminta gw untuk merubah cara berpakaian gw, demi per-karier-an gw katanya. Saat itu, gw akan berdalih bahwa gw nyaman berpenampilan seada-adanya karena itu gak penting buat gw, yang terpenting adalah mereka melihat apa yang gw buat, karya gw.

Tapi itu duluuu, sekarang orang-orang gak perlu meminta gw untuk merubah cara gw berpenampilan. i have to change by my self. Bahwa kenyataan gw bekerja di dunia fashion dimana sebagian besar orang akan melihat "Kulit Luar" loe itu adalah benar adanya. so, i have to change. setidaknya lebih rapi dan lebih klimis. Bhahahahhaa

    Photo pertama saat masih cupu!, Tee putih saat sudah memulai







                                  
                                  




                                  


Minggu, 10 Januari 2016

Bola Salju


Fashion Industri dalam Negeri saat ini gw ibaratkan seperti Bola Salju yang tengah menggelinding dari puncak gunung es menuju kaki gunung yang penuh dengan serpihan-serpihan es. Makin lama makin membesar dengan segala fenomena didalamnya. Orang-orang yang telah lama berkecimpung dalam industri ini tentu saja happy dengan segala kemudahan yang ada sekarang, tidak terkecuali para penggila belanja! Gak perlu merasakan betis berkonde untuk ngider-ngider mall atau berpeluh ria dilapak-lapak penjual baju pinggir jalan, tinggal sekali klik, laman-laman penjualan online ada dalam genggaman dan sekejap mata paket pesanan datang ke rengkuhan melalui jasa ojek online. Easy way to find it!

                Model by Lita Chan
                Make up by her self
                Fashion Stylist by Fei
     Photographer by Aditya Wardhana
         She wears Owl Mocca Dress
                Price IDR. 250K

Gw mungkin belum cukup lama terlibat dalam ranah industri ini, baru terbilang 11 tahun, dan 1/2 tahun belakangan ikut menjamah pahit getirnya industri fashion retail dibawah label kedua gw KOJI DAILY WEAR yang gw bangun bersama teman seperjuangan. Kendala terberatnya bukan soal menekan ego gw dalam-dalam agar tidak terlalu idealis dalam menelurkan karya, melainkan sisi sales dan marketing. Bukan perkara mudah untuk meyakinkan seseorang untuk mengenakan produk yang notabene adalah Local brand, kecenderungan market kita adalah bangga mengenakan International Brand yang konon katanya bisa mendongkrak level derajat kehidupan sosialnya. Gak ada yang salah memang dengan itu, selama punya cukup uang untuk beli why not? Yang kemudian salah adalah beli produk tiruannya, lalu pamer sana sini di social media. Mending pakai merek lokal tapi 95% original, iya gak sih? 


        Hippie-hippie outer, IDR. 250K


Selasa, 05 Januari 2016

Koji

         Shirt by Olineworkrobe // Pants by Crazy No Play // Tote bag by Eyyo// Accessories by Rumah Ratu // Shoes by Gucci // Location at Artotel Jakarta. 

Fashionable itu gak melulu harus menggunakan barang-barang International branded from head to toe, sepakat?

HARUS SEPAKAT!!!

Kenapa? 
Karena menurut gw, fashion industri dalam negeri sekarang sedang gencar-gencarnya bersolek diri, setiap hari ada saja lokal brand yang muncul dengan menawarkan berbagai rupa design yang memanjakan mata. 

International brand memang menawarkan level derajat yg mumpuni, kesannya High End, tergolong ke dalam pergaulan Jetset. Tapi, perkara fashionable itu tergantung dr cara orang meng-styling dirinya, bagaimana mix and match yang benar, betul?

Kecanggihan teknologi juga membuat segalanya menjadi jauh lebih mudah, hanya perlu ujung telunjuk untuk menggeser layar ponsel pintar loe, maka sekejap mata akan terpampang nyata ratusan bahkan ribuan tips and trick: how to wear your fashion item. Familiar dong dengan istilah Fashion Blogger? Nah, mereka-mereka yg menyandang status ini sangat memungkinkan untuk loe jadikan referensi berpakaian. Belum lagi hastag #OOTD yang menjamur di Instagram yang bisa loe tiru dan contek. Easy, right? 

Fashion item yang ditawarkan oleh local brand yg ada saat ini juga beragam, mau tampil ala street style? Adaaaaa!!! Atau loe adalah tipikal orang yang demen dgn style tabrak warna tabrak motif? Buanyaaaaaaakkkk! Suka yg flawless dan cenderung konvensional style? Ada benerrrrrrrrrrr! Mau apa mau apa?? Kita punya semua kok. Sekarang semua tergantung loe. Dan menurut gw, slogan MARI CINTAI PRODUK-PRODUK DALAM NEGERI hanya akan sebatas slogan saja, kalau kita justru masyarakatnya masih terlalu gengsi untuk mengenakan merek-merek lokal. 

I present to all of you, my 2nd line for daily wear with good design, good material and GOOD PRICE. 

KOJI DAILY WEAR. 

Koji in japanesse language means KEEP HAPPY, i want you feeling happy all the time when you wear our collection. 
More information you only need to chat me up by line: crazynoplay or visit my official instagram: @officialofcrazynoplay 


         Model by Lita Chan
         Make up and hair do by Lita 
         Chan
         Fashion Stylist by My self
         Photographer by Aditya 
         Wardhana. 
         Price starting from 175K to 300K