Tampilkan postingan dengan label Fashion Show. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fashion Show. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2016

Geulis


Katanya, dari obrolan yg gw cerna dari beberapa pelaku mode di Indonesia, beberapa Fashion Designer kerap melakukan ritual-ritual khusus ketika akan menentukan sebuah tema yang akan diangkat pada presentasi koleksi teranyar mereka. Puasa, misalnya. Mungkin tujuannya supaya karya terbarunya bisa diterima dengan baik oleh khalayak luas yang berujung pada terkumpulnya pundi-pundi dalam bank account nya. 

Tapi, gw pribadi, sebagai orang yang gak sengaja bersinggungan dengan dunia mode yang kemudian memutuskan untuk nyemplung sekalian ke industri ini, malah gak pernah kepikiran untuk melakukan hal-hal seperti itu. Boro-boro mikirin ritual pendukung seperti itu, kebanyakan persiapan untuk mengeluarkan koleksi baru justru prosesnya lebih sering secara random. Gw bisa memulainya dengan membuat design lalu berburu material dan peritilan-peritilannya kemudian meramu konsep photoshoot untuk keperluan campaign dan tahap terakhir memutuskan tema apa yg sesuai dengan semua outfit yg ada untuk kemudian gw terjemahkan ke dalam bentuk tulisan semacam product knowledge-nya. Tapi proses itu semua gak melulu harus seperti itu. Terkadang proses diatas malah gw jungkir balikkan urutannya. 

Seperti koleksi perdana ready to wear gw yang presentasinya dilakukan 2015 lalu. Kata "Geulis" yang tiba-tiba terlintas dibenak gw kala photoshoot sedang berlangsung di tengah malam buta di satu spot populer tempat mangkalnya manusia-manusia urban Ibu Kota akhirnya gw tasbihkan menjadi tema untuk koleksi baju siap pakai gw ini.

               



   
Secara garis besar, koleksi ini adalah refleksi gw pada teman-teman Fashion Blogger dan Fashion Stylist yang cara berpakaiannya tidak pernah biasa-biasa saja, always edge, ra'umum. Lalu, kesukaan gw pada seni Grafiti dan Mural pun juga gw tambahkan disana untuk pattern materialnya. Sehingga mencapai satu kesimpulan untuk total looknya yakni CANTIK a.k.a Geulis dalam bahasa sunda. 







Video Campaign:


Video Fashion Show






Selasa, 08 Maret 2016

Crazy No Play : #KEKINIAN

 

#SWAG <-- pernah menemukan hastag ini di caption photo seseorang di instagram? Pernah dong pastinya! Atau malah mungkin pernah membubuhkan tanda pagar ini diphoto #OOTD yg loe upload ke media sosial berbagi photo tersebut. Sampai saat ini sebetulnya belum ada arti harfiah pada kosakata ini, SWAG bisa merujuk pada "Style Cuek" dalam memadupadankan outfit yang loe pake sehingga memberikan total look yg out of the box, edgy begitulah kira-kira.

Gw baru saja mengawinkan SWAG style dengan HIPSTER style pada panggung Jogja Fashion Festival 2016 yang merupakan signature event Mall Ambarrukmo Plaza Jogja, 5 maret kemarin. Dengan mempresentasikan 10 total look dengan permain palet Turqoise, Grey, Yellow, Ligth Blue, Creamy, Crazy No Play by Fei secara resmi meluncurkan Men's Wear collection setelah sekian lama berkutat dengan pakaian wanita dengan tetap mengusung "benang merah" design yg Edgy, Colorfull, Playfull.
 










Shoes by Eyyo
Photo by Jogja Fashion Festival 2016









Kamis, 01 Januari 2015

EQUATOR -

ALHAMDULLILLAH

The dreams finally come true.
Rasanya melebihi rasa ketika kali pertama jatuh cinta, melebihi rasa haru ketika kali pertama baju yg gw buat dipakai oleh model yang melenggak lenggok diatas catwalk disebuah pusat perbelanjaan kenamaan di Jakarta.

Ini rasa yang sungguh complicated yg tak tergambarkan oleh apapun!
Nyaris setahun sejak perjumpaan dengan Bunda Ulfa, Manager Departement PKBL PT. Pupuk Kalimantan Timur Bontang yang menawarkan gw untuk bergabung diperayaan Ulang Tahun perusahaan penghasil Pupuk di Kota tempat gw menghabiskan masa kecil hingga masa puber, keinginan untuk mempresentasikan karya gw di hadapan publik Bontang, di kampung halaman gw sendiri terwujud sudah 11 dan 13 Desember 2014 lalu.

Mungkin banyak yang sudah kebal pendengaran bagaimana gw kerap bercerita ttg semua masa sulit, tentang bagaimana keluarga petani kecil ini tak dihiraukan oleh orang lain, lalu gw memutuskan untuk tidak menjadi petani seperti Bapak dan Ibu gw dan hengkang dr kota ini, bergabung dgn hirup pikuk hedoiseme kehidupan Ibu Kota, lalu kembali 11 tahun kemudian sebagai seorang Pembicara di seminar tentang bagimana membangun Bisnis Fashion berbasis Social Media, berbicara di Hadapan Ibu-ibu penjahit Mitra Binaan PT. Pupuk Kaltim tentang pengaplikasian kain perca agar bernilai ekonomis tinggi, dan sebuah rasa yang sungguh luar biasa ketika tak seorangpun angkat kaki hingga seminar sehari itu benar-benar rampung diujung senja.

Gw tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, gak mau hanya menjadi story teller ttg semua proses dan hal yg gw lalui untuk bisa sampai dititik ini. Gw ingin lebih dari itu, menyentuh hati banyak orang untuk mulai change their mind set ttg bekerja, tentang bagaimana Industri Kreatif begitu menjanjikan untuk digeluti, bahwa bekerja tidak selalu harus menjadi karyawan di perusahaan-perusahaan Multi Nasional atau menjadi PNS, selain itu gw ingin mengajak model-model lokal untuk meng-upgrade kemampuan mereka didunia modeling, bahwa menjadi model tidak hanya sekedar lengkak lengkok diatas runway. Karena sesungguhnya seorang model harus bisa menjadi marketing yg hebat untuk setiap helai baju yang mereka kenakan dan presentasikan dihadapan publik, dan seorang model yg baik tentu saja harus dilengkapi dengan Attitude yang mumpuni untuk menjadi seorang profesional, so pergelaran ini pun gw lengkapi dengan 9 model yang mumpuni dgn jam terbang tinggi. 

Adalah sebuah kebahagian tak terbayarkan oleh rupiah ketika bisa mendudukkan kedua orang tua gw di front row, berdampingan dgn para petinggi perusahaan, dan jajaran pemerintah kota Bontang. Lelah gw raib, terbang bersama rasa haru biru yang menggedor setiap milimeter hati gw, dan gw pun menggila dipenghujung show.



Selasa, 14 Oktober 2014

Harus Sepakat!

"Jadi berapa profit yg loe dapet kl ikutan fashion show?"

Pertanyaan itu pernah digelontorkan beberapa orang teman yg mendengar semua celotehan-celotehan gw ttg beberapa event fashion show yg akan gw ikutin maupun yg gw persiapkan.

Kenapa harus selalu soal "UANG?"
Kenapa gak berfikir kl Fashion Show itu soal strategi marketing jangka panjang?

"Tak kenal maka tak sayang."

Pepatah kuno ini menurut gw juga perlu diaplikasikan dlm seseorang membangun kerajaan bisnisnya, gak melulu disandingkan dengan perkara cinta-cintaan. 



Fashion show adalah bentuk lain dr TV Commercial yg dibuat oleh produsen berbagai produk untuk memperkenalkan barang yg dia jual agar diminati oleh calon pembeli. Sehingga banyak fashion designer yg merancang pagelarannya sedemikian rupa agar audience yg datang  terperangkap dan satu hari akan membeli hasil karyanya, toh ini akan mengisi pundi-pundinya kelak.

Sebuah pagelaran busana juga menurut gw adalah tentang bagaimana gw mengkoleksi portfolio karya-karya gw yg nantinya akan menjadi materi presentasi ke client dan akan punya andil yg cukup signifikan ketika gw dan client sudah berbicara soal "price".

Tahukah loe bahwa salah satu tipe pembeli dari masyarakat urban adalah soal "PRESTIGIOUS".

Jadi mari kita ber-sepakat bahwa urusan fashion show tidak hanya sebatas ajang "Tampil" melainkan bentuk lain dr sebuah "INVESTASI" untuk seseorang yg berprofesi sebagai Fashion Designer.

SEPAKAT!!!!!!

Kamis, 20 Maret 2014

Crazy No Play on Jogja Fashion Festival 2014

Gw sampai gak tahu harus bilang apa!!! but im so happpyyyyyy, finally that dreams come true. Crazy No Play Premium by Fei akhirnya melenggang di atas Runway. 

Yesss, Jogja Fashion Festival 2014 tgl 7-8 Maret 2014 kmrn menjadi pelabuhan pertama 16 look design Crazy No play.

Well, walau persiapannya cukup singkat dan berdarah-darah dengan semua keterbatasan yang ada, tapi saya senang, dan penuh rasa syukur untuk pencapaian ini. so here we gooooooooooo.......