Minggu, 07 Agustus 2022

Coffee Shop BUKAN warung, Jangan jadikan pembeli menjadi Raja!

Coffee Shop yang merupakan salah satu subcultur dari industri Food and Beverage sedang menjadi buah bibir di kota Bontang, dalam beberapa tahun terakhir bisnis ini memang sedang berkembang pesat. Hal itu secara kasat mata terlihat dari banyaknya bermunculan kedai-kedai kopi modern hampir disetiap sudut kota, membuat semakin banyaknya alternatif tongkrongan bagi masyarakat kota Bontang.

Jauh sebelumnya, malam hari di Kota kecil ini tak pernah semeriah sekarang, hiruk pikuk kehidupan di kota industri ini berhenti setelah adzan magrib berkumandang, tak akan banyak aktifitas malam hari yang terlihat, saat itu menjadi sebuah kemustahilan untuk bisa menemukan segerombolan anak-anak muda yang sedang bersenda gurau kala matahari sudah terlelap. Namun, itu dulu! beda cerita dengan keadaan sekarang, kehadiran banyak kedai kopi modern membuat setiap sudut kota Bontang menulis ceritanya sendiri.


Seperti cerita Ari, seorang pengusaha dibidang FnB di kota Bontang, yang konsentrasi bisnisnya mensuplai kebutuhan dasar bagi sebagian besar kedai-kedai kopi yang terus menjamur di Kota langganan Adipura ini. Pada satu kesempatan yang penuh dengan guyuran air hujan, Ari bercerita tentang bagaimana wajah bisnis kedai kopi di Bontang yang "SUDAH KELUAR JALUR" dari konsep kedai kopi modern yang semestinya. Coffee shop yang diperkotaan dikenal sebagai tempat chill out, Tempat NGOPI berubah menjadi seperti warung makan yang konsentrasi bisnisnya tidak lagi tertuju pada jualan MENU KOPI, melainkan jualan panganan menu nusantara. Hal yang menurutnya sangat kontradiktif karena investasi ratusan juta yang di gelontorkan oleh para pelaku usaha kopi ke coffee bar milik mereka justru dilibas habis oleh menu -menu panganan nusantara yang berasal dari hot kitchen yang seharusnya hanya menjadi menu pendamping jualan kopi.

Lalu pertanyaan-pertyanyaan panas terlontar! DIMANA LETAK SALAHNYA?

Pengusaha kedai kopinya kah? Costumers-nya kah? atau iklim usahanya yang mengharuskan usaha kedai-kedai kopi modern ini terpaksa berbelok arah demi cuan?

Cerita lengkap Ari, akan di bahas tuntas dalam program BROdcast, Monday 8, 2022 only on official youtube channel Bro Entertainment. 

Sabtu, 23 Juli 2022

BONTANG KOTA TERKAYA NO.2 DI INDONESIA MENGALAHKAN DKI JAKARTA.

Bontang, kota kecil berpenduduk 180 ribu jiwa lebih berjarak sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan darat dari Ibu Kota Negara (IKN). Perekonomian kota pesisir ini bahkan di topang oleh beberapa perusahaan multinasional dan International yang beroperasi disini. Adalah PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR, PT BADAK NGL, dan beberapa perusahaan tambang batu bara menjadikan Kota Bontang menduduki posisi ke 2 sebagai KOTA TERKAYA di Indonesia dengan pendapatan per kapita mencapai RP. 320.441.000 yang bahkan mengalahkan DKI Jakarta yang hanya menempati posisi ke 3. Namun sangat ironi ketika jumlah pengangguran di kota ini tahun 2021 justru menyentuh angka nyaris 9000 orang. Bukan karena faktor malas bekerja, namun nyatanya lapangan pekerjaan yang tersedia di Kota Taman memang tidak berbanding lurus dengan jumlah pencari kerja. Kenyataan ini Justru berbanding terbalik dengan predikat sebagai kota terkaya No.2 Di Indonesia dan membawa Bontang justru menjadi kota dengan jumlah PENGANGGURAN TERTINGGI No.1 Di KALIMANTAN TIMUR. 


Adalah Kahar Muzakir, pria 29 tahun asal Loktuan - Bontang yang memiliki background akedemis bidang fisioterapi lulusan fakultas Kedokteran universitas Airlangga Surabaya yang semasa kuliah aktif berkecimpung di dunia public speaking dan marketing hadir kembali di kota kelahirannya tahun 2018 dan kemudian mendirikan MARKET PLACE pertama di kota pesisir ini. Bergandeng tangan dan bersinergi bersama PT.PUPUK KALTIM melalui program Corporate Responsibility Social (CSR) mendirikan BORNEOS.CO yang pada akhirnya membuka banyak peluang kerja dan membantu perkembangan UKM Kota Bontang. Keinginan besar untuk menjadikan Borneos sebagai INDUSTRI KE 5 yang akan membantu perkembangan perekonomian Bontang yang menyasar industri bidang kreatif, pria ini kemudian mendapatkan julukan sebagai Local Heros nya Bontang karena kegigihannya bersama team Borneos Bontang membangun komunitas digital yang membuat para pelaku usaha di Bontang "Melek Teknologi" untuk memasarkan produknya dengan jangkauan yang jauh lebih besar.

Cerita lengkap perjuangan kahar Muzakir membangun usaha dan beberapa ekspansi bisnis (perluasan bidang usaha) akan tayang dalam program BROdcast di youtube channel BRO ENTERTAINMENT, Senin 25 Juli 2022.


Senin, 11 Juli 2022

PUGUH, Hair Stylist paling di cari di kota Bontang!!!!

Barbershop di Bontang sedang menjamur, meramaikan dunia bisnis di kota kecil ini yang telah lama stagnan di industri yang sama, Yap industri mineral bumi yang dieksploitasi habis-habisan beberapa dekade ini hingga membuat kalimantan yang sudah lama dilekatkan lebel sebagai PARU-PARU dunia mulai ada di fase "KANKER PARU-PARU" stadium akhir.

Industri life style yang juga merupakan bagian dari industri kreatif yang telah lama menjadi alternatif bidang usaha yang tumbuh subur di kota-kota besar di Indonesia pada akhirnya pun singgah di kota berpenduduk 178.920 jiwa ini dan menjadi pilihan lain industri baru yang digeluti pebisnis baru di bontang. Maraknya tumbuh kembang usaha-usaha baru di Bontang membawa dampak postif bagi kota yang mendapat predikat sebagai kota terkaya di Indonesia ini tapi sangat ironi dengan banyaknya jumlah penggangguran di kota penghasil Pupuk, Gas Alam dan Batu bara ini.

Berbicara soal lifestyle ditahun 2022 artinya kita akan membahas soal kebiasaan masyarakat urban yang sudah mengalami pergeseran dari tata cara hidup masyarakat di dekade 90-an, dimana saat ini visual dari seseorang menjadi SANGAT PENTING ketika sudah muncul diruang publik. Yess, kebutuhan gaya saat ini tidak lagi mutlak menjadi milik seorang wanita saja, banyak pria diluar sana juga sudah melek "gaya" yang akan memperhatikan penampilan dari ujung kepala hingga ujung kaki, sehingga ketika muncul untuk bersosialisasi di circle-circle pertemanan tidak lagi akan menjadi bahan celaan karena looknya yang biasa-biasa saja.


Adalah PUGUH WICAKSONO seorang pemuda bontang yang ditahun 2018 lalu mengambil keputusan besar dalam hidupnya untuk resign dari perusahaan besar yang ada di kota bontang ini untuk kemudian 100% concern pada bisnis barbershop yang sudah dirintisnya sejak tahun 2016. Nyaris 6 tahun menjalankan bisnis ini, Puguh dibawah label usahanya METROPOLIS BARBERSHOP sudah berhasil melebarkan sayap usahanya hingga di 3 kota besar yang ada di Kalimantan Timur (Bontang, Sanggata dan Samarinda) dan menggelontorkan merek pomed RAPTURED sebagai ekspansi bisnisnya.



Kelihaiannya menangkap peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan lifestyle pria-pria di Bontang pada akhirnya membawa puguh menjadi salah satu hairstylist paling dicari di kota pesisir ini.


Cerita lengkap bagaimana puguh bisa strungling membangun usaha barbershopnya di Bontang, Sanggata dan Samarinda hadir dalam talkshow interaktif Brodcast yang akan tayang Senin, 10 Juli 2022 pukul 14.00 WITA di official youtube channel BRO ENTERTAINMENT 


Senin, 04 Juli 2022

Selfi Yamma, Karya & Sutradara Asal Bontang

Mendengar nama SELFI YAMMA adalah hal yang sangat lumrah saat ini, terlebih gadis bugis ini sedang "HOT-HOT"nya mengeluarkan karya. Nyaris setiap minggu ada saja karya terbarunya yang berseliweran di youtube, dan selalu saja bertengger di jajaran trending.

Baru beberapa saat lalu menasbihkan diri di urutan trending 5 youtube Indonesia melalui karya bugis ke-duanya Upperngi, beberapa hari ini, Ceppy kembali meramaikan jagat maya melalui karya terbarunya SERAYA yang merapat di trending 27 Youtube Indonesia dengan pencapaian 601ribu ++ view yang dicapainya dalam waktu 3 hari sejak perilisannya.

Itu kalau kita bahas soal Ceppy yah!!!

Tapi, bagaimana jika kita bahas soal Gusnadi?

Who is he?


GUSNADI mungkin tidak asing didunia photography di kota Bontang, dibawah labelnya DJOINT PHOTOCINEMA pria ini sudah wara wiri di Industri photography di kota ini. Tapi, berkarier di dunia cinematografi dengan menjadi sutradara music video adalah lompatan besar dalam kariernya. Gak tanggung-tanggung, kemunculannya dalam industri hiburan nasional membawanya menjadi salah seorang nominator dalam INDONESIAN DANGDUT AWARDS 2021 sebagai Sutradara Music Video berbahasa daerah lewat lagu PPKM (Puadai Pappoji Ko Mappojiki) yang dinyanyikan oleh Selfi Yamma.

Melambungnya lagu PPKM (Lagu Bugis yang diadaptasi dari lagu slow rock Cinta Bilang Cinta) juga membawa namanya dikenal luas oleh pencinta dangdut khususnya di kalangan penikmat karya-karya Selfi Yamma. Lewat lagu PPKM yang viewsnya sudah menyentuh angka 16juta ++ views di Youtube, Gusnadi yang masih setia berkolaborasi dengan Ceppy kemudian hadir kembali dengan 3 music video lain yang dia garap bersama DJOINT PHOTOCINEMA : Upperengi (sempet bercokol di trending 5 youtube indonesia, dengan jumlah views mencapai 4,6jt ++), Ku Rindu Ayah (dengan total views 2,6jt ++ ), Merasa Sendiri (yang meraup 441ribu penonton di kanal youtube indonesia).

Punya karya berupa 4 music video yang langsung heits bukan pencapaian mudah, Gusnadi seorang anak muda Bontang sudah membuktikan skillnya mampu bersaing dengan sutradara-sutradara senior yang lebih dulu terjun ke industri.

cerita selangkapnya tentang proses kreatif dibalik karya-karyanya bersama Selfi Yamma bisa kalian simak dalam talkshow BROdcast yang akan hadir di kanal youtube BRO ENTERTAINMENT, siang ini, senin 04 Juli 2022 pukul 14.00 WITA.




HIBERNASI & I'M BACK!!!!

Gile gw ternyata habis hibernasi panjang dari dunia per-blog-an. Almost 2 tahun ++ ternyata kalau ngelihat dari tulisan terakhir yang gw post.

Well, I'M BACK!!!! sodara-sodara sebangsa dan setanah air.



Kamis, 21 Februari 2019

3 Drama Korea (Drakor) tentang Chef yang wajib ditonton pencinta kuliner.

K-Pop memang punya daya magis tinggi, dan mampu membius penikmatinya dari segala penjuru dunia. Dan entah sejak kapan gue ikut-ikutan keracunan K-Pop wave, yang jelas gue bisa  menghabiskan puluhan gigabait saat mulai Me Time dengan berbagai Drama Korea (Drakor) yang sering gue tonton melalui 123 Drakor. FYI, dibanding Music Korea, gue justru lebih menikmati saat killing time menonton drama korea. Entah karena ketertarikan gue dengan dunia cinematografi atau juga mungkin karena kekecewaan gue pada Sinetron Indonesia yang MINUS MAKNA, Proses produksi yang cenderung ngasal demi mengejar rating dan share serta jam tayang yang striping beribu-ribu episode.

Rasanya kegandrungan gue pada Drama Korea berawal ketika gue menyaksikan Serial Klasik sejarah Tabib perempuan pertama korea : JEWEL IN THE PLACE atau yang dalam judul koreanya : Dae Jang Geum yang disajikan secara ciamik dalam 60 episode di TV swasta dengan ikon ikan terbang itu.

Seperti kebanyak orang yang menyukai genre tertentu ketika menonton Film, maupun serial, Gue memiliki minat yang sangat besar terhadap Romantic and Comedy drama, dan Drama Korea dengan latar belakang Fashion Industri, Kuliner, dan Coffee Shop menempati top three di list Drama Korea yang kudu gue babat habis.

Nah, untuk itu gue merekomendasikan beberapa drama korea (DraKor) dengan latar belakang tiga hal yang gue suka.

Gue adalah salah satu manusia diantara miliaran manusia di bumi yang suka sekali Makan, dan buat gue cuma ada dua rasa makan di dunia ini, ENAK dan ENAK BANGET! so, berikut ini adalah Drama Korea dengan latar belakang dunia masak memasak dan makan memakan yang wajib banget loe tonton dan dijamin akan memanjakan mata serta membuat perut keroncongan.



JEWEL IN THE PLACE, tentu saja menempati urutan list pertama gue, kisah klasik dari era Dinasti Joseon. mengisahkan tentang seorang anak yatim piatu yang menjadi Juru Masak di Kerjaan bernama Jang-geum dan diperankan secara apik oleh Lee Young-ae dan pada akhirnya mempelajari dunia pengobatan dan menjadi Tabib perempuan pertama untuk Raja di Korea. Situasi Dapur dan cara para koki istana memasak serta bagaimana mereka menyajikan masakannya membuat gue benar-benar jatuh cinta pada serial ini.




PASTA, menceritakan tentang seorang koki perempuan muda bernama Soe Yoo Kyung yang berkeinginan menjadi seorang Chef Profesional masakan Italia dan untuk itu dia memulai karirnya sebagai Asisten Dapur di restoran elite La Sfera selama 3 tahun. Namun keberuntungan tak berpihak kepadanya setelah restoran La Sfera mempekerjakan seorang Chef yang baru kembali ke Korea setelah belajar memasak di Italia. Kedatangan Chef Choi Hyun-Wook menjadi momok menakutkan bagi koki-koki perempuan yang kemudian di pecat satu persatu. 



TEMPERATURE OF LOVE, Drama korea yang disajikan dalam 40 episode ini di perankan oleh Yang Se-Jong sebagai On Jung-Sun adalah seorang Chef muda yang berkeinginan untuk memiliki restoran Prancis-nya sendiri. Merupakan sosok yang bertalenta dan fokus pada apa yang sedang dia kerjakan, dan tidak begitu peduli dengan kehidupan sosial disekitarnya. Hidup sebagai pria anti sosial tersebut dilatar belakangin oleh kehidupan keluarga yang tidak harmonis. Dia kemudian bertemu dengan Lee Hyun-Soo, seorang wanita dewasa di Club lari yang mereka ikuti. Wanita berparas rupawan yang diperankan oleh Seo Hyun-Jin ini berambisi menjadi penulis serial televisi membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, namun cintanya bertepuk sebelah tangan dan membuat On Jung-Sun memutuskan untuk kembali ke Prancis dan melanjutkan pendidikan memasaknya agar semakin mendekati mimpinya untuk menjadi seorang Chef Profesional. Kembali ke Korea 5 tahun kemudian, dua sejoli ini kembali bertemu karena sama-sama memiliki pekerjaan yang dinaungi oleh perusahaan yang sama dimana Lee Hyun Soo bekerja sebagai Penulis Serial Televisi dan On Jung-Sun yang sudah memiliki restoran Pransicnya sendiri (Good Soup) dengan Investor dari On Entertaiment yang juga menjadi Rumah Produksi serial yang sedang digarap oleh Lee Hyun-Soo.  

Tiga Drama Korea diatas buat gue adalah gambaran bagaimana penggarapan serial di negeri ginseng itu dipersiapapkan secara matang, baik dari segi sript yang mumpuni dengan alur yang membuai. namun hal yang paling mendasar dari kesukaan gue pada drama-drama korea adalah bagaimana Latar belakang pekerjaan dari karakter yang disajikan benar-benar hampir mendekati nyata. ketika mereka menceritakan seorang Chef, maka hal itu tidak hanya menjadi atribut semata di serial tersebut, kita sebagai penonton benar-benar diyakinkan bahwa aktor yang sedang berperan dalam serial tersebut adalah seorang Chef dengan kemampuan masak yang memang mumpuni. Lalu, kenapa sebagain Drakor selalu berhasil mencuri perhatian pemirsanya adalah karena setting, wardrobe, make up dibuat benar-benar menyatu dengan setiap karakter dan adegan yang sedang dibuat. Gak pernah nemu ada pemeran yang sedang berperan sebagai orang miskin dengan make up tebal, blush on tebal, alis nungging ketinggian dan bulu mata anti badai. Semua terlihat wajar seperti yang kerap kita temui dikehidupan sehari-hari. satu lagi, kemampuan acting dari setiap pemerannya memang mumpuni, gak cuma modal cantik, bahenol, tetek gede, pantat bohai dan bisa melotot sambil teriak teriak. ohhhhhh betapa gak bermutu serial-serial yang ada di Indonesia.

Senin, 28 Januari 2019

Perbedaan, Persamaan : Wardrobe Stylist Dan Fashion Stylist


Saat Jadi Fashion Stylist
untuk Video Commercial Working Space 
Pernah denger profesi "Wardrobe Stylist" dan "Fashion Stylist"?

I will tell you somethin...

Perbedaan besar ketika hidup di kota besar dan hidup di daerah, adalah BIDANG PEKERJAAN. Serius!!! sebagai anak daerah yang besar di pelosok Kalimantan yang kemudian hijrah ke Jakarta 16 tahun lalu, gw bisa merasakan perbedaan ini.
Sebagian besar orang-orang daerah yang tidak pernah keluar dari kota tempat dia bertumbuh, beranggapan bahwa bidang pekerjaan yang mempunyai gengsi besar, cuma terbagi menjadi dua :

Pertama, loe kerja di pemerintahan.
kedua loe kerja di Pabrik.

Yess, it's all about mindset!!!.

Nah, sebagai orang yang sejak kecil sudah tau apa yang gue mau, gue sangat tidak ingin mencemplungkan diri ke dua bidang pekerjaan itu. im not intrested at all!

So, that's why i moved to Jakarta in 16 years ago. mencoba mencari jalan untuk lebih dekat dengan bidang pekerjaan yang gue impikan. But its not easy, Never! terlebih sebagai anak daerah dengan tingkat pendidikan yang biasa-biasa aja ditambah koneksi yang nyaris tak ada, membuat gue merasakan bagaimana beratnya bersaing di Kota Besar ini.

Well, setelah bertahun-tahun merangkak dan akhirnya berada di titik dimana gue bisa menggeluti bidang pekerjaan yang sama sekali tak terfikirkan sebelumnya dan pada akhirnya gue bisa membenarkan pepatah legendaris "Ada seribu jalan menuju Roma"

Here i am.

Lalu, apa hubungannya antara kisah klasik diatas dengan profesi Wardrobe Stylist dan Fashion Stylist?

Anggap saja itu sebagai intermezo seputar bidang pekerjaan yang saat ini gue geluti. Dua profesi itu adalah dua bidang pekerjaan yang sangat lumrah ditemui bagi orang-orang yang bekerja dibalik layar industri media, baik media cetak, media online, media pertelevisian, serta industri kreatif yang tengah naik daun belakangan ini.

Pada dasarnya inti dari profesi sebagai Wardrobe Stylist dan Fashion Stylist memiliki kesamaan yakni : Siapin baju! Ini adalah kunci utama yang harus digaris bawahi besar-besar,  kalau perlu bikin underlinenya pakai tinta merah dan dibuat Bold. Tapi tetap aja terdapat perbedaan yang setipis kulit ari. Kalau Wardrobe Stylist biasanya cakupannya lebih besar, Fashion Styist menurut  gue lebih personal.


Gue saat berkolaborasi dengan seorang Fashion Blogger (Titaz). kami menjadi Fashion Stylist dan Wardrobe Stylist Konser 17 Tahun THE RAIN BAND.


Contoh kasus:

Sebuah program TV yang sedang di persiapkan untuk menjadi sebuah tayangan menarik di televisi, tentu saja memiliki banyak team yang akan membantu team produksi untuk mewujudkan ide-ide liar program itu menjadi sebuah bentuk visual yang sedap dipandang mata dan layak diterima oleh penonton. Nah, salah satu Departement yang ada dalam team ini adalah Wardrobe Stylist, dimana tugas besar mereka adalah mempersiapkan baju-baju yang dibutuhkan untuk membuat ide program TV itu menjadi lebih nyata.  Dari sini, team wardrobe akan mulai mencari-cari baju dan Fashion Designer yang sesuai dengan brief pakaian yang harus mereka persiapkan. Sampai sini ngerti dong? kalau gak ngerti baca lagi dari awal, hahahahhaa.....

Lalu, bagaimana dengan keberadaan Fashion Stylist yang kini juga  banyak berseliweran di berbagai program TV yang sedang tayang di televisi?

Lemme know you somethin.

Jauh sebelum profesi Fashion Stylist berjaya seperti sekarang,  sebetulnya profesi ini lebih dulu dikenal sebagai PENGARAH GAYA. Lingkup pekerjaannya lumrah ditemukan di media cetak,  khususnya majalah fesyen. Pekerjaan mereka adalah membuat konsep pakaian untuk keperluan pemotretan halaman mode. Job desk seorang Fashion Stylist sama persis dengan apa yang dilakukan oleh seorang Wardrobe Stylist. Hanya berbeda lingkup pekerjaan saja.

Ennnaaahhhh, semakin jelas yah perbedaannya.

Terlebih dijaman milenial seperti sekarang, dimana kemajuan teknologi sudah sangat-sangat berkembang pesat, gaya hidup orang-orang juga semakin beraneka rupa, dan kebutuhan akan visual yang menarik sudah tidak terbendung lagi, serta kemajuan industri entertaiment yang semakin besar, membuat seorang Wardrobe Stylist dan seorang Fashion Stylist memungkinkan untuk semakin sering berkolaborasi dalam sebuah project. Thats why semakin banyak Fashion Stylist yang dipekerjakan oleh seorang Wardrobe Stylist maupun sebaliknya.

Ruwet ya perkara ini?

Nggak juga sih, hahahahaha...gw akan membawa loe  ke contoh kasus berikutnya.

Sebuah Program Televisi sedang tayang, dimana di dalam program itu melibatkan banyak pengisi acara (Artis) yang memiliki kecenderungan kesukaan terhadap satu gaya tertentu. untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan, gak jarang seorang Wardrobe Stylist mempekerjaan seorang Fashion Stylist untuk meng-handle seorang atau beberapa artist sekaligus. Dan dalam kasus ini sang Wardrobe Stylist sudah menjabarkan gaya berpakaian seperti apa yang perlu di persiapkan oleh Fashion Stylist tersebut untuk dikenakan oleh Artist yang dia pegang.
Kenapa harus sampai meng-hire seorang Fashion Stylist?
karena  Fashion Stylist yang gw jelaskan diawal sifatnya lebih personal, gak jarang lingkup pertemenan seorang Fashion Stylist lebih dekat dengan profesi lain yang dibutuhkan dalam program ini. Let say, Banyak Fashion Stylist yang berteman dekat dengan seorang Fashion Designer, lalu kecenderungan ide mix and match seorang Fashion Stylist yang out of the box. Selain itu, karena kebanyakan Fashion Stylist adalah pekerja paruh waktu, mereka memiliki cukup banyak waktu untuk hunting baju kebeberapa Butik, pertokoan, dan pusat perbelanjaan. Sementara seorang Wardrobe Stylist memiliki keterbatasan waktu, karena disaat yang bersamaan juga harus mempersipkan program TV lain yang mungkin sedang running secara bersamaan.

Bersama Bintang Iklan, Saat Jadi Fashion Stylist untuk Video Commercial First Media


Sooooooooo.......kenapa menjadi seorang Fashion Stylist itu menyenangkan.
Pertama, jika loe seorang fashion stylist yang dipekerjakan oleh seorang penampil, A.K.A Arstis atau Public Figure, gak jarang loe akan ketiban rejeki ikutan populer. Let Say Caren Delano (Fashion Stylist kenamaan Dalam Negeri) yang belakangan semakin populer dan wara wiri di berbagai program TV setelah cukup lama menjadi personal stylist nya Syahrini (Sekarang udah Nggak) lalu sekarang menjadi Personal Stylist nya Angez Mo. dari Mancanegara ada Rachel Zoe yang pada akhirnya punya program TV sendiri di Hollywood.

Kedua, Seorang Fashion Stylist itu juga bisa merangkap sebagai personal shopper klien yang sedang loe handle. loe bisa shooping barang bagus (walaupun gak bisa ikut make, karena itu barang yang loe beli buat klien loe! hahhahhaa...), gak keluar duit, dan dibayar!

Ketiga, punya banyak hal yang bisa dikerjakan. contoh, dipekerjakan seorang photographer untuk pemotretan (pra wedding, fashion aditorial, fashion cataloque, profile photo, photo personal), bisa jadi Fashion Stylist untuk penggarapan video music, video commercial A.K.A iklan

Keempat, ini yang paling penting! loe bisa mendapatkan banyak networking! voilaaaaaa......pundi-pundi rupiah lagi tuh.

Dan apa yang membuat pekerjaan seorang Wardrobe Stylist itu menyenangkan?
Loe kerja di TV, ketemu banyak artist, bisa selfi bareng artist buat di upload di social media, kalau beruntung bisa jadi teman akrab beberapa artist. hahahahahaha.....

Hasil styling gue saat jadi fashion stylist untuk cover single terbaru Duo R
Photographer by Aditya Wardhana



CONCLUSION:
Bergayalah, karena kalau loe gaya loe sedep dipandang mata, asal jangan kebanyakan gaya!!!! hahahaaahahahahahah *KETAWA SETAN

Sabtu, 19 Januari 2019

Dulu Dikatain Baju Office Boy, Sekarang Dikatain Baju Badut!

Crazy No Play by Fei yang menjadi anak sulung gue di industri fashion, tahun 2019 memasuki usia 9 tahun Mei mendatang.  Seperti yang sudah pernah gue ceritakan di Blog ini,  bahwa tujuan gue membuat brand fesyen sendiri tentu saja karena gue gak kepengen jadi penggangguran yang pada akhirnya berujung menjadi sampah masyarakat.

Well, setelah 9 tahun apa yang sudah gue dapatkan dari merek baju gue ini? 

PENGALAMAN!

Yess, Sebagai pengusaha yang memulai semua dari nol dengan modal khayal-khayal babu,  gue bersyukur bisa memiliki banyak pengalaman dari usaha gue ini. Pengalaman pernah gemeteran memasuki rumah dinas Panglima Besar TNI saat isteri dan anaknya mempercayakan gue membuatkan baju mereka,  Pengalaman saat harus bikin kebaya pengantin dan keluarganya dari kalangan selebritis,  Pengalaman bisa ngerasain Fashion show untuk kali pertama di Indonesia Fashion Week, Pengalaman ketika bisa membuatkan baju untuk keperluan manggung beberapa artis terkenal Indonesia, Pengalaman harus bolak balik dari satu tukang jahit satu ke tukang jahit lain karena saat itu belum punya workshop sendiri dan blm bisa jahit dan bikin pola Sendiri, Pengalaman dimaki maki klien,  dan berderet pengalaman lain yang gak akan cukup jadi satu postingan kl gue jabarkan satu-satu. 

Tapi dari semua pengalaman yg pernah gue dapat, hal yang paling membekas saat baju yang gw buat di awal-awal karier gue dikatain Baju Office Boy oleh seseorang yang bahkan tidak gue kenal. Hinaan itu membuat gue mendendam dan menjadi cambuk untuk gw supaya punya karya yang lebih bagus dari sebelumnya. Tahun berganti gue kembali mendapatkan sebuah penghinaan yang cukup mengganggu pikiran dan hati gw saat baju yang gue buat dikatain baju Badut,  pelakunya tentu saja gue kenal dan itu yang membuat gue merasa terhina. 

Tapi apapun itu, sebagai pekerja seni,  gue gak mungkin membungkam semua mulut orang dengan dua tangan gue. 

9 tahun cuma dapet seabreg pengalaman? Lalu bagaimana dengan uang? 

Insha Allah semua akan terbayar pada waktunya. Seperti kata pepatah:
"Usaha tidak membohongi hasil".

Rabu, 10 Oktober 2018

Di Bangkok, Ibu pedagang kaki lima nyikat trotoar bekas dia dagang pake sabun.

16 Tahun menetap di Jakarta dan sudah sangat terbiasa dengan kesemrautan yang terjadi dibanyak hal, membuat gue takjub ketika menginjakkan kaki di Bangkok. Serius!!! padahal dari beberapa artikel yang gue baca, kehidupan di Bangkok dan Jakarta itu gak terlalu signifikan perbedaannya, sama-sama kota metropolitan, living costnya juga beda-beda tipis, Banyak pedagang kaki lima juga di pinggir jalan (atau bahasa kecenya street food), 11:12 macetnya apalagi saat jam pulang kantor.

BEDANYA

Masyarakatnya di Negeri Gajah Putih ini taat aturan, sedikit sekali orang yang nyebrang sembarangan (orang-orang di Bangkok terbiasa nyebrang di Zebra Cross atau jembatan penyebrangan), gak ada yang ngerokok semberangan di pinggir jalan (kalaupun ada dipastikan itu adalah spot merokok alias smooking area), gak ada yang buang sampah sembarangan, asli kota ini bersihnya gak ketulungan, nyaris gak ada tempat sampah. Gue sempet ketemu satu moment, ketika habis beli panganan ringan di minimarket depan stasiun BTS (LRT) dan menemukan seorang ibu yang sedang beberes di trotoar bekas dia dagang makanan, mungkin bagian beres-beres mah hal yang sangat lumrah dan wajar, di Jakarta juga bisa liat tiap hari, yang membuat gue benggong adalah ketika setelah merampungkan urusan beres-beres perkakas berdagang, si Ibu nyikat trotoranya pakai sabun! mampus gak loe? sebegitunya mereka menjaga kebersihan, karena mereka sadar bahwa negara mereka adalah salah satu destinasi wisata populer di dunia, dan mereka benar-benar mengaplikasikan pepatah lama "kebersihan adalah pangkal kesehatan" dalam kehidupan sendiri. jadi gak ada tuh ceritanya pedagang kaki lima disana "ninggalin jejek" setelah urusan berdagang mereka kelar. 





Vlog Part 2 di Bangkok

Kamis, 21 Juni 2018

Bangkok untuk kali pertama

Traveling itu PENTING!
sebagian orang mungkin beranggapan bahwa jalan-jalan itu, cuma buang-buang uang, waste of time, bikin capek. Tapi kalau buat gue, jalan-jalan itu sama pentingnya seperti loe makan tiap hari. Come on, dijaman milineal seperti sekarang, apa sih yang gak butuh uang? kencing di toilet mall aja bayar 2000 perak. yah gak sih?

The Grand Palace

Dengan traveling loe bisa belajar banyak hal, melihat dunia baru, menemukan banyak pengalaman seru yang mungkin tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Pernah gak kebayang apa yang akan loe lakuin kalau kesasar di Negara orang, dimana bahasa menjadi kendala utama? itu yang terjadi dengan gue beberapa bulan lalu, ketika kali pertama melakukan perjalanan jauh ke negara orang. Bangkok, Thailand! menjadi Negara pertama yang gue kunjungi, yah, awal mei 2018 lalu akhirnya untuk kali pertama gue melakukan itu. Sebuah perjalanan dadakan (seperti biasa!) tapi  kali ini tentu dengan itinarary cukup matang. Tidak seperti jika gue melakukan sebuah perjalanan di dalam Negeri yang gak pernah peduli dengan sederet itinarary. Jangankan bikin rencana perjalanan, untuk tempat menginap aja biasanya gue baru akan hunting ketika sudah sampai ke tempat tujuan, tapi kali ini tidak mungkin. Mengingat ini kunjungan pertama ke Negara orang, walhasil beberapa hari sebelum perjalanan penting ini, gue sudah bolak-balik pantengin vlog dan blog orang-orang dan mengobrak abrik lamam google demi menemukan lokasi-lokasi kece untuk kunjungan perdana ini. Termasuk mencari tahu bagaimana cara menggunakan public transportation di negara itu. Hei, ini adalah perjalanan 1/2 Backpackers gue, dimana pengeluaran sekecil apapun harus diperhitungkan jika tak ingin jadi gembel di Negara orang. 

BTW, kenapa ini merupakan perjalanan 1/2 Backpackers?
yess, karena gue gak mungkin mengklaim ini sepenuhnya sebagai perjalanan Backpackers. Biasanya seorang yang menasbihkan diri sebagai backpackers seutuhnya akan mencari semua hal serba murah dan terjangkau untuk perjalannannya, mulai dari transpotasi dan akomodasi hingga apa yang akan dia makan. Nah, gue? termasuk orang yang cukup picky soal armada penerbangan, bukan mau sok iye, tapi gue termasuk ke dalam golongan traveler yang sangat takut terbang, sehingga gw harus mencari maskapai penerbangan yang tak pernah bermasalah dan cukup  membuat nyaman perjalanan yang nyaris 3,5 jam itu. Gue gak pernah peduli dengan hotel yang akan gue inapi (kecuali soal urusan toilet yang harus BERSIH, ini gak bisa ditawar!) i mean, gue gak akan sungkan untuk mencari hotel dormitory dimana loe akan tidur bersama 4-8 orang traveler yang gak pernah loe kenal sebelumnya, gue juga gak pernah takut untuk menggunakan transportasi umum, termasuk kalau harus nyasar sekalipun, dan gue juga gak pernah ribet soal makanan selagi itu Halal dan bersih.

So, berapa kali gue nyasar di Negara orang untuk perjalanan kali ini? 
BUANYAK KALI. Hahahahaha.....yuk intip keseruannya di laman VLOG gue Me, Friends And The City jangan lupa subscribe yess, karena perjalanan ke Bangkok ini gue bagi menjadi 5 part.


Senin, 02 April 2018

Erie Suzan Ternyata.....

Artis! Apa yang kemudian terlintas dibenak loe ketika mendengar satu kata itu?

Karya?
• Nilai Honor yg selangit? 
• Kehidupan serba wah?
• Dunia Percintaan? 
• Skandal? 
• Gossip Settingan? 
• Attitude? 
ATAU...
• Simpanannya siapa? 

Gue pribadi kalau mendengar kata "Artis" lebih suka ngomongin soal KARYA & ATTITUDE, selain dua itu, i don't care. Seriouslly! 

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pengertian Artis itu adalah:


ar·tis n ahli seni; seniman, seniwati (seperti penyanyi, pemain film, pelukis, pemain drama);


Jadi, sepatutnya seorang Artis itu memang seharusnya punya Karya. Bukan karena semata-mata loe nonggol di TV lantas bisa menyebut diri sebagai artis. Sepakat?

Karena, dijaman now ini sepertinya semua orang merasa dirinya artis. Bikin skandal, kemudian viral di publik, di undang ke talkshow, diuber-uber wartawan gossip and then, everbody call them "artis". Kalau begitu kejadiannya Koruptor yang saban hari nonggol di berita juga bisa disebut artis. Yekan?!

Lalu, kenapa Attitude?

Nah, menurut gue ini penting! Most important things. Karena ketika sudah merasa dilabeli sebagai seorang artis, orang-orang ini sering kali lupa kodratnya sebagai manusia. Pernah Ada seorang Artis yg tiba-tiba ngegampar Assistennya di depan orang-orang yang ada di lokasi shooting karena perkara si Assisten nge-charge Handponenya dan gak diawasin. Atau tetiba ada artis yang baru dikenal karena jadi pacar dan kemudian menikah dgn seorang bintang film kenamaan (inget, dikenal karena dipacarin aktor kenamaan, bukan dikenal karena karyanya) yang ketika ber-acting gak mau di Direct oleh seorang Astrada (Assisten Sutradara) karena mungkin menurutnya dia lebih PANTAS diarahkan langsung oleh Sutradara. Sementara fungsi Astradara memang membantu Sutradara. Bayangkan, kl si Astrada memang tidak kompeten dibidangnya, mana mungkin dia di hire oleh sutradara untuk jadi tangan kanannya, jadi menurut gue pribadi yg TOLOL ya artisnya. Karena ketika loe merasa kompeten sebagai seorang aktris harusnya loe bisa sangat mudah diarahkan oleh seorang Astrada sekalipun. Bad Attitude right?!

Well, dari sekian banyak artis / pelaku seni yang memang layak menyandang dan dilebeli sebagai Artis di Indonesia  dan pernah bekerja dengan gue, salah satu yang terbaik adalah Erie Suzan. Bukan karena gue merasa sebagai teman, tapi nyaris 6 Tahun berkolaborasi, dia adalah sosok yang bisa menghargai jerih payah orang-orang yang bekerja dibelakangnya, mensupport dirinya sebagai seorang performer. Really!!!

How to made this beautiful dresses? Please kinda watch my Vlog in below

Sebagai seorang Diva Dangdut besar, bisa saja dengan mudah dia memanfaatkan semua previllage yg ada. Let say soal baju, ketika banyak artis hanya mengandalkan team wardrobe TV untuk minjemin baju ke Designer (Minjem yah, artinya GRATISAN!!! Dan bawel) erie bahkan rela berpanas-panasan, keliling dari satu toko bahan ke toko bahan lainnya untuk huntting material baju, kemudian tandem bersama gue untuk ngomongin soal Konsep Design yang akan diwujudkan menjadi baju yang akan dia pakai. Pertanyaannya, gue di bayar as professional? 

JELAS!
lah kok bayar? Kan bisa sponsorin, itung-itung promo?!
(Karena banyak yg mikir Erie gue pinjemin baju. Kesimpulan dari beberapa DM yg masuk Di IG gue)

Karena menurut gue, Erie bisa memisahkan dirinya kapan harus menjadi teman, kapan harus bekerja professional. 

Gak usah pertanyakan nilainya, karena nominal itu relatif, penting buat gue adalah we trust each other, we grow up together and she give me a change. 

Dulu, dulu sekali. Ketika baru mulai menginjakkan kaki ke industri mode, bisa dapat kesempatan untuk sponsorin artis itu sebuah keajaiban, gak dibayarpun rela karena saat itu product branding adalah goals gue lalu waktu berjalan kenaifan pun perlahan luntur dr gue, bahwasanya gue pun bekerja dengan tetes keringat, mencurahkan jiwa dan pikiran gue ke dalam selembar baju yg gue buat, gue ngejahit pake mesin, mesin gue pake listrik, lalu kl terus gratisan siapa yg mau bayar tagihan gue? Thats why they must to paid me. Nominalnya bisa dibicarakan. So, saran gue, sebagai artis, buang jauh jauh tabiat "Gratisannya" karena sebagai seorang pelaku seni pun loe dibayar klien untuk jasa loe, so seharusnya loe juga harus membayar orang-orang yang support loe berkarya. Its all about Attitude. Isn't it? 

Simbiosis mutualisme itu boleh, yang gak boleh manfaatin orang karena ngerasa dibutuhin.


Sabtu, 10 Maret 2018

Puteri Indonesia 2018 bikin Pageant Lovers ngamuk lagi di Instagram.


Puteri Indonesia 2018 baru saja dimahkotai oleh Bunga Jelita Ibrani, pemenang Puteri Indonesia 2017, estafet mahkota beauty pageant tertua di Indonesia ini pun telah berpindah tangan pada Sonia Fergina asal kepulauan Bangka Belitung. Dan hal ini ternyata menjadi bahan nyinyiran netizen di laman sosial media instagram milik Yayasan Puteri Indonesia. Saya sendiri merasa surprise dengan kemenangan Sonia. Pertama karena ketika sesi QnA di Top three, Sonia yang sebagai lulusan Sastra Inggris terlalu grogi untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh Miss Universe 2018 sehingga jawaban yang terlontar jadi tidak kuat dgn bahasa Inggris yang terbata-bata. Lalu saya juga merasa gak ada aura "Puteri" di diri gadis ini. Sehingga Ekspresi wajahnya pun sangat datar ketika namanya disebut sebagai Puteri Indonesia 2018 (menurut saya dia pasti shock atas kemenangannya), Lempengggg aja gitu kek Jalan Tol (karena didera shock sampai binggung harus bereaksi seperti apa. Menurut saya). Dan beberapa jam setelah kemenangannya saya tetap merasa tak ada yang special dari stage performancenya. Tadinya prediksi gue justru tertuju pada sosok finalis Jawa Tengah, Kidung Paramadhita (Yang ternyata pernah mewakili Provinsi Lampung dipemilihan Miss Indonesia dan berhasil menyabet predikat 3th Runner Up) atau Finalis asal Jakarta  4 yang hanya mampu bertengger hingga Top 11. Walau ada satu model yg gw cukup kenal yang berhasil melaju hingga Top 6 asal Yogyakarta, Dilla Fadila, yang membuat gue juga cukup surprise karena dia bisa melaju hingga Top 6 dan di nobatkan sebagai Puteri Indonesia Perdamaian 2018, tapi sesungguhnya gue tidak menjagokannya ketika dia selesai sesi QnA di Top 11 (im so sorry Dilla, but im still proud of you).


Well, belakangan ini pageant lovers Indonesia memang berkembang sangat-sangat cepat. Dan mereka punya andil cukup besar dlm beberapa kemenangan perwakilan Puteri Indonesia di ajang kontes kecantikan dunia, let say kemenangan Dea Rizkyta sebagai Best National Costume di Ajang Miss Grand International 2017 yang dimenangkannya melalui Voting di social media (off course para PL Indonesia akan menyerbu semua laman official ajang tersebut buat voting, walau kita tidak bisa mengesampingkan usaha keras Dea untuk mengeksekusi dengan baik National Costume karya Mayaratih saat stage performance) lalu ada Nina yg bisa melaju hingga Top 25 (ini juga salah satu berkat jari jemari lentik nan sigap para PL lovers Tanah Air yang berbondong-bondong menyerbu aplikasi resmi Miss Supranational, dimana salah satu acuan untuk bisa melaju hingga TOP 25 diluar konteks kecerdasan dan kecantikan adalah bisa memenangkan voting disosial media, thats the power of Indonesian Beauty Pageany Lovers saudara-saudara sebangsa dan setanah air) .

Lalu, kalau bicara soal pemilihan ratu-ratu kecantikan mulai dari yang lokal sampai Interlokal, eh..i mean International. Sudah bisa dipastikan akan terjadi Huru hara di semua portal PL yg ada di Indonesia dan mancanegara, dari komentar-komentar positif bagi finalis yang mereka jagokan hingga nyinyiran pedas untuk pemenang yang tidak sesuai keinginan mereka.  Dan Sonia adalah salah satunya! Dini hari tadi, beberapa menit setelah Andhika Pratama selaku Host acara tersebut mengumumkan namanya sebagai pemenang Puteri Indonesia 2018, halaman Istagtam Official Puteri Indonesia dibanjiri ribuan nyinyiran pageant Lovers. Hahahaa.....welcome to the club Dear Sonia. Semoga kemenanganmu ini bisa memperkuat hatimu karena nyinyiran netizen yang sudah resmi menjadi hatersmu akan lebih kejam dr bentakan-bentakan  selusin ibu tiri (disinetron) dijadiin satu. Belajarlah dari keteguhan Bunga Jelita yang dibuat menangis oleh netizen karena kegagalannya mempertahankan rantai TOP 15 Miss Universe 2017 (yang sudah dimulai oleh Artika Saridevi pada perhelatan MU 2005, dan estafet Top 15 selalu diteruskan oleh generasi-generasi berikutnya hingga terputus oleh Bunga Jelita).

Well, i would like to thank you to Bunga Jelita Ibrani as Puteri Indonesia 2017. You doing good as you can. Its time to you to move on and doing some great things as Bunga Jelita Ibrani, not as Puteri Indonesia anymore. Dan selamat bertugas untuk Puteri Indonesia 2018, Sonia Fergina. Make Indonesia pageant lovers fall in love with you. Ditunggu perubahan besar didirimu sebagai Puteri Indonesia 2018. Hingga tak adalagi nyinyiran soal ketidak apikan dirimu ketika disorot kamera dr angel samping, Puteri yang tak bisa senyum Sumringah, Puteri dengan Personal Speaking yang tak memuaskan. Lets brigth like a diamond beibeh. You need to hard work to be shining Princess.

Pertanyaannya, segini fasihnya membahas ini! Apakah gue Pageant Lovers juga? 

Im Not! gw hanya pemerhati ajang ratu-ratuan ini pemirsah! Dan gw sudah menyaksikan perhelatan Puteri Indonesia, Miss Univers, Miss World sejak gw masih SMP. Favorite gw Artika Saridevi & Angelina Sondakh. 

Minggu, 18 Februari 2018

Abrakadabra Art B&B


Jogja istimewa, slogan ini memang pas menurut gue disematkan pada kota yang dahulu kala pernah menjadi Ibu Kota Indonesia untuk beberapa saat. Setiap sudutnya memang istimewa untuk ditelusuri. Menjadi salah satu kota destinasi pelancong lokal dan interlokal, eh...maksud gue International, menjadikan kota ini selalu ramai sepanjang tahun.

Gue jatuh cinta pada kota ini sejak 8 tahun lalu, ketika itu gue kencan buta di kota Gudeg ini, tepat di depan Benteng Vredenburg yang lokasinya persis di depan Istana Presiden di Ujung jalan Malioboro. Sejak itu pula, mengunjungi kota Jogja seperti menjadi rutinitas tahunan gue. Selalu ada dalam agenda trip gue 2-3 kali setahun. 

Anyway, Jogja kembali menjadi pembuka acara jalan-jalan gue di awal tahun 2018. Sebetulnya tujuan gue gak hanya jalan-jalan tok, karena agenda besarnya adalah bekerja sebagai Fashion Stylist di sebuah produksi Music Video dari seorang penyanyi jebolan Indonesian Idol 2014. Dan karena sudah kadung berada di kota kesayangan gue ini, maka gue memutuskan stay selama dua malam lagi untuk kembali menjelajahi Kota Jogja.

Lalu dimana gue tinggal?
Setelah check out dari sebuah hotel di area Babarsari, tempat gue dan crew produksi bermarkas dua malam, gue memutuskan untuk pindah kesebuah hostel di Jl. minggiran. Adalah Abracadbara Art B&B yang kemudian menjadi tempat gue menghabiskan dua malam berikutnya. Hostel ini adalah tempat dimana banyak Backpackers dari seluruh dunia tertuju, Adam lavine salah satunya, juwarakkkkk.





Terdegar unik, terletak disebuah komplek perumahan, dengan bangunan tua yang sudah ada sejak tahun 1950-an, pertama kali menginjakkan kaki didepan pagar bangunan yang sudah disulap menjadi semacam art space ini membuat gue takjub sekaligus merinding asoy, gimana enggak, begitu pagar kayu dibuka, gue disambut sebuah pohon besar di halaman rumah lengkap dengan akar-akar tumbuhan yang menjulur manja dari ranting pohon dan genteng rumah, belum lagi sebuah mural hitam putih dengan objek wajah perempuan berkacamata dengan rambut keritingnya lengkap dengan quotos di tembok "Magic becomes art if has nothing to hide" membuat gue seolah disambut nyonya rumah dengan misteriusnya. But, lupakan sedikit pesona horror di halaman muka rumah, mari masuk ke dalam, dan menikmati interior keceh yang terpampang nyatah. Rumah backpackers ini menyuguhkan perkawinan silang antara ethnic things dengan street art. Yang menarik, ambience tempat ini membuat loe serasa berada dirumah sendiri. Begitu masuk rumah, crew Abracadabra akan meminta loe dengan sopan untuk membuka alas kaki, dan menaruhnya distorage khusus yang mereka siapkan di beranda rumah juga living room. 

Ada 7 kamar yang disiapkan dirumah ini, 5 private room dengan dekorasi berbeda, 1 mix Dormitory room, dan 1 female dormitory room. Harga yang ditawarkan pun, ramah bagi para backpackers low budget. Seriouslly. 200K untuk private room, dan 70K (for 1 person 1 night) untuk Dormitory room yg bisa di huni 8 orang. 

Dormitory room is souds good, maka resmilah gw menasbihkan diri menjadi the trully backpackers, stay dua malam di mix dormitory room dengan teman melancong satu bule asal prancis bernama Nathan, satu pria asal bekasi yang beberapa tahun terakhir tinggal di Bali, lalu 3 backpackers asal banjarmasin. Malam pertama terlewati dengan mulus tanpa hambatan, walau gue baru bisa tidur menjelang pukul 2 pagi karena asyik ngedit materi Vlog gw. Tapi malam kedua, kehidupan di dormitory room terkuak sudah dengan sangat jelasnya. Selain suara dengkur yang saling balapan, Suara kentut yg tiba tiba keluar dari pantat siapa menjadi backsound gue yang di malam kedua tetap asyik editting vlog di kasur berkelambu gue.

Setiap kali stay disatu tempat, pertimbangan paling basic buat gue adalah, kamar mandinya harus bersih. And i got it in Abracadabra, dan gak hanya bersih ada banyak kamar mandi dan toilet disini, so walaupun dihuni banyak orang dijamin loe gak akan rebutan kamar mandi seperti di kos-kos an. Lalu satu hal yang unik, loe sangat diperbolehkan mencoret-coret dinding kamar mandi. Meninggalkan jejak apapun disana untuk mengatakan pada orang-orang bahwa loe pernah mampir dan menginap di tempat ini. Keceh! Gue bahkan meninggakkan jejak di dua toilet berbeda, hahahahahaaa...

Walau rumah ini sudah setua kakek nenek loe, tapi sebetulnya Abracadabra Art B&B baru resmi ada 1.5 tahun lalu. Mas Jali as the owner tell me the truth when i got an interview whit him on the rooftop alias Kamar Loteng yang juga menjadi hidden rooms yang tidak dijual ke publik melalui online dan hanya boleh disewa visitors setelah berkunjung 2-3 kali ke Abracadabra and i was booked them for my next trip Insha Allah.

Hal menarik lainnya adalah, loe diwajibkan untuk menyapa penghuni lain, chit chat manja di area living room yg menyatu dengan kitchen area dan mini pool ditengah bangunan ini, suasananya asri, karena keberadaan tanaman berbagai jenis disini. Bahkan mas jali was told me bahwa konsep bangunan Abracadabra Art B&B diadaptasi dari Taman Sari (tempat pemandian raja ratu dan selir-selirnya),  sehingga loe akan menemukan banyak jenis tanaman disini, mulai dari pohon Markisa di beranda kamar loteng, Bunga Kamboja di deoan kitchen yang juga menyatu dengan mini pool dan yang menarik adalah bunga Air mata pengantin. Hahaha...sekali lagi keceh!!!

Soal makanan, jangan syedih sis, loe bisa menemukan banyak makanan disekitar Abrakadabra, hari pertama, gue mencoba menjajal Ayam Geprek yang direkomendasikan sang Owner, lalu karena konsepnya feels like your own home so, loe boleh masak di dapur yang udah mereka siapkan, tapi jangan lupa untuk bersihin dan cuci kembali semua peralatan makan loe by your self, disini tidak menyiapkan Pembantaian alias pembantu. So you have to treat your self.

Stay buat dua malam di Abracadabra makes me in love and i will be back as soon as possible.

Pengen nginep juga di ABRAKADABRA ART B&B ? 
this is the way you need to go THEIR OFFICIAL INSTAGRAM  or MAP 

PS
My vlog when i stay at Abracadabra Art B&B will be posted at My Youtube Channel As Soon As Possible, you only need to go to the site, and turn on the notification icon, if i uploaded the vlog you will be reminding. 

Jumat, 09 Februari 2018

Kau, Aku, & Sepucuk Angpau Merah

Tere liye, penulis novel populer yg beberapa waktu sempat viral karena dua hal: Postingan di laman facebooknya yg menggungkap betapa dia merasa (sebagai penulis) dirugikan karena pembagian royalti dari penjualan novel-novelnya yang tidak fair. Lalu hal lain yang membuatnya semakin mencuat di ranah dunia maya karena postingannya di Instagram yang merasa keberatan atas ulah netizen yang semakin liar menggunakan Quotesnya di photo instagram yang mereka posting di akun berbagi photo sementara quotes yang mereka comot dan bubuhkan sebagai caption diphoto yang dibagi bagikan di media sosial tidak berkaitan dengan quotes yang dicantumkan, alias JAKA SEMBUNG BAWA GOLOK, KAGAK NYAMBUK GOBLOK.

Tapi, bukan itu yang akan gue bahas disini! Melainkan akan mereview dari novel karyanya yang naskahnya kali pertama muncul di facebook sang penulis tahun 2010, berupa novel open source yang diterbitkan berseri, lalu dipublish tahun 2012 dalam bentuk fisik, yang 5 tahun kemudian sudah naik cetak sebanyak 9 kali. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah.

Ok, lets start it.



Novel ini mengambil setting di kota Pontianak, dengan Tokoh Utama: Borno, seorang laki-laki usia 20-an tahun yang pada akhirnya berprofesi sebagai pengemudi sepit (perahu kecil bermesin tempel) di sungai Kapuas, setelah berkali-kali mencoba bekerja serabutan diberbagai tempat. Ditinggal mati oleh ayahnya yang seorang nelayan diusia 12 tahun membuat Borno harus bekerja keras untuk melanjutkan hidup bersama Ibu semata wayang yang telah mengasuh dan membesarkannya dengan sangat baik, sehingga menjadikannya sebagai sosok pemuda berhati paling lurus di sepanjang aliran sungai Kapuas. Dipaksa berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang Robek karcis di Pelampung (sebutan kapal Ferri kecil di Kapuas) oleh ketua perhimpunan pengemudi sepit, Bang Togar, hingga membuatnya harus melanggar wasiat Bapaknya untuk tidak menjadi pengemudi sepit.

Hari pertamanya setelah resmi menjadi pengemudi sepit setelah melewati siksaan Ospek panjang dari Bang Togar, dia jatuh cinta pada gadis Cina yang menjadi penumpangnya dihari pertama yang tak sengaja menjatuhkan surat bersampul merah di dasar sepit yang dikemudikannya.  Bersusah payah menjaga surat yang tak sengaja jatuh itu agar tak dikoyak oleh Andi, sahabatnya, untuk kemudian dikembalikan ke sang empunya ternyata tidak sepenting yang dia perkirakan. Nasi sudah menjadi bubur, perempuan berwajah sendu itu sudah kepalang basah memikatnya dengan seuntai senyum, dan tidak mudah pula bagi Borno untuk menaklukkan perempuan Tionghoa yang punya masa lalu kelam itu hingga membuat Borno harus mengejarnya hingga ke Surabaya. Tapi apa daya, jauh api dari panggangnya. Borno kecewa berat hingga membuatnya terkapar. Beruntung ada sosok Pak Tua, bujang lapuk yang sudah melanglang buana hingga ke ujung dunia yang selalu mendukungnya dengan petuah-petuah rumit yang terkadang susah dimengerti Borno.

Buat gue, novel ini lengkap, plotnya rapih, tata bahasanya cantik menawan, akan mudah menukan deretan bahasa bahasa sastra nan romantis dihalaman demi halamannya, walau suguhan utamanya adalah kisah romansa, tapi percayalah ini bukan cerita cerita cinta picisan disinetron yang tayang striping, membacanya bisa membuat gue pribadi terpompa semangat juang menaklukkan hidup, novel karya kesekian penulis ini sanggup membuat gue tertawa terbahak-bahak juga menangis sekaligus. Novel ini mampu mengobrak abrik perasaan dan tak sanggup berhenti melahapnya hingga halaman terakhir, 507.

Berani coba baca?

The fact is, ini adalah novel ketiganya yang gue baca, honestly im in love! Dan selama ini menyangka bahwa yang namanya Tere Liye adalah PEREMPUAN BERKERUDUNG, dan karena penasaran yang membuncah, gue pun mengobrak abrik laman google dan menemukannya di wikipedia bahwa penulis yang pandai bermain kata-kata ini adalah seorang Pria. Hahahaha gue ketipu mentah-mentah, ketipu yang menyenangkan. 


Sabtu, 03 Februari 2018

Karena Kepepet.


Senja ini setengah badan matahari sudah tertelan tepi kaki langit, meninggalkan bias jelaga kuning kemerah-merahan disana. Penghujung hari yg romantis. Gue terdiam lesu didepan meja mesin jahit, mentafakuri benang kusut dipermukaan kain perca. Setelah dua tahun membelinya dan selama ini dioperasikan oleh penjahit,  Inilah kali pertama gue benar-benar mengoperasikan mesin ini. Kusut masai.

"Lah ngopo mas? Njahit dewe sekarang?" 
Tetiba pria ompong itu muncul didepan pintu rumah kontrakan dengan pertanyaan yg membuat gue mengumpat kesal. 

"Huwanjirrrrrr......bikin Kaget loe ah! Boro-boro ngejahit, ini juga baru mau belajar mas, benangnya kusut semua, menggumpal di skoci ama kain." kata gue sembari melemparkan skoci benang kepermukaan meja mesin jahit.

"Ah, iki mau sampai lebaran gajah juga gak bakal bisa mas. Lah wong ini jalur benangnya salah kabeh eh. Kewolak walek sampeyan masangnya." sahutnya menjelaskan lalu mengambil alih tempat duduk gue dan mulai mengajari cara memasang benang sesuai urutan yang benar.

"Tukang pada kemana emang mas?" tanya dia lagi setelah berhasil membuat gw membuat jalur jahit diatas kain perca. Masih berkelok-kelok seperti sungai di pulau Kalimantan sana. "Latihan aja terus mas, tar juga bisa jahit lurus." katanya lagi, seolah mengerti kekesalan gue yg blm berhasil menjahit secara lurus. Ini masih latihan dasar, menjahit diatas kain perca.

"Tukang gue keluar semua mas. Yang satu karena mau kawin, yang satu dah beberapa minggu lalu keluar. Dia tahu Bos nya sudah diujung tanduk, Bangkrut. Makanya dia pamit berhenti kerja, takut gue gak bisa bayar gajihan dia tiap sabtu sore yang berjuta juta itu barangkali." Wajah gue pasti menggambarkan betapa kecewa dan marahnya gue saat menjelaskan alasan itu.
"Ealaaaaah, ngono toh. Hemmm, nganu mas, iku loh sisa pembayaran mesin obras sampeyan piye? Akhirnya kalimat pamungkas yang sudah gue perkirakan sejak kemunculannya yang tiba-tiba di depan pintu rumah kontrakan gue terucap sudah.
"Sabar ya mas, aku rak ndue duit blas. Nanti kalau sudah ada uang tak bayar yo." jawab gue sambil terus berusaha membuat jalur benang di atas kain perca yg sedang gue jahit tetap lurus. "dua minggu lagi gue mau ikut pameran di Citos tapi gak ada yang jahit, gak punya duit juga buat lempar ke penjahit lain, makanya ini jadi belajar menjahit biar bisa tetap kerja." gue mencoba menjelaskan kondisi pelik yang sedang gw hadapi sambil mata dan konsentrasi gue tetap tertuju pada kain perca yang sedang gue jahit, pandangan gue hanya sekilas beralih ke pria jawa penjual mesin jahit yang saat ini sedang duduk di bangku besi merah di hadapan gue lalu menenggokan kepala gue ke kanan, tempat dimana setumpuk kain tergeletak dilantai rumah.
                         
                                      ***

Crop top  itu selesai gue jahit. Gue mengkombinasikan dua kain sekaligus. Bagian badan  menggunakan bahan kaos yang cukup tebal dengan warna hitam sebagai dasarnya dan pettern bunga mawar biru yang menjadi detail printnya. Lalu bahan kaos warna broken white yang seluruh permukaannya terdapat embos serupa percikan air di kaca jendela sebagai bahan untuk lengannya. Diujung baju gue sematkan renda putih tulang, sebagai detail.  Inilah karya pertama gue. Mungkin ini perwujudan design gue yang keseribu sekian, sekaligus menjadi karya pertama gue sebagai penjahitnya.

Tidak mudah, gue membutuhkan 12 jam untuk menyelesaikannya, menjahit sembari belajar tutorial menyatukan berbagai pola bagian baju dari Google. Semalam suntuk gue memaksakan diri menyelesaikan baju ini, dan sekarang sudah pukul 7 pagi. gue butuh tidur sejenak.

                                        ***

To Be Continue



Minggu, 28 Januari 2018

Ngerayu Tukang Jahit




Braidsmate dan Grooms, begitu sebutan untuk pager ayu pengantin di jaman milenial seperti sekarang. 

Pernah jadi braidsmate atau grooms? 

Dulu jaman gw SMA, gw dan beberapa kawan sepermainan pernah dibayar untuk jadi pager ayu dipesta resepsi pernikahan yg gw gak tau itu siapa. Pokoknya baju disiapin kelar acara gw dibayar. Itu yang gw tau. 50ribu honor yg gw terima, dan nominal itu sudah cukup besar saat itu. 

Nah, kalau di daerah-daerah biasanya yg jadi rombongan pager ayu adalah sanak saudara dr kedua mempelai pengantin Jika berasal dr keluarga yang bias-bias kasih,  dan kalau datang dari keluarga kaya raya biasanya akan sewa jasa pager ayu yg banyak di tawarkan oleh sanggar pengantin. Sementara jaman now, Trendnya sudah jauh berubah. Keluarga sudah duduk manis di area VVIP bersama tetamu terhormat lain, menikmati berbagai menu panganan dimeja prasmanan sambil menikmati pesta. 

Lalu, dipernikahan jaman now, garda braidsmate dan grooms adalah orang-orang dari lingkaran pertemanan dari kedua belah pengantin. Nah, yang jadi soal sekarang adalah, dalam persiapan pernikahan ada satu post budget baru yang disiapin oleh si kedua pengantin. 
Menyiapkan kain seragam untuk braidsmate. Sementara grooms biasanya cenderung hanya memakai jas/suite, terkadang juga diberi batik, tergantung konsep pernikahannya.

Lalu, orang-orang yang mendapat "kain" jatah buat seragam reaksinya akan berbeda-beda.
1. Kalau dia banci tampil dan punya banyak uang (atau dipaksa-paksain punya uang) biasanya preperationnya ngalah-ngalahin pengantin. Ini serius! Mereka akan mulai sibuk cari-cari referensi design baju yang banyak bertebaran di google. Begitu dapet model sesuai yg diinginkan tinggal bawa kepenjahit langganan, soal uang cincay asal baju impian bisa terpenuhi. Nah tipe braidsmate yg begini pasti akan datang ke dressmaker A.K.A penjahit langganan yg sudah terpercaya kualifikasinya. . Atauuuuuu, untuk mereka yg cukup punya uang akan langsung datang ke Designer, dan setelah itu mulai kepoin social media make up artist demi penampilan paripurna. Yg punya banyak duit akan hire make up artist kenamaan yg lagi hipe di socmed.

Lalu.....

2. Ada juga tipe bridesmate yg awalnya girang bukan kepalang ketika mendapatkan kain seragaman, lalu setelah itu mulai mengeluh karena bisa jadi dalam sebulan ada beberapa kawan yg akan menikah dan selalu kebagian kain seragam, yg artinya mereka akan terpaksa menggelontorkan uang yg lumayan bikin kantong menipis. Solusinya apa? Datang ketukang jahit (dipilih secara random), bawa referensi dr majalah atau hasil captur-an dr internet buat di copy paste. Paling hanya nambah atau ngurangin detail, biar gak kentara nyontek karya orang. Lalu, biasanya akan mulai pasang sejuta rayuan gombal demi mendapatkan harga miring dr penjahit. 
"kan cuma gitu doang, simple kok, jangan segitu dong harganya." atau "Kita kan nanti jadi langganan mas, bulan ini ada banyak kawinan nih, tar kan jahit lagi. Kurangin ya." dan rayuan paling paripurna dan sangat lazim "Nanti aku kenalin ketemen-temenku yg lain loh, bulan depan banyak kawinan nih. Harganya diskon yaaaaa."

Loe tipe braidsmate yg mana? 


Kamis, 18 Januari 2018

Long As I Get Paid

Agnez Mo pada akhirnya memang berhasil membuat dunia international kemudian menggapnya "ada" dihiruk pikuk dunia hiburan International berkat single terbarunya "Long as i get paid". Tak hanya menuai banyak pujian, salah satu Diva Indonesia ini pun tak luput dr pergunjingan netizen yg memang "membencinya" karena makna dari lagu Long as i get paid yg dianggap mendeskripsikan seorang perempuan penjaja diri, ditambah konsep video klip yang lebih "NAKAL". Ke-bule-bule-an kata mereka. Lahhhhhhh......bukannya memang itu single international yg target pasarnya adalah penikmat musik dr seluruh dunia. Jadi salahnya dimana?

(Salahnya karena dia Agnez Mo, penyanyi berkewarganegaraan Indonesia, coba kalau lagu itu yg nyanyiin Demi Lavato pasti akan jadi SAH! atau yang kl yg nyanyiin lagu berlirik nakal itu adalah sang Mother Monster, Lady Gaga, tentu saja lagu tersebutpun akan sah sah saja!)

Eh, tapi, ini postingan gue gak mau ngomongin apalagi nyinyirin Jeung Agnez Mo loh yah! Ini tulisan tentu saja sepenuhnya akan membahasa GUE!. Keep calm, walau judulnya beda-beda tipis, tapi makna didalamnya sungguh berbeza.

Banyak yang tanya (eh, cuma beberapa deng) sesungguhnya apa pekerjaan gw? Bikin baju di jabanin, jadi wedding planner juga hayuk, pernah jadi sutradara video clip juga (cuma satu kok, itu juga gw rasa produsernya KHILAF ngejadiin gw sutradara), poto-poto (prewed, katalog fashion, personal portrait dll) juga hayuk, styling dibeberapa project iklan digital juga dikerjain. Intinya kata mereka gw gak konsisten!

Padahal yah kl mereka mau lebih bijaksana, dari semua hal yg gw kerjain gw adalah orang yg penuh dedikasi pada pekerjaan, sangat konsisten. KONSISTEN MENCARI UANG!

intinya AS LONG AS I GET PAID semua hal yg bisa gw kerjakan, tentu saja akan gw jabanin.

Nihhhhhh, salah satu pekerjaan yg gw kerjakan dgn penuh cinta gw jabarkan melalui VLOG gw, monggo loh mampir, jangan lupa subscribe ya