Selasa, 02 Juni 2009

Ketika Cinta Bertasbih


Review ini juga bisa tenggok di sini. di tunggu comentar2 centilnya disana, dan disini juga! Awas kalau nggak!!!!
Film KETIKA CINTA BERTASBIH yang diangkat dari novel mega best seller Asia Tenggara, buah karya tangan dingin Habiburahman El Shirazy akhirnya Premier tanggal 02 Juni 2009 di Djakarta Theater.

Mungkin gue satu-satunya orang yang tidak mengatasnamakan satu institusi pemberitaan manapun yang ada di Indonesia yang ikut ambil bagian dalam premier film tersebut. Gue datang sebagai blogger yang berhasil mengelabui panitia, wakakakakakk....(tar photo gue bersama kang abik dan om didi petet akan menyusul)

Anyway, gue rampung membaca novel besutan kang Abik sekitar setahun lalu, keapikkan kang Abik membangun sebuah plot cerita dengan karakter-karakter kuat didalamnya memang sudah gak bisa diragukan lagi. Ketika Cinta bertasbih yang juga mengambil setting dan cerita mahasiswa Indonesia di Negeri para Nabi, Mesir, gue pikir lebih membumi jika dibandingkan dengan kakak kandung novel ini yaitu Ayat-ayat cinta, yang juga telah di filmkan dan kala itu berhasil meraup angka penonton yang cukup fantastic 3,5 juta-an penonton. Padahal setting mesir di dalamnya justru tidak dilakukan di mesir, melainkan di India dan menggunakan Blue screen untuk sentuhan piramidnya. Jadi bisa bayangkan bagaimana film ini akan mendapat sambutan yang pasti "lebih" dari film sebelumnya. Bagaimana tidak, selain menyuguhkan landscape Negeri si cantik Cleopatra yang memang terkenal indah luar biasa, kabarnya film ini menghabiskan dana Rp. 40 milliar.

Ketika Cinta Bertasbih memang digarap dengan sangat serius dan detail. Tokoh utama dalam film ini pun didapatkan dari proses audisi yang panjang dan melibatkan orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya. Dedi Mizwar, Didi Petet, Neno Warisman hingga sang penulis novel Habiburahman El Shirazy.

Janji Kang Abik bahwa film ini akan dibuat seorisinil mungkin, mengikuti novelnya memang benar adanya. Sejak awal film diputar di screen besar Djakarta Theater, membuat mata gue tak berkedip. sayang rasanya melewatkan setiap scene demi scene dari lanscape Mesir yang disuguhkan dengan indahnya, pemandangan kota Kairo, Sungai Nil yang perkasa, Pyramid yang angkuh, kota Alexandria yang menawan dan pemandangan laut Mediterania, hingga kompleks universitas Al Azhar benar-benar menyejukkan dan memanjakan mata. Film ini kabarnya adalah film pertama di Dunia yang berhasil mengantongi ijin untuk shooting di Universitas Al Azhar Mesir. Ketika Cinta Bertasbih akan premier serentak di 8 Negara dan 3 Benua berbeda. Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Mesir dan Australia.



From Beginig....

Azzam, Mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Universitas Al Azhar adalah sosok pemuda yang sangat islami, gigih menempatkan tingkah lakunya sesuai dengan pedoman dan ajaran agama islam. pemuda 28 tahun yang nyaris melupakan studinya karena lebih memilih menjadi tulang punggung keluarganya di Kartasura, Jawa tengah. Sejak Ayahnya meninggal, secara otomatis dialah yang menjadi tumpuan ibu dan adik-adiknya. Azzam bekerja sangat keras untuk itu, namanya termasyur sebagai mahasiswa yang pandai membuat tempe di Mesir, dan itulah profesi yang digelutinya untuk mengumpulkan uang untuk membiayai kehidupannya dan keluarganya di Indonesia. Selain piawai membuat tempe, Azzam juga dikenal bertangan dingin mengolah makanan traditional Indonesia, hingga keluarga besar Kedutaan Republik Indonesia untuk Mesir kerap mempercayakan jamuan-jamuan untuk relasi kedutaan ada ditangannya. Karena kelihaiannya mengolah makanan Indonesia itupulalah kemudian yang mempertemukan dia dengan Elliana, putri Dubes RI yang sudah terkenal di Mesir. Elliana adalah sosok gadis yang cerdas, menyelesaikan S1-nya di EHESS Prancis dan terhitung baru satu bulan berada di Mesir, namun bisa dengan cepat bersinar di Mesir. Selain cantik, tulisan opininya yang berbahasa Inggris sudah dimuat di koran Ahram Gazette, yang menyoroti peran liga arab yang mandul dalam memperjuangkan martabat anggota-anggotanya. tulisan yang kemudian disorot sebagai perpanduan antara pandangan seorang jurnalis, sastra dan Diplomat ulung membuatnya kemudian menjadi bintang tamu di Nile TV. Elliana yang kemudian terpesona dengan pribadi Azzam pun ditanggapi dingin oleh Azzam, Elliana yang sempat bersinggungan dengan paham kebebasan menurutnya bukan sosok pendamping yang tepat untuknya. Azzam mendambakan sosok muslimah yang utuh untuk calon pendamping hidupnya.

Anna Althafunnisa kemudian menjadi satu sosok perempuan dan muslimah yang bertolak belakang dengan kehidupan Eliana yang mampu membuat Azzam terpesona. Pertemuan yang tidak disengaja karena peristiwa perampokan yang di alami Anna dalam sebuah bus, membuat Azzam pun akhirnya meradang karena Anna ternyata telah di khitbah oleh sahabatnya sendiri, Forqon.

Furqon yang juga merupakan mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Al Azhar. furqon terkenal di kalangan mahasiswa bukan saja karena kepintarannya, tapi juga karena ketampanannya, kaya raya dan punya prinsip kalkulatif. fasilitas super lengkap yang didaptkannya di Mesir membuat sebagian besar waktunya hanya dihabiskan untuk belajar. berbeda dengan Azzam yang nyaris melupakan studynya karena harus bekerja keras demi bisa menghidupi diri dan keluarganya, Furqon justru telah sampai pada masa persiapan tesisnya. inilah yang kemudian membuat Furqon lebih diprioritaskan untuk menjadi pendamping Anna ketimbang Azzam yang kala itu mengkhitbah Anna.

Desakkan sang Ibulah yang kemudian menguatkan dan membulatkan tekad Azzam untuk segera menyelesaikan studynya yang telah dia tempuh selama 9 tahun di universitas Al Azhar. Dan mengantarkannya kembali ke Indonesia dan bertemu dengan keluarganya. Disinilah konflik yang sebenarnya bermula. Di indonesia Azzam mendapati wanita pujaan hatinya akan melangsungkan pernikahannya dengan Furqon, sementara dilain pihak Furqon pun berada dalam dilema antara keinginan menikahi Anna dan janjinya pada kepolisian Mesir untuk tidak menularkan virus HIV yang telah ditularkan oleh seorang wanita sindikat penipuan asal Italia ketika masih berada di Mesir.

Ketika Cinta Bertasbih sejujurnya sangat menguras emosi, dengan berbagai karakter dan plot bercabang yang dibangun Kang Abik. Detail setiap kejadian membuat gue kala itu ingin terus menerus membaca novel ini. sebuah novel "Pembangun Jiwa" yang mengajarkan berbagai kebajikan dari persfektif yang berbeda dan tidak terkesan menggurui. Begitu menguras emosinya Novel ini membuat gue tidak kuasa untuk tidak berlinang air mata. Setiap runutan katanya mampu menyihir gue, hingga menyadari betapa kerdilnya gue dengan setiap dosa yang telah gue lakukan. Garis merahnya tentang persfektif cinta dari sudut Agama, bagaimana mendahulukan kepentingan sendiri jika menyangkut ibadah, tentang akibat dari kebiasaan hidup bermewah-mewah seperti yang dialami Furqon, hingga kerja keras yang digambarkan dalam sosok Azzam niscaya akan membuat hati akan terbuka untuk selnagkah lebih baik dan selangkah lebih baik lagi.

Menonton film Ketika Cinta Bertashih seolah membawa gue membuka lembar demi lembar Novel yang telah dirajut dengan indahnya oleh Habiburahman El shirazy.

32 komentar:

Anazkia mengatakan...

Wah, dikau pengagum kan Abik juga ya? sebenernya, saya kecewa dengan film ayat2 cinta. Semoga di ketika cinta bertasbih tak ku temukan kekecewaan, Insya Allah...

Anazkia mengatakan...

weh, gak nyangka majang situs penulis lepas, ikutan milisnya gak?

RanggaGoBloG mengatakan...

aku pengen nonton... siapa yang mau bayarin yaaaaaah...???????

JengSri mengatakan...

film indo lebay, gw kurang suka iz. film indo yang gw demen cuma cut nyak dien sama naga bonar. dari dulu mpe skrng gw masih demen tuh.

J O N K mengatakan...

wuahhhh, nonton gak ya, nontong gak ya wkwkwkkwkww

♥ Neng Aia ♥ mengatakan...

cieee.. ripiw pilem nih ceritanya?? siplah.. udah nonton belom?? eh blom perdana yah!? heiheihei...

LaDy mengatakan...

bagus tuh filmnya.. ;)

IjoPunkJUtee mengatakan...

Ada yang mo ngajak nonton gak ya...??

vie_three mengatakan...

katanya siy bagus yak filemnya, aq jadi penasaran nonton niy, tp masku gak bisa diajak kompromi malahan dia mau nonton sama pacarnya.... nah aq gak diajak hiks-hiks..... eh malah curhat.

Itik Bali mengatakan...

Filmnya sih kayanya bagus ya mas..
tapi yang surprised pemainnya semua baru
fresh gitu lho

momotgembul mengatakan...

ayat-ayat cinta penontonnya nggak sampe 10 juta. dapat data darimana?
berita terakhir sekitar 3.5 juta. Sedikit di bawah laskar pelangi yang hampir 4 jt penonton

Pencerah mengatakan...

lum bisa koment dah

imtihan mengatakan...

Cinta...? Subhanallah... kira2 gitu kayaknya kalau cinta bertashbih

faizz mengatakan...

#anazkia: yups, gue sangat terkagum2 dengan kang abik, ayat2 cinta gue juga kecewa, kalau ketika cinta bertasbih insya allah tidak mengecewakan.

#ranggagoblog: mau gue bayarin? ambuil tiketnya di polda yah

#jeng sri: gue juga nonton naga bonar, kueren, film indonesia ada juga kok yang gak lebay. laskar pelangi gak lebay, berbagi suami gak lebay, ada apa dengan cinta gak lebay, daun diatas banyal gak lebay, yah kalau yang di tonton film esek-esek yang cuma mamerin pantat ama toket seh emang lebay. apalagi kalau aktrisnya yang cuma jual sensasi dan tetek tumpah kemana2 itu emang lebay.

#jonk: nonton gih, biat tobat dikit, wakakakakakakkakakakkk

#neng aia: yah si eneng, gimana seh, pasti gak baca postingan gue, marahhhhhhhhhhhh neh gue. yah nonton lah gue kan ke press premiernya, argghhhhhhh...

#lady: skala 1-5 gu kasih 3.5 pointsnya.

#ijopunk: sini gue ajak nonton, gue bayarin, tapi akomodasi dan transportasi dari riau ke jakarta tanggung sendiri ya bos, hahahahahaha

#vie: bagus filmnya. worth it deh di tonton. gimana kalau mas mu di kelitik ampe pingsan biar dia mau ngajak kamu nonton? atau kita double date ajah, tapi kamu jadi pacarku dulu. mau?????

#itik: emang bagus, pemainnya actingnya bagus, so natural.

#momot gembul: walah salah tulis gue, hahahahahah...itu maksud gue, hehehehehehehehhh

#pencerah: nonton dulu baru koment. hihihihihih

#imithan: belum pernah jatuh cinta gue, hahahahahha...boong nya ketahuan banget yah, wakakakakakkk

mocca_chi mengatakan...

kapan kapan saja nuntunya, tunggu muncul di teve. wuakakak

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Kita tunggu tanggal mainnya,... jadi penasaran..

oh yah bro mau download e-booknya silahkan baca di ujung postingan saya klik disini

jangan marah lagi yah bro,....

nietha mengatakan...

Udah baca bukunya.. tapi belum bisa nonton filmnya..pengen deh bsia nonton segera

sii melyn mengatakan...

waahhh.. curang!!!

aku masi penasaran nih sama filmnya.
novelnya emang bagus sihh.

semoga filmnya gak kayak ayat2 cinta. huehehehe..

^3^ mengatakan...

wahh...pengen nonton nich :)

IjoPunkJUtee mengatakan...

Pusing Bro...!!! banyak banget situs scam bergentayangan...!!! AW Survey ku dah 2 kali bkin account, yang pertama tak delete karena gak dibayar2, tapi karena temen gw dah nikmati paypal terisi dari site ini ku bikin account lagi....

Cashfista meragukan coy, cek di google, banyak yang bilang scam....

buwel mengatakan...

siiiip reviewnya...

Lala mengatakan...

Wah penasaran nich pengen lihat filmnya,
Penggemar novel novel Kang Abik nich.

Jangan marah donk, ntar aku ga mau mampir lho hihihi *ngancem.com*

INFO NIAGA MOJOKERTO mengatakan...

waduh...! aku disuruh comment nih...!! apa ya...???? bagus kok...ya emang bagus ...apa lagi ya...???

faizz mengatakan...

silhakn liat reviewnya juga di:
http://www.shvoong.com/movies/1903525-ketika-cinta-bertasbih-beautiful-movie/

di tunggu comment yah

donalduck mengatakan...

kirim azzam ke saya donk... *haa panjang banget dah ngos2an bacanya, intinya ketemu pujaan hati merit... *

afwan auliyar mengatakan...

d tunggu nih filmny ... :)
d bdg dh da blom yak ... mmm nontn ahh :)

faizz mengatakan...

@mocca: waduh, nonggol di tipi masih lama kali jeung.

@setiawan: dah punya novelnya, hehehehe

@nietha: sok atuh ke bioskop, soalnya belum nonggol dalam versi layer tancep

@melyn: jauh bener sm ayat2 cinta mah, ini top banget.

@^3^: yuk segeralah sebelum kehabisan.

@ijo: hooh, yang di AW Survesy juga dah gue reendem, tapi belom nonggol di paypal dollarnya, menyebalkan.

@Buwel: hoohhhooooo...dapet ciuman dijidat kalau gitu.

@lala: yah deh gak jadi marah, smile.com

@info niaga: maksaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

@donalduck: wakakakakakakakakakakkkkk

@afwan, tanggal 11 juni baru nonggol di biuskop, selamat menunggu. hehehehehehe

J O N K mengatakan...

wuahhhh kemarin baru liat trailernya, tapi muntaaaaaaapppp abis, bikin merinding gituh heuheuheu

Laisya mengatakan...

takutnya pas nonton film ini sama kecewanya dengan nonton film AAC ... eh tapi bs jadi ya film ini jauh lebih baik kalo liat review2nya.
jadi penasaran, kebetulan dah baca novelnya :D

itempoeti mengatakan...

"film ini film pertama yg mengantongi ijin shooting di univ. Al Azhar Mesir"

yang pertama..., krn memang sebelumnya memang belom ada yg ngajuin...

hihihihi...

faizz mengatakan...

@jonk: nonton trailernya deket po'on bringin yah? wakakakakaka.....

@laisya: jangan takut, filmnya jauh lebih worth it untuk di tonton daripada AAC, suwer tekewer kewer...

@itempoetih: bukan belum pernah ada, tapi memang tidak diijinkan pembuat film dari asing disana, mungkin ini berhasil diizinkan karena habiburahman pernah kuliah disana, jadi mungkin saja ada pengecualian, atau ini sebagai previlage tersendiri sebagai alumnus. BARANGKALI

galang mengatakan...

wah review film...