Dibawah sana, beberapa meter dari tempat gue, temen gue, bos gue dan istri bos gue duduk manis di sebuah café di Citos sambil menikmati steak dan makanan remeh temeh lainnya ditemani sebungkus Djarum Black yang tergeletak indah di meja menunggu diisap. Gegap gempita sisa-sisa new year celebration masih saja berlangsung. Derai tawa sambil jejingrakan ditemani ramuan musik dari seperangkat equipment DJ masih membahana, menghentak adrenalin muda-mudi (kosa kata jaman jahiliyah banget ye!!!!).
Slurupppppppppp…….
Orange squash mengalir membasahi tenggorokan gue, melunturkan berbagai rempah steak yang masih menempel di dinding tenggorokan gue. Pokoke Mak’ nyoss begitulah isitilah presenter kuliner yang kerap nonggol di TV gue pinjam kali ini.
13.00 lebih dikit.
Xenia ijo toska ini melaju pelan diantara rinai hujan yang jatuh membasahi bumi. Hawa dingin diluar sana semakin diperparah oleh hembusan semilir angin dingin dari AC mobil.
Erghhhhhhhhh…..
Gue mulai bersendawa lagi, terus dan terus.
Bos gue: loe badan dong yang gede, kena angina dikit masuk angin.
Gue: Erghhhhhhhh……!!!! *bersendawa mode :On*
Bos gue: harusnya loe minum bir aja tadi.
Temen gue: betul om, sekali-kali bolehlah. Gak dosa kok. Kan bukan buat mabok, Cuma untuk angetin badan.
Gue: minumnya deket kompor biar anget. minum orange squash aja gue dah keliyengan gini. Orange squash juga ada alkoholnya tahu.
Istri bos gue: sejak kapan orange squash pake alcohol? Bukannya orange squash itu orange jus yang dicampur SODA.
Gue: ……..
Oh god, Gue kena Syndrome aneh nomer 10: Sok tahu!!!!!


