Selasa, 19 Oktober 2010

Eat Pray Love


April, 2010, Dia menghadiahkan buku itu ke gw, ketika dia dan gw sedang traveling ke Jogja. disana dia bubuhkan tandatanggannya.
"Happy early birthday...
from........."

lalu gw mendaratkan sebuah ciuman manis tepat dibibirnya.

Six month later, in the morning, early morning anyway. i sending a message to "dia" just to tell i'm done with the book. Need a long time to finnised.


October, 4th, 2010
Sejumlah jajaran pemerintah mulai dari istri wakil Presiden RI, Menteri Perdagangan, Menteri Kesehatan dan tak ketinggalan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata hadir di Red Carpet memeriahkan eforia premier film Eat, Pray and Love di XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta.

~Christine Hakim dipremier Film Eat Pray Love di New york~








Bagaimana tidak, film Hollywood yang diadaptasi dari novel Elizabeth Gilbert dan dibesut oleh Ryan Murphy ini menghabiskan 3/4 settingnya film di Bali-Indonesia, dimana Julia Roberts berbagai peran dengan salah satu aktris papan atas Indonesia, Christine Hakim.

Eat Pray & love adalah catatan perjalanan satu tahun Liz Gilbert, seorang penulis kenamaan asal New York di tiga (3) Negara, dimana ia menjelajahi Itali untuk makan (Eat) dan menghabiskan 4 bulan berikutnya di Ashram India untuk berdoa (Pray) dalam mencari keseimbangan hidup melalui doa-doa sanskerta kepada Tuhan. Adalah Bali yang menjadi persinggahan terakhir Lizz untuk menyempurnakan perjalanannya dalam mencari Cinta (Love) di 4 bulan terakhirnya.

Bali terasa semakin eksotis dengan kehadiran I ketut liyer, Tua renta yang menjadi dukun kenamaan di Bali yang membantu Liz menemukan kembali hidupnya dari keporakporandaan akibat perkawinannya dengan Stephen yang berantakkan di satu tahun perkawinan mereka, dan keamburadulan perselingkuhannya dengan David seorang aktor theater yang pernah memerankan karya tulisnya di new York.
Bali yang kemudian telah terkenal diseantero jagad sebagai salah satu destinasi terbaik bagi orang-orang yang patah hati karena urusan remeh temeh percintaan memang benar adanya, karena disinilah Liz kemudiaan menemukan cintanya yang tertambat pada seorang pria paruh baya berdarah Brazil yang juga pernah mengalami kehancuran dalam perkawinannya.

Dan malam ini gw baru saja meyelesaikan film ini seorang diri, tanpa kekasih tentunya. something stupid i think, because watching a love story alone!

Untuk Aktris sekaliber Julia Roberts yang pernah sangat memukau di film "Prety Woman" buat gw, difilm ini dia sangat biasa. Masih masuk dalam kategori bagus tapi tidak spektakuler. lempenggggggggg......

Sementara Christine Hakim, kita tau akting paripurnanya dibeberapa film yang ganjar berbagai penghargaan di festival-festival film dunia let's say Cut Nyak Dien, Daun Di atas Bantal hanya bisa berpuas diri dengan porsi acting yang tak lebih dari 3 scene. tapi bukan Christine Hakim namanya kalau tidak bermain dengan total walau hanya kebagian peran kecil.

Buat gw yang telah mengkhatamkan buku Eliazabeth Gilbert ini, sungguh menyayangkan ada beberapa bagian yang harusnya akan sangat terlihat bagus jika diilustrasikan dalam bentuk gambar seperti upacara adat "Turun tanah" seorang bocah yang digawangi oleh ketut Liyer, yang akan semakin memperlihatkan khasanah budaya Indonesia, khususnya Bali tapi sayang dalam film ini disunat habis. Belum lagi Bahasa Indonesia tidak digunakan sama sekali kecuali satu kata yang dilontarkan Julia Robert "terima kasih".

Film ini memnag sangat bercita rasa International, kita boleh maklum karena ini adalah produksi Hollywood yang hanya kebetulan mengambil lokasi di Bali. Jadi cukuplah rasanya kalau dunia boleh melihat keindahan Bali dan beberapa pernak pernik Bali yang digunakan dalam film ini.

So, bagi pencinta film action, thrailer, atau film-film yang butuh mikir sebaiknya JANGAN nonton film ini, karena anda pasti akan kecewa berat. Tapi kalau anda butuh sedikit refresh dari caruk maruk persinetronan Indonesia yg cuma jual mimpi, layaklah anda tonton film ini, terutama karena niscaya di dalam hati anda akan terbersit sedikit kebanggan bahwa akhirnya Indonesia lenggang kangkung ke Hollywood melalui Bali dan akhirnya ada Aktris Indonesia yang unjuk gigi di Hollywood.

Setelah Buku Eat Pray and Love, akankah buku Honneymoon With My Brother yang juga mengambil lokasi di Bali akan menjadi film berikutnya yg akan kembali membawa Bali ditonton di Hollywood?
Hanya Tuhan yang tahu.

Finally, watching this movie with u're partner, because this movie tell's about love. Don't be alone. Bakal Garing booooooooooo.......

18 komentar:

antaresa mengatakan...

semoga nama indonesia jadi tambah terkenal gara-gara Bali,

ReBorn mengatakan...

hmm.. abis dah gel. :p
biasanya sih film yang diangkat dari novel jarang yang memuaskan. boleh dibaca ni novel.

Adi Budi Yulianto mengatakan...

gw terperanjat dengan posting di awal lu.. "mendaratkan ciuman manis di bibir"

bibir sapi lu maksutnya?? hehehe

thanks for recomendation..,hampir saja saya mau nonton. Cukuplah buat gw nonton "wall street: money never sleep" yang sukses membuat saya menguap selama pertunjukkan

Yolizz mengatakan...

waahh... pengen nontoonnn... tapi di sini belom masuk kayaknya...

fai mengatakan...

@antaresa: sekarang sih udah terkenal, senbagai negara terkorup di dunia, hahahahahaaa

@Reborn: Namnay juga berdasarkan, pasti banyak yang terlewatkan, kalau sati buku di filmkan, mau nonton berapa lama filmnya? bisa blingsatan dalam bioskop

@Adi budiyanto: jgn nontonlah kalau gitu, bisa beranak tar di dalam, hahahahaaa

@yolizz: emang yolizz tinggal dimana? gih nonton kesini, akomodasi ditanggung adi *ngelirik ke adi*, wakakakakakaaa

jisamore mengatakan...

yah.... saya belum nonton film ini...
tapi perjalanan ke Italy hanya untuk makan..
bukankah itu menarik..
haha :D

*mupeng*

fai mengatakan...

@jisamore: sejak gw baca bukunya dan tau bakal di filmin ekspektasi gw memang gak berlebihan ttg film ini, totally gw suka sama filmnya, karena gw juga doyan traveling dan makan so ini bisa jadi referensi yang bagus. musti nonton dah

Farrel Fortunatus mengatakan...

gw udah nntn. kesimpulannya: plain, datar, membosankan... he he he... btw, pas masuk XXI kursi kelihatan lumayan terisi penuh, setelah pertengahan film diputa,orang" pada kabur satu persatu... gw sih nntn smp tuntas. Mendingan nonton Madame X aja, biar bs ngakak guling" he he he...

fai mengatakan...

@Farel: hahahahaaa...makanya pas awal nonton gak terlalu pasang ekspektasi tinggi sama film ini, pengen ntn karena dah baca bukunya, kedua karena pengen lihat christine hakim yg beradu acting sama julia robert, selebihnya duduk manis aajah di theater. Madame X, oke secara ide, tapi animasinya nggak buanget, terlalu maksain diri bgt. jadi inget satria baja hitam sama power rangers. kalau cuma buat lucu-lucuan okelah.

Iman mengatakan...

Sampai sekarang belum juga nonton ini film, padahal kepingin banget lho.

Baca review ini jadi makin penasaran. Beruntung deh saya belum baca bukunya, jadi mudah2an nggak terlalu kecewa karena beda.

Nice review bro :)

fai mengatakan...

@imam: selamat menyangsikan!!!! buruan keburu turun filmnya.

Kantong Plastik mengatakan...

pengin baca bukunyaa...
filmnya mengecewakan ya?
hem, jadi mesti nonton filmny dulu baru baca buku.
hehe..

Piacerre Sinyorin ☺ mengatakan...

laaah lo ga nonton sama si itu yang ngasih buku ke lo? hahahaha #ngakak :)) emang bagusan bukunya daripada filmnya dan keseringan kan emang begitu ;p well, tapi gue tetep ngerasa bangga karena Bali diperkenalkan ke dunia dengan cara yang super duper amazing :D

Profijo mengatakan...

Rung Nonton....

Freya mengatakan...

duh jadi takut nonton pas baca kalimat terakhirnya. Ane lagi patah hati huhuhuhuhu. Pasti bakal sedih banget nontonnya.

fai mengatakan...

@kantong plastik: kalau mau baca bukunya sebaiknya baca yang versi internasionalnnya, yg versi indonesianya kacau bt, berantakan bahasanya, heran gw gramedia ambil traslater darimana sih.

@ Piacerre Sinyorin: orangnya jauh sekarang, dikalimantan.

@prof ijo: makanya nontonnnnnnnnn

@freya: cocok neh buat yg patah hati, semoga mendapatkan solusi setelah nonton film ini, saran gw nontonnya sama pacar temen ajah. hihihhhhh

pendarbintang mengatakan...

Wah....

semua pada ribut nonon film di kuta gallery ternyata noton ini to...

cukup tahu, eh itu di Lovina, eh itu di Pecatu, weheheheh

belum sempet nonton sih, menuruti saranmu, kayanya harus punya yayang dulu baru nondto, at least nonton DVD nya weheheeh

nita mengatakan...

Lempeng banget ni film dan dah bisa ketebak endingnya. tapi bagus juga dengan bali kita bisa lbh promosiin wisata di Indonesia..