Kamis, 24 Februari 2011

EmoLog on Tabloid Genie: COLOR BLOCK



Block warna adalah tema yang akan happening di 2011, so buat yg berkulit putih kulit hitam bahkan kulit abu-abu, jangan takut main warna show up your personality, be confident! dan beberapa koleksi terbaru clothing line gw CRAZY NO PLAY : EmoLog hadir di taboid Genie edisi minggu ini, 21 Februari 2011







Jumat, 11 Februari 2011

Lahir dirumah


I En i Ni
Ini
I Be U Bu
Ibu
Bu De I Di
Budi

Ade gw: "Ini Ibu Budi."
Ibu Guru: "Pinter kamu, kecil-kecil sudah bisa lancar baca. TK nya dimana?"
Ade gw: "Dirumah bu guru."
jawabnya dengan muka tak berdosa.
Ibu Guru: ......????
Gw: "Maksudnya dia gak pernah masuk TK bu."
Ibu guru: "Owwww...lantas siapa yg ajarin baca?"
Ade gw: "Dia."
dengan jumawanya dia mengarahkan telunjuknya ke batang hidung gw dengan senyum sumrigah, memperlihatkan giginya yg cokelat kropos habis digerogoti ulat.

Jadi sebelum Kak Seto mempopulerkan istilah "home schooling" yang lagi nge-hitsss belakangan ini, sebenarnya gw sudah lebih dulu melakukannya nyaris sepuluh tahun lalu. Ke empat adik gw, tak satupun yg mengenyam pendidikan di Taman Kanak-kanak. selain buang-buang duit, karena hanya diajarkan mengeja, lalu membaca, berhitung kecil-kecilan dan melantunkan syair lagu balonku ada lima yang tak kunjung habis sejak jaman baheula. Kurikulum semacam itu pun bisa gw lakukan dirumah. jadi gw bisa menjadi anak yang berbakti pada orang tua, karena membantu menghemat uang belanja emak bapak gw, hehehehee....

Bu Guru: "Well fai, please fill in your brother Bios."
Gw: "Alrigth."


Tak selang beberapa saat, seorang ibu, meletakkan pantatnya dikursi kayu reot persisi disebelahku, sebelah tangannya menggendong anak perempuan yang masih tampak takut-takut, tangan sebelahnya kemudian menyerahkan selembar formulir pendaftaran tes masuk ke sokalh dasar ini ke ibu guru yang sejak tadi meng-interview adik laki-laki gw.

Ibu Guru: "Ibu ini kenapa tempat tanggal lahirnya di kosongakan? memang anaknya lahir tanggal berapa?
Si ibu yang menggendong anak : "Saya lupa tanggal berapa bu?"
Ibu guru: ...benggong.....
Ibu Guru: "Anaknya lahir dimana bu?"
Si ibu yang menggendong anak: "Lahir DI RUMAH bu."


Bwakakakakakakakakakakakakakakakakkkk

Selasa, 01 Februari 2011

Episode Terakhir


Kamu tahu bulir-bulir air hujan ini pernah sangat menyakitkan buatku. Ketika ditumpahkan satu-satu dari langit dan menghantam pori-pori kulitku, kurasakan serupa sayatan-sayatan sembilu. Perih walau tak berdarah.
Kamu pun tahu aku pernah coba terbang dengan hanya satu sayap. Tertatih-tatih aku mencoba namun tak bisa aku kepakkan walau satu sayapku sudah aku bentangkan.
Tapi kamu mungkin tak tahu bahwa hadirmu disini, dicelah hatiku yang telah terluka mampu membuat satu sayapku yang telah patah tersambung kembali walau sudah tidak utuh, hingga bisa kubentangkan keduanya dan membawamu terbang bersamaku menembus pekatnya hujan.


Mata cokelatnya yang dibingkai bulu-bulu mata lentik nan halus terus berbinar tiada henti. Seolah bisa menggambarkan sebentuk perasaan tersanjung yang membuncah dari celah hatinya, ketika membaca deretan kalimat-kalimat mukadimah indah yang ditulis tangan oleh Fay diawal surat yang baru sekitar 10 menit lalu diterima olehnya dari tukang pos. Di dalam binar mata itu pula tergambar jelas seutas senyum hangat, sehangat cafe lattenya dalam cangkir putih yang masih mengebulkan asap putih tipis dan belum lagi bergeser dari tempatnya, dari atas sebuah meja yang terbuat dari sepotong kayu mahoni terletak persis di sebelah kanannya.

Dari surat, sejenak dia alihkan pandangannya pada segerombolan kecil burung yang terbang memperkosa senja, dengan gumpalan awan tipis berselaput rona orange kemerahan. Di batas kaki langit, pucuk-pucuk daun menari ditiup angin sore, lentur bak seorang balerina dengan alunan Tchaikovsky dalam pertunjukan Swan Lake yang termasyhur. Dia menghela nafasnya pelan, lalu meraih cangkir putihnya dengan hati-hati, membaui cafe lattenya dengan mata terpejam seolah itu adalah wangi terdasyat yang pernah dia temui seumur hidupnya, kemudian meneguknya perlahan dengan penuh cinta.

Kamu tahu? Perasaan sayang ini tak muncul tiba-tiba, tapi serupa benih yang menancapkan akar tunggalnya di dasar hatiku lalu mengakar kuat tanpa bisa aku cegah. Begitu juga dengan rasa cinta ini, rasa cinta ini aku bangun dengan pondasi yang kuat sejak kali pertama aku menerima email perkenalanmu, saat aku menemukan kamu di bawah pohon beringin di depan Benteng Vredeburg bersama sebentuk senyum di wajah kuyuhmu karena lelah menghabiskan delapan (8) jam perjalanan dari Surabaya ke Yogyakarta, saat dipenghujung malam ketika kita duduk dibangku kayu berhadap-hadapan saat kamu temani aku menghabiskan semangkuk bakso tahu di sekitar Malioboro dan kamu katakan tak pernah ada seorangpun yang menyayangi kamu seperti aku. Saat kamu genggam tanganku ketika kita duduk di kursi becak yang tengah dikayuh bapak tua untuk menghantarkan kita menghabiskan malam minggu di alun-alun selatan Jogja, saat kamu tertatih-tatih menjejalkan langkamu setapak demi setapak sembari berbalutkan secarik kain hitam penutup mata mencari celah dua pohon beringin besar di depan Keraton. Saat aku lingkarkan sebuah cincin perak di jari manismu ketika kita menjelajahi kota lama, saat kamu rengkuh aku dalam hangat pelukmu seolah akan berpisah lama ketika gerbong kereta berkarat itu akan membawamu kembali ke Surabaya.

Dia tempelkan telapak tangan kirinya ke dadanya seolah ingin menjinakkan perasaannya yang mengharu biru, ada semacam getaran-getaran halus dari dalam jantungnya yang berkecamuk dan memaksanya kembali ke setiap peristiwa yang baru dia baca dalam sepucuk surat yang ditulis dengan tinta perak diatas kertas berwarna hitam pekat.
.......
Rintik gerimis mengundang kekasih dimalam ini
Kita bernyanyi dalam rindu yang indah
Sepi kurasa hatiku, saat ini oh sayangku
Jika kau di sini aku tenang
..........

Bait demi bait lagu Denting-nya Melly Goeslow yang mengalun pelan dari earphone di kupingnya semakin mempertajam aroma kesedihan yang tiba-tiba menyeruak sempurna di sudut hatinya. Konsentrasinya buyar seketika, tidak lagi pada surat dalam genggamannya melainkan pada sebaris kalimat yang pernah dia kirim melalui sms pada cowok yang pernah dicintainya selama nyaris 7 bulan.
“Aku merindukan kesendirian, kita selesai sampai disini.”
Sebaris kalimat yang dia kirim tiba-tiba tanpa tendeng aling-aling, singkat namun dia yakini pasti akan menjadi pukulan telak yang menyakitkan untuk fay.
Lembar surat kedua dia tumpukkan di atas lembar pertama, dan kembali menjamahi huruf-huruf yang terangkai menjadi kalimat dengan pandangan kabur karena airmatanya nyaris tumpah.

Kamu tahu? Aku bahkan rela mengkompromikan perasaanku dengan sebuah kenyataan bahwa raga kita terpisah oleh jarak puhan ribu mill Jakarta-Surabaya lalu kemudian menjadi jarak jutaan mill antara Jakarta dan Pontianak. Tapi aku mencoba mengerti bahwa cintalah yang sesungguhnya membuat kita hanya berjarak selapis kulit ari.
Kamu tahu? Dua hari lagi kita nyaris 7 bulan, namun ketika aku terjaga dipagi ini, aku tersadar tak mungkin melangkah lagi bersama kamu karena kamu telah memilih menyelesaikan episode terakhir kita dan memilih untuk terus berjalan sendiri tanpa aku.
Terima kasih untuk pernah bersedia hadir dan menjadi bagian penting dalam hidupku

Fay.


Jebol sudah pertahanannya, tak kuasa pula dia membuat saripatih matanya hanya berdiam di garis tepi mata cokelat berbingkai bulu mata lentiknya, melainkan meleleh membuat jelaga hitam hingga dagunya yang lancip.

Selasa, 25 Januari 2011

Sexy's back!! BURLESQUE

Mbak penjual karcis: "Mau nonton Barbekyu mas?"
gw: "Barbekyu???"
Mbak penjual karcis: "itu loh yg kristina aqualera!" #tetutep semangat#
gw: "Burlesque mbak."


Burlesque lounge adalah sebuah potret lain entertaiment's life di LA yang menawarkan persaingan cukup ketat diantara jajaran penari cantik nan moleknya, dan menjadi surga bagi wanita-wanita mencari dolar demi dolar sebagai penyanyi lipsync.

Ditengah perjuangan Thess (Cher) mempertahankan clubnya agar tidak koleps dan berpindah tangan kepada seorang pengusaha kharismatik (Erick Dane), Ali (Christina Aguilera) hadir sebagai sosok penyelamat dengan suaranya yang spektakuler, fenomenal dan bombastis.

Seperti film-film musikal pendahulunya macam Chicago, The Moulin Rouge. Burlesque juga dibungkus dengan tema percintaan dan pengkhianatan. Dan seperti sudah menjadi suratan takdir dalam dunia hiburan, setiap ada bintang baru muncul bintang lama yg pernah menjadi buah bibir akan segera terdepak bagaimanapun caranya.

Menikmati film ini jangan terlalu punya ekspektasi lebih pada acting christina, because she was doing very flat. Aksi panggungnya sebagai penyanyi (oh iyah dia emang penyanyi beneran) di film ini justru sangat memesona apalagi ditambah dengan balutan costum-costume yang aduhaiiiiii membuat "si otong" naik darah.

Selamat menyangsikannnnnnnnnnn