Siang ini, sepi banget. Temen se-Apartemen gue dah pada pergi mengais rezeki sejak ayam belum lagi bangun dari tidurnya. Apartemen gue yang pertama ini memang tidak terlalu ramai. cuma ada 15 kamar yang hanya muat 1 tempat tidur ukuran 2 m x 80 cm plus lemari kecil yang bahkan gak muat diisi selusin baju. Apartemen ini dua lantai , di lantai pertama dihuni sang empunya gedung dengan 2 anak perawan yang masih ranum.
Sepi banget, cuma ada gue, itupun dalam kondisi yang menyedihkan. Gue tergolek lemes di tempat tidur, tanpa baju hanya bersarung. Terbaring lemah dengan bulir-bulir keringat dibadan karena udara gerah macam disauna. Lengkaplah penderitaan gue karena lambung gue ikut-ikutan berontak sejadi-jadinya, sakit melilit karena sejak pagi belum terisi ama sebutir nasi pun. Persediaan mie instant yang jadi makanan kebangsaan anak kos macam gue pun dah gak ada lagi.
Gue coba berdiri, rasanya gilu sekali, serasa dihujani seribu jarum beracun yang membuat kepala gue berdenyut-denyut gak karuan disertai pandangan yang berputar-putar. Baru dua langkah, gue masih diambang pintu ketika hampir tumbang, jadi gue putuskan untuk kembali ke tempat tidur. kenapa ini begitu menyiksa.
Gue ambil peniti dari laci gue, dengan bantuan cermin kecil ditangan, gue coba melakukan operasi kecil.
sakitnya masya allah ketika ujung peniti membobol lapisan tertipis kulit gue. "Arrrggghhhh... " teriakkanku tertahan di tenggorokan, rasanya ada godam besar yang dihantamkan di kepala gue. semua sakitnya berbaur jadi satu. Panas dingin, kepala nyut-nyutan, pandangan muter-muter, berasa dihujam jarum seribu.
Dengan tangan gemetar, gue raih ponsel gue dan ibu jari gue mulai menari-nari diatas keyperd kecil ponsel gue.
Gue: "tolongin gue dong, beliin gue makan. Gue lagi sakit dan sekarang gue laper banget."
Gue hampir selesai menghajar semangkuk sup daging dan sepiring nasi panas mengebul dan segelas teh manis anget, ketika anak perawan ibu kos yang bahenolnya bikin celana mendadak jadi sempit datang dengan piring kecil ditangannya.
Anak ibu kos yang bahenol: Kata nyokap kentang parut ini diolesin aja" kata dia menyodorkan piring kecil berisi kentang parut itu pada gue.
gue: Tapi.....?
Anak ibu kos yang bahenol : Tenang aja, tar jadi dingin kok.
gue: Thanks ya.
beberapa menit kemudian.....
Pintu kamar sudah gue kunci, sarung yang sedari tadi membelit dipinggang sudah gue loloskan hingga tak selembar benangpun menempel di tubuh gue. Gue sukses telanjang bulat. Ditempat tidur gue terlentang dengan sempurna dengan kaki terbuka lebar, macam ibu-ibu akan melahirkan. Dengan cermin ditangan, gue balurkan parutan kentang itu di benjolan berwarna kemerahan sebesar kelereng yang menyembul tepat dibibir anus gue.
"Cessss...." dingin, ketika parutan kentang itu menempel disana. Gak kurang dari setengah jam BISUL sialan yang membuat gue tak berdaya hampir seminggu ini menetas sudah. Oh betapa leganya.
Sepi banget, cuma ada gue, itupun dalam kondisi yang menyedihkan. Gue tergolek lemes di tempat tidur, tanpa baju hanya bersarung. Terbaring lemah dengan bulir-bulir keringat dibadan karena udara gerah macam disauna. Lengkaplah penderitaan gue karena lambung gue ikut-ikutan berontak sejadi-jadinya, sakit melilit karena sejak pagi belum terisi ama sebutir nasi pun. Persediaan mie instant yang jadi makanan kebangsaan anak kos macam gue pun dah gak ada lagi.
Gue coba berdiri, rasanya gilu sekali, serasa dihujani seribu jarum beracun yang membuat kepala gue berdenyut-denyut gak karuan disertai pandangan yang berputar-putar. Baru dua langkah, gue masih diambang pintu ketika hampir tumbang, jadi gue putuskan untuk kembali ke tempat tidur. kenapa ini begitu menyiksa.
Gue ambil peniti dari laci gue, dengan bantuan cermin kecil ditangan, gue coba melakukan operasi kecil.
sakitnya masya allah ketika ujung peniti membobol lapisan tertipis kulit gue. "Arrrggghhhh... " teriakkanku tertahan di tenggorokan, rasanya ada godam besar yang dihantamkan di kepala gue. semua sakitnya berbaur jadi satu. Panas dingin, kepala nyut-nyutan, pandangan muter-muter, berasa dihujam jarum seribu.
Dengan tangan gemetar, gue raih ponsel gue dan ibu jari gue mulai menari-nari diatas keyperd kecil ponsel gue.
Gue: "tolongin gue dong, beliin gue makan. Gue lagi sakit dan sekarang gue laper banget."
Gue hampir selesai menghajar semangkuk sup daging dan sepiring nasi panas mengebul dan segelas teh manis anget, ketika anak perawan ibu kos yang bahenolnya bikin celana mendadak jadi sempit datang dengan piring kecil ditangannya.
Anak ibu kos yang bahenol: Kata nyokap kentang parut ini diolesin aja" kata dia menyodorkan piring kecil berisi kentang parut itu pada gue.gue: Tapi.....?
Anak ibu kos yang bahenol : Tenang aja, tar jadi dingin kok.
gue: Thanks ya.
beberapa menit kemudian.....
Pintu kamar sudah gue kunci, sarung yang sedari tadi membelit dipinggang sudah gue loloskan hingga tak selembar benangpun menempel di tubuh gue. Gue sukses telanjang bulat. Ditempat tidur gue terlentang dengan sempurna dengan kaki terbuka lebar, macam ibu-ibu akan melahirkan. Dengan cermin ditangan, gue balurkan parutan kentang itu di benjolan berwarna kemerahan sebesar kelereng yang menyembul tepat dibibir anus gue.
"Cessss...." dingin, ketika parutan kentang itu menempel disana. Gak kurang dari setengah jam BISUL sialan yang membuat gue tak berdaya hampir seminggu ini menetas sudah. Oh betapa leganya.

