Senin, 25 Agustus 2008

Awas!!!! Syndrom "Gampang Jatuh Cinta" membuat GILA.

Belakangan ini muncul satu syndrome baru yang mengacak-acak kehidupan gue yang sebenarnya sudah acak kadut. Syndrome aneh yang bikin pala botak gue makin mumet dan semakin gak bisa diajak berfikir logis dan realistis lagi.

Jadi, sejak kasus gue jatuh cinta dengan “Makhluk aneh nomor 1” asal Surabaya, yang berbuah cinta jarak jauh yang gue jabanin, dari pertemuan tidak disengaja ketika chatting di warnet favorite gue. Cinta ajaib yang buat rekening gue kembang kempes karena isi pulsa via M-Banking yang tidak terkendali, cinta ajaib yang berhasil buat gue nangis bombay bak adegan-adegan di film-film india, cinta ajaib yang sudah menghancurleburkan perasaan gue, cinta ajaib yang membuat gue sedih tak berujung, cinta ajaib yang memaksa gue mencari jejak langkahnya dari Surabaya hingga Jombang (jangan-jangan neh makhluk aneh ikut dimutilasi Ryan!), cinta aneh yang membuat gue mengirim setumpuk e-mail dan segepok komentar tak berkesudahan di friendsternya, cinta aneh yang membuat hati gue remuk redam bak kambing kebakaran jenggot mana kala mendapati komentar berikut di salah satu profil sohib di friendsternya:

Makhluk Aneh nomor 1: “Kak Nino, kangen banget neh”

Cinta aneh yang membuat gue benar-benar kelihatan tolol dan bego karena gak tahu lagi cara apa yang harus gue lakukan untuk mendapatkan penjelasan, cinta aneh yang akhirnya berujung dengan kesia-siaan karena gue ditinggalin gitu aja tanpa penjelasan dan kejelasan status dan gue bener-bener hampir sinting dibuatnya. Cinta longdistance yang kita jabanin selama kurang lebih satu bulan terlalu banyak meninggalkan kenangan indah yang gak bisa begitu aja lenyap dari isi kepala gue. Termasuk lagu I love you beybe nya The Cangcuters yang bisa membuat gue mendadak ke hypermart untuk beli obat hypertensi, kepala cenut-cenut, perut melilit genit, air mata beranak pinak, manakala tidak sengaja kuping ini mendengar lagu itu. Cinta aneh yang membuat gue mempermalukan diri sendiri, seperti kata-kata Jhony Iskandar dalam lagunya:

Aku bukan pengemis cintaaaaaaaaaa……aaaaaaaaaaa
Yang harus selalu mengalah…..
Bila diputuskan cintaaaa…..aaa….
Dari sang kekasih……..


Kemudian kisah cinta gue yang paling NGGAK!!! banget dengan “Makhluk Aneh nomor 2” asal Malang yang hanya sanggup bertahan 42 jam 04 menit. Cerita cinta yang berhasil membuat gue ngewek mewek najis di warnet, dan semua itu terjadi karena perkara tiga kata “JARAK RIBUAN MIL”

Dua kisah itulah yang membuat syndrome ini berkembang biak dengan suburnya disetiap bilik-bilik cinta dihati gue. Syndrome ini gue beri nama: “Syndrome gampang jatuh cinta”
Bagaimana gak hampir gila, tadinya gue pikir setelah hancur lebur dalam waktu yang nyaris bersamaan, gue gak akan lagi jatuh cinta sembarangan. Tapi nyatanya pertemuan gue dengan “Makhluk Ajaib nomor 3” di Ratu Plaza saat gue rehat sejenak dari kejenuhan atas underpreasure event pamerannya DepDikNas yang gue garap beberapa hari lalu (tepatnya 20 Agustus 2008) membawa gue lagi-lagi terperangkap dalam aroma cinta pada pandangan pertama.
Kala itu kata-kata Elvis Preasley-Nya Indonesia *A.Rafiq* langsung tergiang-ngiang di kuping gue dengan syahdu.

Pandangan pertama awal aku berjumpa…..
Pandangan pertama awal aku berjumpa…..
Seolah-olah hanya impian yang berlalu…
Sungguh tak kusangka dan rasa tak percaya…


Makan malam dihari pertama dan diakhiri dengan rencana nonton Wall-E di Senayan City yang berakhir gatot karena kita telat 45 menit. Pertemuan singkat di Coffe Bean senayan city dihari kedua dan berujung acara makan malam dengan menu soto ceker di Gandaria. Kegiatan di hari ketiga yang sama persisi di hari kedua, membuat gue semakin terlena dan menaruh harapan lebih pada Makhluk aneh nomor 3 ini. Tapi nyatanya dia orang yang berbeda, entah dia sengaja menjalankan scene demi scene scenario percintaannya, memasang perangkap cinta dalam wajah ujian pendekatan agar tidak terkesan sebagai “Makhluk gampangan” yang mudah terbuai rayuan gombal murahan dari curut got kaya gue atau mungkin dia memang tidak ada perasaan apapun ke gue. Halah…gue makin mumet! Yang jelas ini semacam teka-teki silang yang mungkin harus gue mainkan bukan dalam waktu itungan detik seperti yang sudah-sudah. Statementnya yang to the point:

Makhluk aneh nomor 3: “Saya lebih suka semuanya mengalir natural.”
Gue: “……….”

Membuat gue sedikit menurunkan kadar harapan yang sudah terlanjur membumbung tinggi. Gue paksakan untuk gak sms dan telpon dia, nyatanya hanya sepersekian detik warning itu tergiang-ngiang diotak gue yang hanya sebesar otak ikan lele ini. Karena berikutnya sms berbumbu asmara dengan menggunakan bahasa kerinduan yang mendalam gue pastikan sudah berdesak-desakkan di inbox handphonenya.

Sedetik…….dua detik……tiga detik…..
Semenit……dua menit…..tiga menit…….
Sejam…..dua jam…….tiga jam…….
Hingga 2 x 24 jam…..


Gak ada reaksi apa-apa. Tetap dingin, membuat penasaran hati gue yang mulai kembang kempis.
Warning “Siap-siap kecewa, patah hati dan nangis Bombay” sudah menari-nari di kepala gue. Kalau kebo aja gak mau jatuh dalam lubang yang sama karena gak mau dibilang kebo tolol. Entah julukan apa yang pantas buat gue yang lebih tolol dari kebo dan suka MAIN HATI?

3 komentar:

Republik Gaptek mengatakan...

ckckckc..Nyanyi aja " Baru kusadari...cintaku bertepuk sebelah tangannnnn"

fiqel mengatakan...

lw PERSIS sama kyk gw!
gampang syg sm org.
haha.
ganti alamat blog ko gga ngmng c? hhe.

Fei mengatakan...

muap lupa, hehehehehehehe...tapi udah ketemu khan. met puasa yah.....jangan banyak yang bolong tar gak dapet baju baru