Arghhhhhhhhh…………gila, badan gue rasanya mau remuk. Hari ini benar-benar melelahkan. gue ulangi, sangat melelahkan. Jam di ponsel butut gue dah menunjukkan pukul 21.00 malam, dan gue masih berada di dalam metromini 611 yang telah penuh sesak manusia-manusia dengan muka kusut, sekusut sarung bokap gue yang gak pernah di setrika sepanjang tahun, ditambah bonus aroma-aroma bau badan yang gak sedap sama sekali. Bau keringet, bau ketek, bau kentut dan bau kaki bercampur menjadi ramuan wangi yang sempurna untuk meracuni kami semua.
Metromini terkadang oleng ke kiri dan ke kanan akibat menikung sembrono di pertigaan, sementara bus kecil nan reot dengan bunyi berderak-derak yang lebih pantas masuk tempat penampungan besi tua tetap melaju dengan sombongnya tanpa perduli para penumpang yang sesekali berteriak histeris karena tiba-tiba bus ringsek ini nyaris terbalik. Rupanya sopir yang menunggangi besi tua ini hampir dipastikan tidak perduli dengan nyawa-nyawa manusia yang justru memberi dia lembaran-lembaran uang seribu usang untuk beli beras dan sebatang rokok kretek. Dasar sopir sialan, “loe kira yang loe bawa kambing”. Maki gue dalam hati setiap kali sang sopir ngebut tanpa ampun.
Mata gue tinggal segaris, rasanya badan gue juga sudah tidak bertulang. Tenaga gue udah benar-benar terkuras habis hari ini. Yang tersisa hanya butiran-butiran keringat yang membasahi sekujur tubuh gue, bercampur dengan aroma ketek yang mengalahkan wangi parfum gue yang harganya ratusan ribu rupiah.
Pagi-pagi buta ke kantor percetakkan temen di Kebayoran lama untuk ambil flyer promo event, dilanjutkan perjalanan dengan ojek dan disambung dengan busway menuju kantor gue di Rawamangun untuk meeting dengan bos dan team. Jam 2 an, setelah makan siang gue langsung angkat kaki menuju Pasar Pagi Mangga 2 buat cari tas untuk keperluan GoodyBag seminar, siang ini cuaca Jakarta bener-bener gak bersahabat. Darah dalam kepala gue rasanya mendidih waktu bertengger di atas ojek dari stasiun kota menuju kawasan pecinaan itu. Mencari tas yang pas ternyata bukan perkara gampang, selain gue gak tahu pasti tempat ngedapetin tuh tas, gue juga gak tahu namanya. Gue hanya membawa sample tas serupa. Maka jadilah siang itu gue harus menjelajahi setiap lantai Pasar Pagi yang ramenya amit-amit jabang bayi. Gue naik turun escalator dan berkali-kali dibuat nyasar oleh ncik-ncik bersanggul setinggi gunung bromo, yang nunjukin gue tempat bisa mendapatkan tas itu. Dan tahu kah kau saudara, dari lantai 3 gue harus turun lagi di Basment, karena toko tas itu ada di sana. Which is bestment itu pun sudah gue jelajahi kali pertama datang. Pengen ngamuk rasanya.
Perjalanan belum berakhir. Dari Pasar Pagi Mangga 2, gue juga harus ngecek kerjaan gue yang lain di Depok untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan minus kesalahan. Setelah itu Petukangan Selatan menjadi tujuan gue selanjutnya lagi-lagi untuk urusan pekerjaan. You know what? semua perjalanan melelahkan yang hampir mengitari separuh Jakarta hari ini membuat gue bengek, lupa bernafas dan mendadak susah kentut. Semua perjalanan itu gue tempuh dengan perpaduan apik moda transportasi Jakarta yang carut marut bak kancut: Metromini, Angkot, Busway dan transportasi favorite Cinta Laura: OJEK!!!!
Dan disinilah gue sekarang, terkapar tak berdaya dalam Metromini 611, diaromai hembusan asap DjarumBlack yang bertengger manis dibibir nyaris keriput bapak tua disebelah gue. ingin rasanya gue berteriak "Woiiiiii...ini bukan smoking area, tapi lelah telah membuat gue terdiam dalam segala rasa yang berkecamuk jauh di bilik hati gue.
Langkah gue udah bener-bener gontai manakala turun dari metromini sialan yang berhasil mengocok seluruh isi perut gue. Pandangan gue nanar, membuat semua benda di depan gue mendadak jadi seabstrak muka gue. Belum lagi Back Pack gue juga mendadak seberat gunung kembar yang dibalut kutang pink bunga-bunga, eh, maksud gue seberat gunung Bromo. Emang pernah gitu ngegendong gunung bromo di pundak? Auk ah……..!!!! Tas goody Back seratus pcs yang teronggok asal dalam kantong plastik besar, gue seret-seret gak nafsu. Badan gue rasanya ingin luruh ke tanah tempat gue berpijak, kedua telapak kaki gue rasannya udah perih dan panas banget, dalam sepatu convers ijo yang baru gue beli dua hari lalu (maksud hati pamer nih), tapi tetap gue paksa kedua kaki gue melangkah hingga kamar apartement gue yang bau apek. Tanpa babi bu lagi badan gue langsung ambruk di kasur gue yang gak empuk lagi dan meninggalkan suara “Bummmm……” yang bergema sempurna dalam kamar apartement gue yang sempit.
15 menit kemudian……..
F: “Lagi Be Te kenapa?”
Gue: “Capek. Kerjaan deadline semua. Ini baru ajah nyampe kos”.
F: “Sabar atuh, namanya juga kerja”.
Gue: “Kamu lagi dimana?”
F: “Di sekolah. Lagi ngetik kerjaan”.
Gue: “Jam segini?” ini udah jam 10 malam. Emang lagi ngerjain apa?”
F: “Kerjaan sampingan (berarti F ngetiknya di samping sekolah, namanya juga kerja sampingan. Coba kalau di pojok sekolah pasti namanya kerja pojokkan), ketik tugas Bahasa Inggris anak SMA, kosakata regular Verbs dan Irreguler Verbs”.
Gue: “Dibayar berapa emang? Ampe bela-belain ngerjain tuh kerjaan ampe jam segini”.
F: “15ribu”.
Gubrakkkk……..!!! 15ribu? Gue mah ogahhhhhh…….bayarannya gak sepadan dengan jari-jari yang jadi keriting karena ngetik berjam-jam (belum tahu kan kalau rebonding jari-jari tangan lebih dr 15rb). Tapi sejujurnya itu buat gue jadi malu banget. Gue lakuin semua kerjaan gue yang menguras tenaga karena sudah tahu berapa jumlah rupiah yang akan mengalir ke rekening gue, tapi itu juga gue kerjainnya lengkap dengan ngomel-ngomel. Tapi F ngerjain satu pekerjaan hanya dengan upah 15 ribu walau itu berarti harus semalam suntuk tapi anteng-anteng aja.
F: “Ini lagu buat kamu”.
Perlahan-lahan mengalun lagu Matahariku-nya Agnes Monica yang terdengar kemeresek dari speker computer nun jauh di Ciamis sana. Kemudian berturut-turut lagu Merindukanmu-nya D’Masiv dan Karena kamu punya ku-nya Stinky. Yang membuat gue bahagia, terharu, seneng, melayang layang, berbunga-bunga, berkembang-kembang, mulai kembang kertas, kembang kol ampe kembang sepatu, karena semua lagu itu dinyayikan F dengan penuh penghayatan walaupun dengan suara sumbang nan becek karena gak ada ojek. Seketika semua lelah yang sedari tadi membungkus tubuh gue lenyap seketika. Gue serasa mendapat energy baru. Suara ancur tokek kegenitan yang sedari tadi menemani percakapan jarak jauh kita pun telah terdengar semerdu suara Agnes Monica.
Senin, 08 Desember 2008
Senin, 10 November 2008
Laraku Sempurna Dihari Minggu Sore.
Ini hari minggu terberat yang pernah gue lewati,
weekend yang buat gue guling-guling gak jelas, karena NELANGSA, i really broken heart. gue yang sudah terlahir sebagai laki-laki mellow kali ini benar-benar k.o telak oleh cinta.
Minggu pagi-pagi buta, which is baru jam 00.00 lebih dikit perut gue menggelinjang najis, menggelinjang yang gak buat horney sama sekali, karena rasanya asam lambung gue mulai naik. gue laper, habis nyuci tengah malam buta. so warung sunda 24 jam deket kos gue adalah my first destinitation.
Sepiring nasi putih, ikan bandeng goreng, dan semangkuk mie instant rebus jadi menu pagi-pagi buta ini. gue hanya butuh lima menit untuk meng-amblaskan semua makanan tidak bergisi itu hingga nyungsep didasar lambung gue.
Kalau biasanya setelah makan bawaannya ngantuk edan, gue sebaliknya. mata gue malah full baterai. maka T.Net menjadi my second destination, so here i'm.
dengan sisa-sisa deposit yang gue punya, gue mulai mengembara, mengobok-obok hingga menjamah dunia tak berdimensi ini. hingga curhatan-curhatan gak penting gue dengan W terjadi dan dengan kondisi tidak siap sama sekali, gue di buat K.O dengan TELAK (baca postingan gue K.O. TELAK) gue benar-benar ancur saat itu, orang yang gue anggep temen ternyata mengambil keuntungan pribadi dari gue, menggorek-korek informasi dari gue. intinya gue bener2 jadi makhluk tuhan paling bodoh saat itu. untunglah B teman chatting gue, dengan sabar nemenin gue chatting sampai pagi dengan segala petuah-petuah ajaibnya yang mampu buat gue merasa gak sendirian saat gue terpuruk kejurang kesedihan.
B: Is, kamu sebaiknya balik dan tidur, jangan menyiksa diri kayak gini. nanti kamu bisa drop."
Dengan sisa-sisa tenaga gue yang sudah terkuras habis oleh kesedihan gue melangkah gontai menuju apartemen gue yang cuma 200 m dari tempat itu tapi sekarang berasa jauhhhhhhhhhhhh.........banget. mata gue yang tinggal segaris gue paksa untuk terus terbuka hingga sampai di apartement. hampir jam 6 pagi ketika gue sampai di kamar gue, tapi pikiran gue masih melayang kemana-mana, boro-boro tidur, gue malah ke kamar mandi dan nyuci baju-baju serta kancut-kancut gue. jam 9 pagi gue benar-benar sudah tak bertenaga. emosi gue sudah gue tumpahkan seluruhnya pada kancut-kancut tak berdosa gue. gue sudah benar-benar tidak bertenaga, hitam......gelap.......gue tidur. lelah itu membuat gue tak mampu menguntai mimpi saat itu.
Gue terjaga diangka 15.00 lebih dikit, tapi bukannya merasa baikkan, badan gue malah semakin lemes dan gue sadari gue DEMAM. jyanggggg......krikkkkk.....perasaan gue semakin kalut, gue tiba-tiba teringat J, rasanya ada sesuatu, sesuatu yang juga gue tidak mengerti yang membuat gue akhirnya meraih ponsel dan kirim sms.
gue: Mas ngerasa kehilangan kamu beberapa hari ini. ada apa?
sedetik....dua detik....tiga detik.....
J: Hah? masa sih? gak ada apa-apa. mas sudah makan? tar sakit loh.
kalimat-kalimat itu dah gak mempan lagi sama gue, tidak terjawab rasanya sebentuk tanya dihati gue, feeling terlalu kuat untuk bo'ong.
gue: Apa ada orang lain? yang sudah menggantikan posisi mas di hati kamu?
bisu, silent, mute, gak ada suara, hening, entah kemana suara berisik ponsel gue yang tiba-tiba tak bersuara. gue capek nunggu, hati gue semakin gamang. ibu jari gue udah mulai menjelajahi keyped ponsel gue dan mencari nomor telpon J.
hgdzhdfsdtyfuw mnsdzjzgdvuy gstwsmnzvzghcxdyslf sm bdzyvxuzbkd nsk.kdhsgsjshvddvgdvhdsmv;xighvsdr sz..........
pecah sudah pertahanan gue, meledak, hancur berkeping-keping. tagis gue gak lagi sesengguk, tapi kini meraung, meraung kesakitan. lara gue sempurna hari ini, diminggu sore. gue gak perduli what they thinking about me, ketika mereka denger suara amuk tangis gue yang pecah tumpah ruah dikamar mandi, gue gak peduli! I don't Care!!!!! gue menagis, menangis sejadi-jadinya, meraung sekeras kerasnya. hati gue benar-benar sakit, sakit sesakit sakitnya, dan cuma gue yang bisa rasain. gue gak peduli suara J yang mencoba menenangkan gue dari balik speker phone yang jaraknya ribuan mill di belahan kalimantan sana. gue benar-benar merasakan sakitnya, rasanya ada sejuta jarum panas yang menyengat tubuh gue, air mata udah bercampur dengan air liur dan air ingus, tapi gue gak peduli, gue terus meraung hingga lelah........
hubugan gue dan J berakhir disaat gue benar-benar merasa butuh suport luar biasa dari dia, disaat gue merasa sangat takut kehilangan dia, disaat gue benar-benar merasa sayang sama dia.
"SELALU ADA HARGA UNTUK SESUATU, dan gue SUDAH MEMBAYARNYA HARI INI".
"Dalam hidup aku belajar bagaimana mencintai, bagaimana tersenyum, bagaimana cara bahagia, bagaimana jadi kuat, bagaimana kerja keras. tapi aku tidak belajar bagaimana cara MELUPAKANMU"
itu satu dari sekian banyak sms romantis yang setiap pagi gue terima dari J, mungkin bagi sebagian orang, itu cuma rangkaian kalimat tak berarti, tapi buat gue itu lebih dari sekedar kata, kata dimana gue merasa dimiliki dan disayangi orang yang juga gue sayang.
tapi sejak hari ini, ketika LARA GUE SEMPURNA DIMINGGU SORE, gak akan pernah lagi ada sms-sms cinta setiap pagi seperti itu dari J.
"Terima kasih J karena sudah pernah singgah dihati aku walau itu cuma sebentar, terima kasih atas hari-hari indah yang sudah pernah kita rajut bersama, terima kasih atas segala perhatian yang pernah kamu beri, terima kasih karena pernah menjadi penyembuh luka ku walau hari ini harus kau buat aku semakin terluka, terima kasih sudah buat aku terpuruk semakin dalam dengan membuat LARAKU SEMAKIN SEMPURNA DI MINGGU SORE INI. satu hal yang perlau kamu tahu, AKU TERLALU SAYANG SAMA KAMU hingga begitu sulit melepaskan kamu......bahagialah atas ini, karena ini kamu yang milih.
malamnya aku hanya bisa cerita dengan TORINO..untuk sekedar berbagi kesedihan.
Torino: Gue baru tahu hari ini, kalau laki-laki juga bisa mellow, selama ini semua laki-laki gue anggap bajingan.
weekend yang buat gue guling-guling gak jelas, karena NELANGSA, i really broken heart. gue yang sudah terlahir sebagai laki-laki mellow kali ini benar-benar k.o telak oleh cinta.
Minggu pagi-pagi buta, which is baru jam 00.00 lebih dikit perut gue menggelinjang najis, menggelinjang yang gak buat horney sama sekali, karena rasanya asam lambung gue mulai naik. gue laper, habis nyuci tengah malam buta. so warung sunda 24 jam deket kos gue adalah my first destinitation.
Sepiring nasi putih, ikan bandeng goreng, dan semangkuk mie instant rebus jadi menu pagi-pagi buta ini. gue hanya butuh lima menit untuk meng-amblaskan semua makanan tidak bergisi itu hingga nyungsep didasar lambung gue.
Kalau biasanya setelah makan bawaannya ngantuk edan, gue sebaliknya. mata gue malah full baterai. maka T.Net menjadi my second destination, so here i'm.
dengan sisa-sisa deposit yang gue punya, gue mulai mengembara, mengobok-obok hingga menjamah dunia tak berdimensi ini. hingga curhatan-curhatan gak penting gue dengan W terjadi dan dengan kondisi tidak siap sama sekali, gue di buat K.O dengan TELAK (baca postingan gue K.O. TELAK) gue benar-benar ancur saat itu, orang yang gue anggep temen ternyata mengambil keuntungan pribadi dari gue, menggorek-korek informasi dari gue. intinya gue bener2 jadi makhluk tuhan paling bodoh saat itu. untunglah B teman chatting gue, dengan sabar nemenin gue chatting sampai pagi dengan segala petuah-petuah ajaibnya yang mampu buat gue merasa gak sendirian saat gue terpuruk kejurang kesedihan.
B: Is, kamu sebaiknya balik dan tidur, jangan menyiksa diri kayak gini. nanti kamu bisa drop."
Dengan sisa-sisa tenaga gue yang sudah terkuras habis oleh kesedihan gue melangkah gontai menuju apartemen gue yang cuma 200 m dari tempat itu tapi sekarang berasa jauhhhhhhhhhhhh.........banget. mata gue yang tinggal segaris gue paksa untuk terus terbuka hingga sampai di apartement. hampir jam 6 pagi ketika gue sampai di kamar gue, tapi pikiran gue masih melayang kemana-mana, boro-boro tidur, gue malah ke kamar mandi dan nyuci baju-baju serta kancut-kancut gue. jam 9 pagi gue benar-benar sudah tak bertenaga. emosi gue sudah gue tumpahkan seluruhnya pada kancut-kancut tak berdosa gue. gue sudah benar-benar tidak bertenaga, hitam......gelap.......gue tidur. lelah itu membuat gue tak mampu menguntai mimpi saat itu.
Gue terjaga diangka 15.00 lebih dikit, tapi bukannya merasa baikkan, badan gue malah semakin lemes dan gue sadari gue DEMAM. jyanggggg......krikkkkk.....perasaan gue semakin kalut, gue tiba-tiba teringat J, rasanya ada sesuatu, sesuatu yang juga gue tidak mengerti yang membuat gue akhirnya meraih ponsel dan kirim sms.
gue: Mas ngerasa kehilangan kamu beberapa hari ini. ada apa?
sedetik....dua detik....tiga detik.....
J: Hah? masa sih? gak ada apa-apa. mas sudah makan? tar sakit loh.
kalimat-kalimat itu dah gak mempan lagi sama gue, tidak terjawab rasanya sebentuk tanya dihati gue, feeling terlalu kuat untuk bo'ong.
gue: Apa ada orang lain? yang sudah menggantikan posisi mas di hati kamu?
bisu, silent, mute, gak ada suara, hening, entah kemana suara berisik ponsel gue yang tiba-tiba tak bersuara. gue capek nunggu, hati gue semakin gamang. ibu jari gue udah mulai menjelajahi keyped ponsel gue dan mencari nomor telpon J.
hgdzhdfsdtyfuw mnsdzjzgdvuy gstwsmnzvzghcxdyslf sm bdzyvxuzbkd nsk.kdhsgsjshvddvgdvhdsmv;xighvsdr sz..........
pecah sudah pertahanan gue, meledak, hancur berkeping-keping. tagis gue gak lagi sesengguk, tapi kini meraung, meraung kesakitan. lara gue sempurna hari ini, diminggu sore. gue gak perduli what they thinking about me, ketika mereka denger suara amuk tangis gue yang pecah tumpah ruah dikamar mandi, gue gak peduli! I don't Care!!!!! gue menagis, menangis sejadi-jadinya, meraung sekeras kerasnya. hati gue benar-benar sakit, sakit sesakit sakitnya, dan cuma gue yang bisa rasain. gue gak peduli suara J yang mencoba menenangkan gue dari balik speker phone yang jaraknya ribuan mill di belahan kalimantan sana. gue benar-benar merasakan sakitnya, rasanya ada sejuta jarum panas yang menyengat tubuh gue, air mata udah bercampur dengan air liur dan air ingus, tapi gue gak peduli, gue terus meraung hingga lelah........
hubugan gue dan J berakhir disaat gue benar-benar merasa butuh suport luar biasa dari dia, disaat gue merasa sangat takut kehilangan dia, disaat gue benar-benar merasa sayang sama dia.
"SELALU ADA HARGA UNTUK SESUATU, dan gue SUDAH MEMBAYARNYA HARI INI".
"Dalam hidup aku belajar bagaimana mencintai, bagaimana tersenyum, bagaimana cara bahagia, bagaimana jadi kuat, bagaimana kerja keras. tapi aku tidak belajar bagaimana cara MELUPAKANMU"
itu satu dari sekian banyak sms romantis yang setiap pagi gue terima dari J, mungkin bagi sebagian orang, itu cuma rangkaian kalimat tak berarti, tapi buat gue itu lebih dari sekedar kata, kata dimana gue merasa dimiliki dan disayangi orang yang juga gue sayang.
tapi sejak hari ini, ketika LARA GUE SEMPURNA DIMINGGU SORE, gak akan pernah lagi ada sms-sms cinta setiap pagi seperti itu dari J.
"Terima kasih J karena sudah pernah singgah dihati aku walau itu cuma sebentar, terima kasih atas hari-hari indah yang sudah pernah kita rajut bersama, terima kasih atas segala perhatian yang pernah kamu beri, terima kasih karena pernah menjadi penyembuh luka ku walau hari ini harus kau buat aku semakin terluka, terima kasih sudah buat aku terpuruk semakin dalam dengan membuat LARAKU SEMAKIN SEMPURNA DI MINGGU SORE INI. satu hal yang perlau kamu tahu, AKU TERLALU SAYANG SAMA KAMU hingga begitu sulit melepaskan kamu......bahagialah atas ini, karena ini kamu yang milih.
malamnya aku hanya bisa cerita dengan TORINO..untuk sekedar berbagi kesedihan.
Torino: Gue baru tahu hari ini, kalau laki-laki juga bisa mellow, selama ini semua laki-laki gue anggap bajingan.
Minggu, 09 November 2008
K.O. telak.
Sekarang jam 4.35 subuh, gue masih duduk sendirian di T.Net yang tadinya dingin, sekarang gue mendadak seperti berada di dalam panci lengkap dengan air mendidih 1000 derajat celcius.
1/2 jam yang lalu jantung gue dah gak karu-karuan, badan gemeteran, lidah kelu, suhu badan gue mendadak naik, pusing, mual (jangan-jangan hamil lagi gue?). Ternyata gue benar-benar profil lelaki aneh yang sangat LEBAY.
Gimana gak mabok gini,
udah hampir dua minggu ini gue curhat abisssss.....ama seseorang yang berinisial "W", orang yang gue kenal lewat chating. Dari beberapa kali chatting, gue ngerasa orang ini perhatian banget, care banget, sampe akhirnya keadaan ini memaksa gue untuk cerita masalah gue dari A sampai Z mengenai sosok R, dengan sabar dia dengerin semua ocehan gak penting gue. gue jadi merasa gak sendirian, gue merasa punya temen yang mau peduli dengan sedikit masalah yang gue hadapi. maka chating-chating berikutnya pun penuh dengan curhat-curhat gak penting dari gue.
Hingga subuh ini, ketika gue kembali masuk angin dengan sukses, setelah nyuci hampir dua bak baju-baju serta selusin kancut gue yang kotornya amit-amit, gue memutuskan untuk melarikan diri ke warnet langganan gue.
Sempet chat sama R, lalu temen gue B dan W.
dan seperti biasa R menanggapi gue dingin-dingin aja, sedingin es balok. setelah kita sedikit ribut beberapa hari lalu, komunikasi kita emang rada berantakkan. maka jadilah W sebagai superhero yang siap bantuiin gue dengan segala petuah-petuahnya. gue bagai sapi yang idungnya dicucuk, semua gue ceritain, termasuk meng coppy-paste obrolan-obrolan gue dengan R. hingga terjadilah perchattingan ini:
gue: kamu suka baca gak?
W: Suka, kenapa?
gue: aku nulis cerita aku sama R di blog ku.
W: blog kamu apa.
gue berilah alamat blog ini.
W: aku lagi baca blog kamu, sama R. kita teleconfrence
gue: oke, jangan lupa kasih comment yah.
sedetik....dua detik....tiga detik....
gue dah gusar ajah nunggu meraka baca sampai selesai cerita "DIA BILANG AKU LEBAY"
dan gak lama kemudian.
W: R sudah tinggalin komentar disana.
gue: oke, aku baca dulu yah.
W: aku juga sudah kasih komentar.
perasaan gue nano-nano baca koment mereka.
berikut komentnya....
R:
mmm,,,coba diliat lagi kutipan dr ref lagunya???mang itu persis kya gitu y??kyanya ak g pnah kasih cinta yang apa???g ngerti...
W:
good.....setelah aku baca jadi pengen kaya"R" yang bisa kamu sayang...
Dengan bersusah payah aku coba menjelaskan makna syair di reff itu pada R agar dia semakin tidak salah mengerti, tidak hanya R, W pun aku beri penjelasan sejelas-jelasnya. Buat mereka mengerti bahwa lagu itu hanya pelengkap dari cerita yang gak punya maksud apa-apa.
tahukah dikau apa tanggapan W selanjutnya?
W: jelas aja dia gak cinta sama kamu.
gue: Kenapa?
W: karena dia cintanya sama aku.
gue: maksudnya?
W: R, pacar aku...
MAMPUS.......!!!!!!!!!!!! TUJUH TURUNAN.
bagai ada palu godam segede bagong bunting sembilan bulan menghantam kepala gue, hati gue hancur sehancur hancurnya, kecewa sekecewa kecewanya, terluka seterluka terlukanya. malu semalu malunya, kesel sekesel keselnya, betapa naifnya gue selama ini, bodohnya gue, tololnya gue, sampai gak menyadari skenario HEBAT yang disusun W, dia aktor hebat!!!!!!! pantes dapet award, karena mampu berakting sok polos didepan gue. berhasil membuat gue cerita semua sama dia, berhasil korek semua informasi, berhasil mengetahui semua percakapan gue sama R.
dan dia berhasil membuat gue K.O TELAK!!!!!!!!! subuh ini. terima kasih banyak W.
1/2 jam yang lalu jantung gue dah gak karu-karuan, badan gemeteran, lidah kelu, suhu badan gue mendadak naik, pusing, mual (jangan-jangan hamil lagi gue?). Ternyata gue benar-benar profil lelaki aneh yang sangat LEBAY.
Gimana gak mabok gini,
udah hampir dua minggu ini gue curhat abisssss.....ama seseorang yang berinisial "W", orang yang gue kenal lewat chating. Dari beberapa kali chatting, gue ngerasa orang ini perhatian banget, care banget, sampe akhirnya keadaan ini memaksa gue untuk cerita masalah gue dari A sampai Z mengenai sosok R, dengan sabar dia dengerin semua ocehan gak penting gue. gue jadi merasa gak sendirian, gue merasa punya temen yang mau peduli dengan sedikit masalah yang gue hadapi. maka chating-chating berikutnya pun penuh dengan curhat-curhat gak penting dari gue.
Hingga subuh ini, ketika gue kembali masuk angin dengan sukses, setelah nyuci hampir dua bak baju-baju serta selusin kancut gue yang kotornya amit-amit, gue memutuskan untuk melarikan diri ke warnet langganan gue.
Sempet chat sama R, lalu temen gue B dan W.
dan seperti biasa R menanggapi gue dingin-dingin aja, sedingin es balok. setelah kita sedikit ribut beberapa hari lalu, komunikasi kita emang rada berantakkan. maka jadilah W sebagai superhero yang siap bantuiin gue dengan segala petuah-petuahnya. gue bagai sapi yang idungnya dicucuk, semua gue ceritain, termasuk meng coppy-paste obrolan-obrolan gue dengan R. hingga terjadilah perchattingan ini:
gue: kamu suka baca gak?
W: Suka, kenapa?
gue: aku nulis cerita aku sama R di blog ku.
W: blog kamu apa.
gue berilah alamat blog ini.
W: aku lagi baca blog kamu, sama R. kita teleconfrence
gue: oke, jangan lupa kasih comment yah.
sedetik....dua detik....tiga detik....
gue dah gusar ajah nunggu meraka baca sampai selesai cerita "DIA BILANG AKU LEBAY"
dan gak lama kemudian.
W: R sudah tinggalin komentar disana.
gue: oke, aku baca dulu yah.
W: aku juga sudah kasih komentar.
perasaan gue nano-nano baca koment mereka.
berikut komentnya....
R:
mmm,,,coba diliat lagi kutipan dr ref lagunya???mang itu persis kya gitu y??kyanya ak g pnah kasih cinta yang apa???g ngerti...
W:
good.....setelah aku baca jadi pengen kaya"R" yang bisa kamu sayang...
Dengan bersusah payah aku coba menjelaskan makna syair di reff itu pada R agar dia semakin tidak salah mengerti, tidak hanya R, W pun aku beri penjelasan sejelas-jelasnya. Buat mereka mengerti bahwa lagu itu hanya pelengkap dari cerita yang gak punya maksud apa-apa.
tahukah dikau apa tanggapan W selanjutnya?
W: jelas aja dia gak cinta sama kamu.
gue: Kenapa?
W: karena dia cintanya sama aku.
gue: maksudnya?
W: R, pacar aku...
MAMPUS.......!!!!!!!!!!!! TUJUH TURUNAN.
bagai ada palu godam segede bagong bunting sembilan bulan menghantam kepala gue, hati gue hancur sehancur hancurnya, kecewa sekecewa kecewanya, terluka seterluka terlukanya. malu semalu malunya, kesel sekesel keselnya, betapa naifnya gue selama ini, bodohnya gue, tololnya gue, sampai gak menyadari skenario HEBAT yang disusun W, dia aktor hebat!!!!!!! pantes dapet award, karena mampu berakting sok polos didepan gue. berhasil membuat gue cerita semua sama dia, berhasil korek semua informasi, berhasil mengetahui semua percakapan gue sama R.
dan dia berhasil membuat gue K.O TELAK!!!!!!!!! subuh ini. terima kasih banyak W.
Kamis, 06 November 2008
Kata dia gue LEBAY.....
Udah subuh, jam di Hape butut gue udah nunjukin jam 3.56 pagi, dan gue baru kelar mandi (bukan mandi junub yah) sodara-sodara.
Dan sekarang gue lagi nguap-nguap gak jelas, persisi ikan buntal kesurupan. Yups! Syndrome aneh gue lagi kumat hari ini. Pekerjaan gue yang gue anggap pekerjaan paling menyenangkan di dunia berasa pekerjaan paling memuakkan sekarang, memang semua pekerjaan punya resiko. Dan gue paling benci do something underpresure. Suck!!!!
Oke, kita runut satu demi satu kejadiannya, hingga bisa menemukan jawaban hubungan antara ke Be Te an gue, mandi jam 3, 56 pagi, hingga nguap-nguap gak jelas.
From the beginning……
At the first time, gue ketemu sama tukang jahit langganan gue yang akan bantuin nyelesaiin design gue menjadi prototype project pembuatan uniform yang lagi gue garap. Dimana setelah gue menjelaskan semua detail yang gue mau dan nunjukin satu-satu bahan yang udah gue beli di tanah abang. And than, gue harus cetak ulang semua design yang sudah gue buat di foto studio deket apartement gue, tapi naasnya gue harus nunggu sampai jam 4 which is itu 1, 5 jam lagi. Dan itu memuakkan, see! Jadi daripada lumutan di photo studio, gue ama assisten penjahit gue langsung cabut ke T. Net, warnet langganan gue untuk ngeprint semua design gue.
Dan, printernya rusak saudara! NGEPET, KUCING GARONG!!!! KUNYUK, MONYET BUNTING, DODOL GARUT, SAMBEL TERASI!!!! Emosi jiwa gue jadinya. Maka Jadilah gue berchating-chating ria dengan muka gak bener (emang pernah bener muka gue? Rasanya gak!) sambil nungguin operatornya benerin tuh printer yang udah harusnya dikilo-in di jalan Surabaya dan dikasih lebel “Barang Antik”.
Begitu toolbar yahoo Messager kebuka, gue mendapakan pesan dari “R” kita sebut aja gitu. Yang intinya….
R: Aku mikirin “J”
Itu instant message yang belum sempet gue baca kemarin, karena terlalu emosi dikatain LEBAY oleh R yang membuat gue sign off seketika.
“J” itu pacar gue, kita 2 bulan jadian tanggal 5 November nanti. You know what? J itu baru 15 tahun kelas 2 SMA yang artinya bisa aja gue dituding dan dituduh PEDHOPILIA. Gue kenal J di Bontang waktu gue mudik lebaran September kemarin. Dari perkenalan yang tidak sengaja, iseng-iseng gue nembak dia untuk jadi pacar gue dan kita jadian hari itu juga. Edan!!!!!!!! Alhasil 3 minggu mudik sama sekali tidak membosankan, karena nyaris setiap hari kita pacaran dan memadukasih, yang ujung-ujungnya dari iseng jadi cinta beneran. Alamak Jan!!!!!!!
Balik lagi ke R.
Gue kenal R lewat chatting, umurnya baru 19 tahun, kuliah disalah satu universitas top di Jakarta. Suaranya yang merdu membuat gue makin meriang disko, renyah bener. Baru pertama kali chatting dengan dia ampe jari-jari gue keriting membuat gue merasa nyaman dengan dia, nyaman karena gue diterima dengan baik olehnya. Dan buat gue itu sudah cukup menjadi alasan kalau gue jatuh cinta sama dia. dikamus gue gak ada istilah Pe De Ka Te, suka yaah pacaran, toh pacaran itu kan untuk saling kenal. So, buat apa PDKT?
Mungkin gue laki-laki paling malang di dunia, karena R ternyata udah punya pacar. Itu membuatku terluka seterluka lukannya dan untuk bagian ini sepertinya lagu berikut pas jadi soundtracknya.
Anggur merah
yang s’lalu memabukkan diriku ku anggap belum seberapaaaaaaa……..aaaaaa
Dahsyatnya…….
Bila dibandingkaan dengan senyumanmuuuuuu…..uuuuuu
Membuat aku lesu darah…….
Ahhh……Kelamaan, Langsung ke reff ajah.
Untuk apa kau berikan aku cinta yang kalut….
Sementara dirimu, telah engkau berikaaaaa…aaaaa.aaaaaannnnn
Pada yang lain
Sungguh teganya…teganya….teganya….teganya…….
Intinya, gue gak peduli dengan statusnya yang udah punya pacar. Pokoknya yang dia tahu, gue sayang sama dia. Itulah kemudian yang menjadikan masalahnya jadi rumit.
Gue: “aku sayang sama kamu”.
R: “aku tahu. Tapi aku gak bisa terima semuanya”.
Gue: “kenapa?”
R: “ada J, is! dia lebih pantes dapetkan itu. Dan aku hanya bisa terima sayang dan perhatian itu dari pacarku”.
Gue: “dia punya tempat lain dihatiku. Dan aku sayang sama dia. Aku hanya ingin berbagi perhatian dengan kamu”.
R: “Berbagi perhatian?”
Mampus, salah ngomong gue. Muka gue semakin acak kadut. Karena salah ngomong barusan gue terancam gagal meyakinkan dia kalau gue benar-benar sayang sama dia. Gue memaksa memutar keras otak gue yang udah overload.
Gue: “memberi perhatian ke kamu tepatnya”.
R: “perimbangkan perasaan J, jangan sia-siakan dia karena aku”.
Gue: “aku gak pernah sia-siakaan dia. Kamu dan dia memiliki porsi masing-masing”.
R: “kurangi porsi saya”.
Gue: “butuh waktu untuk itu, aku gak bisa bohong sama perasaanku. Itu jauh lebih menyakitkan. Dan ini bukan perselingkuhan. Karena kita masing-masing memiliki orang yang kita cintai.”
R: “jadi apa namanya?”
Gue gak siap dengan pertanyaan itu, salah ngomong sekali lagi bisa-bisa gue disantet atau bahkan jadi korban mutilasi.
Gue: “aku juga gak tahu”.
Kata-kata itu menghiasi layar monitor computer didepan gue. Kalimat itu tidak mencerminkan penjelasan apapun kecuali hanya sebentuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Gue: “perhaatian yang aku berikan tidak berlebihan. Aku hanya mempertanyakan kesehatan kamu, apa kamu sakit atau tidak setelah ujan-ujanan nganterin aku malam itu dan aku benar-benar khawatir. Tapi kamu bilang aku LEBAY. Aku kecewa denger itu”.
R: “aku gak bisa ngomong apa-apa lagi”.
Gue: “aku hanya minta setitik dari luasnya hati kamu, dengan membiarkan aku memberikan perhatianku ke kamu. Karena aku gak mungkin minta lebih. Aku cukup ngerti kondisinya. Terlalu mengerti malah, hingga aku gak berani minta lebih dari itu”.
R: “Tapi aku gak bisa”.
Gue: “kenapa? Karena J? karena Pacar kamu?”
R: “yah, karena mereka”.
Gue: “tapi ini bukan perselingkuhan. Kita gak punya hubungan apa-apa”.
R: “KAMU EGOIS”.
Deggg…….dua kata itu pendek tapi dalem. Gue bagai digampar Mike Tyson, ditonjok Hollyfield dan dicakar-cakar Olga Syahputera (loh?).
Seketika Gue kehabisan akal untuk meyakinkan dia, pendiriannya terlalu kuat. Peryataan-pernyataan yang gue lontarkan, gue rasa pun lebih mengarah pada jalur “pemaksaan” ketimbang penjelasan betapa gue sayang sama dia.
Alhasil chatting yang sempat tertunda sesaat karena gue harus back to work, ketemu tukang jahit gue lagi untuk bikin deal, and than get my lunch secara saat itu udah jam setengah 4 lewat dan gue belum makan apa-apa sejak pagi. Chatting berlanjut lagi setelahnya dan berakhir di pukul 11 malam.
Banyak hal yang membuat gue ngelamun sambil jalan dari T.Net sampai tiba dikamar gue yang lebih mirip kandang babi karena gak pernah gue bersihkan sejak gue tinggal mudik hampir dua bulan lalu. Baju-baju gue, DVD-DVD gue ampe kancut gue bertebaran dilantai yang penuh debu.
Perkataan-perkataan R yang cukup tajam membuat gue benar-benar terpojok, dan aksi ngelamun gue terus berlanjut sampai gue jongkok dengan posisi yang nggak nyaman sama sekali di atas toilet gue yang berkerak.
Gue limbung, binggung, putus asa, perut pusing, pala melilit, muntah kuning, mencret (kayaknya gue benar-benar LEBAY)
Jam 12 teng selepas menghabiskan 15 menit di dalam toilet gue yang mulai lumutan karena gak pernah disikat, dan ditemani lagu i want dance nya michale buble, gue mulai mengumpulkan DVD-DVD, baju-baju, underwear yang bertebaran dilantai. Menggeser lemari gue ke pojok kamar, menggeser tempat tidur gue, nyapu, ngepel lantai kamar gue yang udah berdebu banget, menyortir buku-buku dan kertas-kertas naskah pementasan gue beberapa tahun lalu, hingga menghasilkan 3 plastik besar sampah tak berguna. Oh god gue bahkan gak sadar selama hampir dua tahun di apartemen ini gue hidup bersama sampah.
Kamar yang tadinya bau kotoran babi sudah menebarkan aroma cairan Lavender, lebih manusiawi lah intinya. So, inilah alasan kenapa gue mandi jam 3, 56 pagi. Cinta tak bersegi bisa membuat orang aneh semakin aneh, hingga beres-beres kamar jam 12 malem. Fucking shit!!!!!!!
Dan sekarang gue lagi nguap-nguap gak jelas, persisi ikan buntal kesurupan. Yups! Syndrome aneh gue lagi kumat hari ini. Pekerjaan gue yang gue anggap pekerjaan paling menyenangkan di dunia berasa pekerjaan paling memuakkan sekarang, memang semua pekerjaan punya resiko. Dan gue paling benci do something underpresure. Suck!!!!
Oke, kita runut satu demi satu kejadiannya, hingga bisa menemukan jawaban hubungan antara ke Be Te an gue, mandi jam 3, 56 pagi, hingga nguap-nguap gak jelas.
From the beginning……
At the first time, gue ketemu sama tukang jahit langganan gue yang akan bantuin nyelesaiin design gue menjadi prototype project pembuatan uniform yang lagi gue garap. Dimana setelah gue menjelaskan semua detail yang gue mau dan nunjukin satu-satu bahan yang udah gue beli di tanah abang. And than, gue harus cetak ulang semua design yang sudah gue buat di foto studio deket apartement gue, tapi naasnya gue harus nunggu sampai jam 4 which is itu 1, 5 jam lagi. Dan itu memuakkan, see! Jadi daripada lumutan di photo studio, gue ama assisten penjahit gue langsung cabut ke T. Net, warnet langganan gue untuk ngeprint semua design gue.
Dan, printernya rusak saudara! NGEPET, KUCING GARONG!!!! KUNYUK, MONYET BUNTING, DODOL GARUT, SAMBEL TERASI!!!! Emosi jiwa gue jadinya. Maka Jadilah gue berchating-chating ria dengan muka gak bener (emang pernah bener muka gue? Rasanya gak!) sambil nungguin operatornya benerin tuh printer yang udah harusnya dikilo-in di jalan Surabaya dan dikasih lebel “Barang Antik”.
Begitu toolbar yahoo Messager kebuka, gue mendapakan pesan dari “R” kita sebut aja gitu. Yang intinya….
R: Aku mikirin “J”
Itu instant message yang belum sempet gue baca kemarin, karena terlalu emosi dikatain LEBAY oleh R yang membuat gue sign off seketika.
“J” itu pacar gue, kita 2 bulan jadian tanggal 5 November nanti. You know what? J itu baru 15 tahun kelas 2 SMA yang artinya bisa aja gue dituding dan dituduh PEDHOPILIA. Gue kenal J di Bontang waktu gue mudik lebaran September kemarin. Dari perkenalan yang tidak sengaja, iseng-iseng gue nembak dia untuk jadi pacar gue dan kita jadian hari itu juga. Edan!!!!!!!! Alhasil 3 minggu mudik sama sekali tidak membosankan, karena nyaris setiap hari kita pacaran dan memadukasih, yang ujung-ujungnya dari iseng jadi cinta beneran. Alamak Jan!!!!!!!
Balik lagi ke R.
Gue kenal R lewat chatting, umurnya baru 19 tahun, kuliah disalah satu universitas top di Jakarta. Suaranya yang merdu membuat gue makin meriang disko, renyah bener. Baru pertama kali chatting dengan dia ampe jari-jari gue keriting membuat gue merasa nyaman dengan dia, nyaman karena gue diterima dengan baik olehnya. Dan buat gue itu sudah cukup menjadi alasan kalau gue jatuh cinta sama dia. dikamus gue gak ada istilah Pe De Ka Te, suka yaah pacaran, toh pacaran itu kan untuk saling kenal. So, buat apa PDKT?
Mungkin gue laki-laki paling malang di dunia, karena R ternyata udah punya pacar. Itu membuatku terluka seterluka lukannya dan untuk bagian ini sepertinya lagu berikut pas jadi soundtracknya.
Anggur merah
yang s’lalu memabukkan diriku ku anggap belum seberapaaaaaaa……..aaaaaa
Dahsyatnya…….
Bila dibandingkaan dengan senyumanmuuuuuu…..uuuuuu
Membuat aku lesu darah…….
Ahhh……Kelamaan, Langsung ke reff ajah.
Untuk apa kau berikan aku cinta yang kalut….
Sementara dirimu, telah engkau berikaaaaa…aaaaa.aaaaaannnnn
Pada yang lain
Sungguh teganya…teganya….teganya….teganya…….
Intinya, gue gak peduli dengan statusnya yang udah punya pacar. Pokoknya yang dia tahu, gue sayang sama dia. Itulah kemudian yang menjadikan masalahnya jadi rumit.
Gue: “aku sayang sama kamu”.
R: “aku tahu. Tapi aku gak bisa terima semuanya”.
Gue: “kenapa?”
R: “ada J, is! dia lebih pantes dapetkan itu. Dan aku hanya bisa terima sayang dan perhatian itu dari pacarku”.
Gue: “dia punya tempat lain dihatiku. Dan aku sayang sama dia. Aku hanya ingin berbagi perhatian dengan kamu”.
R: “Berbagi perhatian?”
Mampus, salah ngomong gue. Muka gue semakin acak kadut. Karena salah ngomong barusan gue terancam gagal meyakinkan dia kalau gue benar-benar sayang sama dia. Gue memaksa memutar keras otak gue yang udah overload.
Gue: “memberi perhatian ke kamu tepatnya”.
R: “perimbangkan perasaan J, jangan sia-siakan dia karena aku”.
Gue: “aku gak pernah sia-siakaan dia. Kamu dan dia memiliki porsi masing-masing”.
R: “kurangi porsi saya”.
Gue: “butuh waktu untuk itu, aku gak bisa bohong sama perasaanku. Itu jauh lebih menyakitkan. Dan ini bukan perselingkuhan. Karena kita masing-masing memiliki orang yang kita cintai.”
R: “jadi apa namanya?”
Gue gak siap dengan pertanyaan itu, salah ngomong sekali lagi bisa-bisa gue disantet atau bahkan jadi korban mutilasi.
Gue: “aku juga gak tahu”.
Kata-kata itu menghiasi layar monitor computer didepan gue. Kalimat itu tidak mencerminkan penjelasan apapun kecuali hanya sebentuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Gue: “perhaatian yang aku berikan tidak berlebihan. Aku hanya mempertanyakan kesehatan kamu, apa kamu sakit atau tidak setelah ujan-ujanan nganterin aku malam itu dan aku benar-benar khawatir. Tapi kamu bilang aku LEBAY. Aku kecewa denger itu”.
R: “aku gak bisa ngomong apa-apa lagi”.
Gue: “aku hanya minta setitik dari luasnya hati kamu, dengan membiarkan aku memberikan perhatianku ke kamu. Karena aku gak mungkin minta lebih. Aku cukup ngerti kondisinya. Terlalu mengerti malah, hingga aku gak berani minta lebih dari itu”.
R: “Tapi aku gak bisa”.
Gue: “kenapa? Karena J? karena Pacar kamu?”
R: “yah, karena mereka”.
Gue: “tapi ini bukan perselingkuhan. Kita gak punya hubungan apa-apa”.
R: “KAMU EGOIS”.
Deggg…….dua kata itu pendek tapi dalem. Gue bagai digampar Mike Tyson, ditonjok Hollyfield dan dicakar-cakar Olga Syahputera (loh?).
Seketika Gue kehabisan akal untuk meyakinkan dia, pendiriannya terlalu kuat. Peryataan-pernyataan yang gue lontarkan, gue rasa pun lebih mengarah pada jalur “pemaksaan” ketimbang penjelasan betapa gue sayang sama dia.
Alhasil chatting yang sempat tertunda sesaat karena gue harus back to work, ketemu tukang jahit gue lagi untuk bikin deal, and than get my lunch secara saat itu udah jam setengah 4 lewat dan gue belum makan apa-apa sejak pagi. Chatting berlanjut lagi setelahnya dan berakhir di pukul 11 malam.
Banyak hal yang membuat gue ngelamun sambil jalan dari T.Net sampai tiba dikamar gue yang lebih mirip kandang babi karena gak pernah gue bersihkan sejak gue tinggal mudik hampir dua bulan lalu. Baju-baju gue, DVD-DVD gue ampe kancut gue bertebaran dilantai yang penuh debu.
Perkataan-perkataan R yang cukup tajam membuat gue benar-benar terpojok, dan aksi ngelamun gue terus berlanjut sampai gue jongkok dengan posisi yang nggak nyaman sama sekali di atas toilet gue yang berkerak.
Gue limbung, binggung, putus asa, perut pusing, pala melilit, muntah kuning, mencret (kayaknya gue benar-benar LEBAY)
Jam 12 teng selepas menghabiskan 15 menit di dalam toilet gue yang mulai lumutan karena gak pernah disikat, dan ditemani lagu i want dance nya michale buble, gue mulai mengumpulkan DVD-DVD, baju-baju, underwear yang bertebaran dilantai. Menggeser lemari gue ke pojok kamar, menggeser tempat tidur gue, nyapu, ngepel lantai kamar gue yang udah berdebu banget, menyortir buku-buku dan kertas-kertas naskah pementasan gue beberapa tahun lalu, hingga menghasilkan 3 plastik besar sampah tak berguna. Oh god gue bahkan gak sadar selama hampir dua tahun di apartemen ini gue hidup bersama sampah.
Kamar yang tadinya bau kotoran babi sudah menebarkan aroma cairan Lavender, lebih manusiawi lah intinya. So, inilah alasan kenapa gue mandi jam 3, 56 pagi. Cinta tak bersegi bisa membuat orang aneh semakin aneh, hingga beres-beres kamar jam 12 malem. Fucking shit!!!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)