Sabtu, 17 Desember 2016

Cinta atau Bangga?



"CINTAILAH PRODUK-PRODUK INDONESIA"

Tagline diatas sudah barangtentu tidak asing di telinga bukan?! Slogan tersebut populer di indra pendengaran masyarakat kita sejak iklan yang di Bintangi Eyang Titik Poespa hilir mudik di layar kaca beberapa tahun lalu, bahkan masih sesekali tayang saat ini. 
Bahkan sejak saat itu Slogan ini pun digunakan pemerintah sebagai ajakan untuk menggunakan produk-produk dalam negeri. Walau pada kenyataannya sebagian besar dari mereka bangga menenteng International Produk kemana-mana, Ini bukan HOAX loh, karena gw pernah membaca buku karya seorang Personal Shooper dalam bukunya "Miss Jinjing" yang menulis bahwa beberapa clientnya adalah isteri-isteri pejabat yang "nitip" dibeliin produk international brand diluar negeri untuk mendongkrak penampilan mereka agar terlihat Wah. Miris? 

BUANGET!!!!

Dikasus lain, sebagai seorang yang bergelut dan mengais rejeki dengan mengkhayalkan, menciptakan, memperkenalkan dan kemudian memperdagangkan lokal produk dibawah label pakaian gw sendiri, gw kerap nelangsa jika menghadapi customer yg high brand user tapi kalau nawar lokal produk suka gak pake otak. Gak mikir bagaimana seseorang bekerja sangat keras untuk membuat selembar pakaian yang dijual dengan harga yang hanya seujung kuku harga International Brand yg mereka pakai. 
Piye perasaanmu kalau baju yang loe design, loe jahit sendiri, loe jual sendiri dengan harga 125.000 ditawar 50.000?!  Mau jawab Aku Rapopo? 
Men, tawar-menawar dalam perdagangan memang sudah sangat lumrah terjadi, tapi mbok yo kalau Tolol jangan kelewatan bgt tololnya. 
Pernah gak sih loe bayangkan untuk sebuah baju berapa banyak waktu dan energi yg dihabiskan oleh seorang pekerja kreatif seperti gw? Berapa banyak peluh yg keluar dan tumpah ruah dr pori-pori kulit manakala mencari bahan yg pas untuk design tersebut. Atau pernah loe pikirkan betapa mumetnya harus mecahin rumusan dr design dua dimensi menjadi pola baju yang kemudian harus duduk berjam-jam di depan mesin jahit untuk menyelesaikan selembar baju sampai pantat berasa panas dan punggung terasa perih semacam habis ngangkat berkarung-karung beras. Teman, ini bukan ngeluh atau curhat, sejujujurnya ini bentuk edukasi yg ingin gw sampaikan bahwa menjadi Cerdas itu perlu dan menghargai kerja keras orang itu sangat penting. 

Petinggi Negeri yang menggaung-gaungkan untuk MENCINTAI produk dalam negeri yang kemudian isteri dan keluarga besarnya BANGGA MENGGUNAKAN International Brand tidak lebih memilukan daripada seseorang yang bangga dan sombong menggunakan brand-brand luar negeri yang tersohor sejagat raya tapi KW alias bajakan!  

Gw pribadi bukan seseorang yg membenci International Brand, karena gw sendiripun adalah seorang user (punyalah gw satu dua high end product) tapi buat gw benda-benda itu hanya pelengkap, karena 80% fashion items yg gw kenakan adalah Lokal Produk hasil karya temen-teman gw yg juga pekerja kreatif macam gw. 

So, rasanya lebih bijak menggunakan lokal produk dari negeri sendiri tapi ORIGINAL dibanding petangtang petenteng dengan International Brand tapi PALSU. 

Atau tetaplah setia untuk menggunakan International Brand daripada ngenyek dengan nawar gak pake otak kalau beli Lokal produk. 

Terakhir, rasanya slogan Cintailah produk-produk dalam Negeri sudah waktunya di Ganti menjadi BANGGALAH MENGGUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI. 

Sama seperti anda cinta dan bangga menggunakan isteri atau suami anda. Sekian. 

7 komentar:

Ocha Rhoshandha mengatakan...

kak fei habis ketemu kak aul yaaa???

huuu pengen ketemu pisaaaan

Fei mengatakan...

Iyaaaaa. Bertemu secara nyata setelah a thousand year kenal cuma lewat blogwalking. Hahahaha si suara cemprenk itu.

Ehhh hayukkkkk aja

Ocha Rhoshandha mengatakan...

Huuuu saya di jember kaaak
Jauh dari ibu kotaaaaah
Padahal blogger2 seringnya ngumpul di sana
Di jember seppi bingits

Puput mengatakan...

Benernya memang kita harus di sosialisasi bangga menggunakan produk lokal, dan beneran bangga dengan contoh dari artis Indonesia..

Harusnya pemerintah endorselah artis2 tenar kita.. Biar mereka olala-olala pamer barang merek lokal kita, bukannya pamer tas ratusan juta merrk luar

Fei mengatakan...

Iya sih, saya termasuk yg jarang kopdar. Saya tergolong jarang ikutan kopdar. Selama nge blog dr tahun 2008 rasanya saya baru kopdar sama blogger itu kurang dari 10 orang. Hahahaha

Fei mengatakan...

Sebetulnya gak perlu endorse sih mas bro, soale kalau mau di endore malah tekor. Menurut gw harusnya masyarakatnya yg sadar diri buat bangga menggunakan produk lokal. Mereka mereka yang pakai merek-merek luar negeri karena punya uang dan sanggup buat beli barang-barang ratusan juta itu. Yang jadi permasalahan sebetulnya bukan karena mereka lalu lalang pake brand international tapi cara mereka menghargai produk-produk lokal itu yang gak pake otak. Nawar suka seenak udel nya sendiri. Seolah kami-kami pengerajin barang lokal ini bikin barang seperti kentut lantas jadi. Kalau mereka bisa dan mampu beli dompet puluhan bahkan ratusan juta kenapa gak bisa beli produk2 dalam negeri yg hanya mungkin dijual 125ribu gak pake nawar.

Puput mengatakan...

Iya juga sie, mungkin harus banyak di masukin image produk dalam negri yg kita punya juga bagus dan harga saat ini udah murah..

Nah.. Masukin image ke masyarakat emang mahal sie kalo skala nasional.. Tapi kita mulai pelan2 bagus nie di blog masing2