Jumat, 11 November 2016

Seksinya si Hitam Gumuk Pasir Parangkusumo


Jogja Istimewa.
Rasanya SLOGAN terbaru ini memang layak disematkan pada kota yang selalu menjadi incaran (atau setidaknya masuk dalam LIST) calon Mahasiswa baru dari setiap penjuru Tanah Air untuk berkuliah di kota ini. Gw sendiri jatuh cinta pada Jogja sejak tahun 2010 ketika kali pertama menapaki kota ini kala kencan buta dengan pacar yang saat itu tinggal di Surabaya. Well, sebetulnya jauh sebelum itu, saat masih bocah piyik, Jogja kerap gw baca di buku Cakra yang diwajibkan oleh pihak sekolah (Inilah salah satu bisnis pemaksaan di dunia pendidikan kita) untuk dibeli siswa-nya. Jadi ketika menginjakkan kaki ke Kota Istimewa ini  untuk kali pertama setelah menempuh perjalan nyaris 20jam by Bus Eksekutif dr Lebak bulus - Jakarta, gw seolah bisa merasakan kembali ke masa kecil yang belum tahu nikmatnya Dosa. Hahahahahaa.

Oke, ini intronya kepanjangan.
Rasanya semua hal di kota ini memang istimewa. Sambutan hangat penduduknya, kulinernya yg murah meriah, dan lokasi wisatanya. Ngomong-ngomong soal destinasi wisata di Kota Gudeg, salah satu yang tereksotis menurut gw adalah keberadaan GUMUK PASIR PARANGKUSUMO yang lokasi keberadaannya bisa didapati dengan mudah di antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Kalau ngomongin gurun pasir di Indonesia, sebagian besar orang mungkin berfikir bahwa itu cuma bisa di dapati di area Gunung Bromo Tengger di Probolinggo. Heiiiii main-main ke Jogja deh kawan! sehingga loe juga bisa menjadi salah satu saksi hidup betapa seksinya gurun pasir berwarna hitam ini. Kalau di daerah Timur Tengah warna pasir di gurun cenderung berwarna kuning keemasan maka Gumuk Pasir Parangkusumo berwarna hitam. Salah satu penyebab kenapa bisa berpasir hitam mungkin karena konon Proses terjadinya gurun pasir ini tidak lepas karena adanya Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Kali Opak, Kali Progo dan Pantai Parangtritis. Gundukan pasir yang mengumpul merupakan material yang berasal dari abu vulkanik gunung yang terbawa oleh aliran Sungai Opak, Sungai Progo dan sungai-sungai lainnya hingga akhirnya sampai ke Pantai Parangtritis. Kemudian di sini material vulkanik tersebut terombang-ambing oleh ombak hingga akhirnya terkikis dan berubah menjadi debu-debu halus yang akhirnya sampai ke tepi pantai dan dengan mudah dapat diterbangkan oleh angin. Karena melalui proses yang secara terus-menerus selama ribuan tahun hingga terbentuk gundukan pasir yang terkumpul di daratan sepanjang pantai Parangtritis dan Pantai Depok.

Adegan: Lari dari kenyataan



Sorry kawan, ini hanya efek kamera sgn iso ketinggian jadi pasirnya berubah warna putih daaaaannn photonya tengah hari bolong

Cara menuju ke sana:
Yogyakarta - Jl. Parangtritis - pertigaan sebelum TPR ke kanan - pertigaan Pantai Depok ke kiri - kanan jalan parkiran gumuk pasir

8 komentar:

Puput mengatakan...

tadinya gw pikir bercanda lho.. "Pantai Depok", soalnya gw sering ke depok gak ada pantai.. ternyata namanya depok juga,

Ehem.. foto pertama keliatan item2 itu dibelakang.. celana dalem itu..wakkakakka

Fei mengatakan...

Huahahahaha banyak memang yg tertipu dgn si Depok itu

Son Agia mengatakan...

Ah aku belum pernah ke jogja bang. Pengen juga, cuman belum ada momen. Ha ha. Main ke Jateng baru nyoba Purwokerto sama Solo. Dan di sana seru juga tempat wisata-nya.

AuL Howler mengatakan...

Yakin Depok???

wkwkwkwkkw

Bahagia amat yaa lari-larian di pasir
Jangan sampe kencing di pasir yaa
Apalagi pup di pasir #eh

#Lalukabur

Fei mengatakan...

Depok gak cuma ada di depok tmpt loe nge kost malih. Di Jogja juga ada nama daerah namanya DEPOK. makanya jgn cuma seputaran kampus mainnya.

Fei mengatakan...

Gw blm pernah menemukan spot2 wisata di solo seksih area wisata dijogja

Toko Obat Online mengatakan...

keren banget pantainya ya, cuma sayang belum pernah kesana.. hua

lusiaoktriwini.blogspot.com mengatakan...

aku belom pernah ke Jogja kak...
padahal dari dulu pengen banget ke sana, tapi belum bisa-bisa juga
:(((