Senin, 21 September 2009

Baju Baru, Sandal Baru= LEBARAN???


Teman-teman blogger, yang gue sayangi. MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, MAAF LAHIR BATHIN. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.

Alhamdullilah.....

Sudah hampir pukul 20.30, metromini yang gue tumpangin melaju membelah jalan Jakarta, menerobos diantara besi-besi berdiesel yg malam ini tumpah ruah. Suara Takbir terdengar berkumandang dari sebagian kendaraan yang berseliweran. Raut wajah gue masih harap-harap cemas. lelah yang membalut badan bercampur dengan keringat yang bercucuran dari pori-pori gue sudah tidak gue hiraukan. Baju gue sudah kumal, lecek dan beraroma keringat. Gue seketika itu juga lompat begitu besi rongsokan yang gue tumpangi perlahan merayap di lorong-lorong terminal Blok M. Tujuan gue cuma Bangun mewah dan berkelas di sebelah terminal ini.


Beberapa menit kemudian......

Gue: "Alif ada gak mas?"
Si mas: "wah, baru ajah balik."
Gue: "Jiahhh....gue mau ambil pesanan sandal gue. Halah kagak jadi lebaran pake sandal baru dong gue."

Gue kemudian melangkahkan kaki gue dengan tergesa-gesa menuju plaza Blok M, berharap bisa menemukan sandal pengganti dan baju koko yang belum sempat terbeli karena kesibukan gue mempersiapkan baju lebaran milik istri dan anak Panglima Besar TNI yang baru beberapa jam lalu rampung dan gue hantarkan ke kediaman beliau di kawasan Taman Suropati, Menteng.

Gue: "Mbak baju koko koleksi "........" gerainya dimana yah?
Si mbak: "Sudah Habis mas." sahut si SPG dengan tetap berbenah karena saat shoping mall itu sudah berbenah. Saat itu sudah pukul 21.00.
Gue: "Beneran neh gue lebaran gak pake baju koko baru."

Puntung rokok mild yang gue hisap, gue hempaskan jauh-jauh sebelum membuka pintu taxi yang gue setop tiba-tiba.

Sopir: "Selamat malam pak. kita kemana?"
Gue: "Pondok indah mall."

Di PIM beberapa saat kemudian.


"Selamat malam pengunjung Metro Pondok Indah Mall, beberapa saat lagi kami akan segera tutup. Terima kasih telah berbelanja di Metro pondok Indah. Kami mengucapkan Selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1430 H, minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir bathi." ting..tong. begitu bunyi bell itu mengakhiri voice over yang entah dari mana asalnya itu. tinggal lah gue yang terbengong-bengong ria.

Gue (dalam hati) " Yaelah, kagak jadi pake sandal baru, kagak jadi pake baju baru."

Minggu, 20.09.2009 (keren yah angkanya)pukul 05.30

allahu akbar...allahu akbar...allahu akbar
la ilaha illahu akbar.
allahu akbar wailahi ilham.


Suara Takbir yang membahana memecah angkasa raya pagi ini, merayap pelan dan terdengar syahdu dari bilik gue yang tak seberapa luas. Gue sudah duduk di depan lipatan kain sarung beberapa lapis, menyetrika baju koko orange bata yang gue beli 4 tahun lalu dengan segenap perasaan.

Gue: "Astagfirullah, gue belum keluarin Zakat Fitrah, masya allah."

Celana model pinsil cokelat pemberian teman gue, gue setrika dengan tergesa-gesa. sudah hampir pukul 06. pagi.

Sekitar perumahan Pondok Indah, menuju Mesjid Pondok Indah, untuk sholat ID.

Suara takbir semakin terdengar syahdu, menggetarkan jiwa, membuat udara Jakarta begitu sejuk menampar wajah ngantuk gue, membuat daun-daun dan rumput seolah ikut bertasbih mengagungkan kebesaran Allah.

Air mata gue mulai berurai, Gue merasa sendirian, moment ini tidak bisa gue rayakan di tengah keluarga gue. Tiba-tiba perasaan kangen akan kehadiran mama, bapak dan adik-adik gue menusuk-nusuk di relung hati gue, air mata gue semakin membanjir. sementara gue terus melangkah menyusuri trotoar sembari mata gue mencari-cari seseorang yang akan menerima zakat fitrah gue, namun tak satupun gue temukan, pengemis begitu banyak, seolah tumpah ruah dari langit memenuhi jalan menuju mesjid pondok indah, tapi semua tampak bugar. Hati gue berontak, rasanya hendak menangis lebih kencang saat itu karena belum menemukan seseorang yang akan gue berikan zakat gue. anak-anak, ibu-ibu, mas-mas yang saat itu semua kompak tampil lusuh dan fakir. Pandangan gue terus mencari, sambil terus berdoa agar allah mempertemukan gue dengan seseorang yang seharusnya menerima zakat gue. Diseberang sana, di belakang pos polisi. seorang kakek tua, dengan jenggot putih yang menggantung, wajah lusuh, baju kumal dengan kruk yang tergeletak begitu saja di sebelahnya. kakinya besar sebelah, yang sebelah terlihat normal namun yang sebelah hanya kulit membalut tulang. Alhamdullilah.....gue meniatkan diri gue untuk memberikan zakat fitrah gue pada kakek tua itu, berharap keridohan allah, agar dipermudahkan segala urusan gue di dunia ini.
Gue: "Kek, zakat saya diterima yah." ucap gue dengan perasan bergemuruh, mengalahkan gemuruh ombak besar yang menghempas di samudera luas.
Kakek: "Alhamdullilah, saya terima Nak. Terima kasih banyak."

Suara takbir terdengar berkali lipat syahdunya, merasuk hingga tempat terdalam di sudut hati gue. Membuat bulir air mata gue semakin membanjir. Rindu akan kehangatan keluarga gue semakin besar menghantam pertahanan gue, hingga jebol sudah. gue semakin sesunggukan, menangis di antara orang-orang yang saat itu memenuhi mesjid ini. semakin menangis bersama suara takbir yang menjadi soundtrak gue hari itu. Baju baru sudah tidak penting lagi, sandal baru sama tidak pentingnya lagi saat ini, karena gue sudah menemukan hal "BARU" dalam hidup gue detik ini.

"Alhamdulilah ya allah, engkau masih memberiku umur, untuk merayan Idul Fitri ini. syukur allhamdullilah atas segala jalan, kemudahan dan anugrah yang engkau limpahkan kepadaku. Buat mama, Bapak dan adik-adikku di belahan kecil pulau Kalimantan, Mohon Maaf lahir bathin, maaf anakmu ini tidak bisa mudik tahun ini. Insya allah, allah masih akan mempertemukan kita di Ramadhan dan Idul Fitri yang akan datang."

19 komentar:

Munir Ardi mengatakan...

mudah-mudahan kita bersih dari dosa

dodi mengatakan...

ummm
bukannya pake a ya?
jadi laundry?

PRof mengatakan...

Ku juga pernah ngalami lebaran jauh dari keluarga dan saudara, menyedihkan...!!!!

faizz mengatakan...

@munir adi: amin ya rabbal almin

@dodi: belom terbiasa dengan bahasa orang soalnya gue sob, hehehehehe...gue ganti dah judulnya

@prof: ini dah kali ketiga sob lebaran disini, sebenernya dah biasa juga, cuma yah itu kadang2 ngenes juga, gak ada makanan soalnya, heheheheheh

Munir Ardi mengatakan...

terima kasih bang udah berkunjung selamat hari raya idul fitri yach dari makassar

lina mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
lina mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
lina mengatakan...

duuh sy jadi terharu biru bacanya
saya gak pernah lebaran jauh dari orang tua & keluarga
selalunya ngumpul
tapi saya bisa bayangin perasaan faizz
jangan sedih lagi yaa

Minal a'idin wal faidzin
Maaf lahir dan bathin

Pipit mengatakan...

mohon maaf lahir dan batin ya

Zippy mengatakan...

Intinya mah niatnya mas, hati yang bersih :)
Gak masalah mw baju baru atau baju lama...
Gak masalah juga sendal baru atw sendala lama, heheh...

Selamat lebaran ya, maaf lahir batin...
Salam kenal :)

Retrira mengatakan...

maaf lahir dan batin ya faiz :)

jangan mikirin baju dan sandal baru dunk! yang penting hatinya bersih lagi kan??

lha, lu kok barusan minta maap ama gw udah ngambek lagi? haha!
kalo lu ga sibuk dengan bisnis designing lo, kita sempetin travel bareng yuks! gw barusan jadi warga negara jakarta soalnya :P

Susy Ella mengatakan...

postingannya keren bro..menyentuh bangeet .....

mohon maaf lahir batin yaaa.....

moga tambah sukses ^_^

masiqbal mengatakan...

Taqobballallahu minna wa minkum, Syiamana wa syiamakum,
Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal aidin wal faizin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir dan bathin, maapin segala salah dan khilafku selama ini ya…

faizz mengatakan...

@lina: sebenernya pas moment itu doang sih, sedihnya, lagian ini udah kali ketiga yang lebaran di jakrta. sudah mulai terbiasa, hehehehe...

@pipit: sama2 (burung) pipit.

@Zippy: tapi emang gak pantes dapet baju baru dan sandal baru, lah wong puasanya jebol dua, huh.

@retria di jakarta? horeeeeeeeeeeeeeeeee........

@sussy ella: SECARA!!!!

@mas iqbal: maapin ane juga yang bang :)

omagus mengatakan...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqobalallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin

lelakianeh mengatakan...

@om agus: sama2 om agus, kita laundry dosa, biar putih lagi seperti sedia kala.

senoaji mengatakan...

aku ke sini tuh mau ngapain ya??? hmmm??? buset kok lupa sih??? emangnya aku mau ngapain kesini??? hmmm... bentar aku merenung dulu... hmmm...

udah deh aku kesini enaknya ngapain??? lha ngapain kah aku kesini??? terus kalo ngapain ke sini aku??? hmmm

lelaki aneh mengatakan...

@seno: orang gila.

opung chikal mengatakan...

minal aidin al faidzin, mohon maaf lahir dan bathin :)