Minggu, 10 Juli 2016

Lebaran dan Seragam Lebaran


Seragam Lebaran keluarga sepertinya makin menjadi keharusan dibeberapa kali lebaran yg telah lewat, terutama Lebaran tahun ini. Coba kau tenggok Social media seperti Instagram. Aplikasi berbagi photo ini tak pelak menjadi semacam etalase toko dengan manekin-manekin hidup dgn rupa-rupa pose kekinian. Opor ayam, ketupat, sambal goreng ati, berbagai jenis soto pun sudah tak begitu menarik buat di photo, photo rombongan dengan seragam lebaran yg kembar identik lebih menawan untuk diabadikan. 

Bertahun-tahun lalu setiap kali hendak mudik ke kampung halaman untuk merayakan lebaran, gw acap kali berburu baju koko dan gamis untuk keluarga sekedar buah tangan. Walau tak pernah sama bentuk dan warnanya tapi itu bisa membuat seisi rumah pasang senyum menawan, lebih menawan lagi kalau diantara lipatan baju2 koko dan gamis mereka terselip amplop berisi THR yang tak seberapa jumlahnya. Lalu tahun berlalu, baju koko dan gamis yg tadinya hanya berburu di toko sejuta umat yg lokasinya persis dibawah terminal bus di selatan Jakarta berganti menjadi baju-baju hasil karya sendiri. 

"Bang tahun ini mudik kah?"

Itu pertanyaan dan pengharapan yang selalu gw terima via sms manakala lebaran sudah menjelang, dan itu tidak hanya sekedar pertanyaan dgn arti sesungguhnya. Karena tak berselang lama di path adik-adik gw akan tertera seuntai kalimat yg jelas ditujukan ke gw walau tulisan itu tanpa tautan ke account path gw. 

"Penasaran lah sama design baju lebaran  tahun ini."

Sesederhana itu aja kok, tapi nda sesederhana itu buat gw. Itu kode garis keras, atau tepatnya itu ANCAMAN!!! dan itupula yg membuat gw pasang muka sanggar ke team produksi supaya seragam lebaran keluarga gw tetap bisa diproduksi diantara baju-baju lebaran pesenan klien. 

Tapi lebaran kali ini, gw cukup berdiam diri di Jakarta, gak mudik, sedih tapi kondisi yg membuatnya harus seperti itu. Walau gw tahu beratus-ratus kilometer di tengah-tengah Indonesia, ada sebuah keluarga yg mengharapkan gw hadir dimoment ini dan tentu saja beserta baju lebaran dengan design kekinian untuk ikut memenuhi account Instagram mereka. 

Maaf yah tahun ini tak ada baju lebaran baru, Insha Allah bisa dipertemukan kembali dgn Ramadhan Tahun Depan dan kita bisa lebaran bareng lagi. 

2 komentar:

Puput mengatakan...

wekekek sindirannya santai bener, cuma bilang "penasaran", semoga lebaran tahun depan bisa memenuhi "ancaman" mereka.. beberapa bulan lagi ada momen lebaran haji.. kayaknya pas juga tuh menghiasi instagram pake desain baru

IjoPunkJutee mengatakan...

Piye kabare bro....?